Archive

Posts Tagged ‘walikota’

May
28

Berpikir besar atau berpikir kecil

Notonogoro.com

Siapapun yang eling tentu sangat mengerti dan menyadari bahwa negara ini sangat kekurangan pemimpin yang benar dan baik. Khususnya pemimpin dipemerintahan. Salah satunya adalah kebutuhan pemimpin di daerah tingkat dua, Walikota atau Bupati. Sangat indah kali ya kalau segenap pemimpin didaerah tingkat dua adalah pemimpin sejati yang benar-benar memimpin jauh dari kata KKN. Jauh dari kata SARA. Jauh dari kata SOMBONG. Jauh dari kata KHIANAT. Jauh dari kata BOSSY. Sangat dekat sekali dari kata MENGABDI. Sangat dekat dari kata IKHLAS. Sangat dekat dari kata ETIKA dan MORAL. Sangat dekat dari kata KERAKYATAN. Sangat dekat dari kata MAKAN GAJI BUTA. Sangat dekat dari kata CINTA MASYARAKATNYA. Read more…

, , , , , , , , , , ,

Dec
03

Kemana arah pembangunan bangsa ini

Notonogoro.com

Pada jaman Orba ada arah pembangunan yang disepakati oleh seluruh rakyat Indonesia melalui wakilnya di MPR. Arah pembangunan itu disebut dengan Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kita juga mengenal Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA). Semua yang akan dilakukan oleh bangsa ini tertulis dengan baik dan benar pada dokumen tersebut. Sangat jelas apa yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukan, taget apa yang akan dicapai dan berapa lama rencana tersebut akan diimplementasikan. Hasilnya kita juga sudah sama mengetahui, tidak usah disebut disini. Namun bukan berarti kita rindu Orba, namun semata-mata berpikir positif saja, yang baik kita ambil yang jelek kita buang. Jangan seperti sekarang ini semua yang berbau Orba dinyatakan haram dan semua yang berbau reformasi dihalalkan. Hasilnya? Kita juga sudah sama tahu dan tidak perlu kita tulis detail disini. Read more…

, , , , , , , ,

Jul
04

Negara tanpa pemimpin

Notonogoro.com

Kita sebagai negara dan bangsa memang secara de jure memiliki pemimpin. Ada presiden dan wakil presiden, ada mentri yang memimpin kementriannya, ada MPR, DPR,DPRD, Gubernur, walikota, bupati dan sebagaianya. Namun demikian secara de facto segenap kita merasakan tidak adanya pemimpin yang pemimpin bangsa dan negara ini dengan sebaik-baiknya seorang pemimpin. Semua sangat terasa berjalan sendiri-sendiri. Sibuk dengan agenda masing-masing. Ketemu dan rapat sih mungkin setiap hari tetapi fakta yang dirasa oleh rakyat hanyalah ketiadaan dan ketiadaan saja. Read more…

, , , , , , , , , , ,