Archive

Posts Tagged ‘tajuk reformasi’

Dec
22

Menjelekan vs menghargai

Notonogoro.com

Kita semua pasti tahu bahwa kelakuan untuk menceritakan kejelekan, kekurangan dan kesalahan orang lain masih lebih banyak dibandingkan dengan sifat menghargai dan memuji orang lain. Hal ini sangat alami dan wajar saja. Sifat dasar kita adalah suka dipuji dan tidak suka dihina. Suka disanjung dan tidak suka disalahkan. Suka kehebatan dan tidak suka kelemahan. Suka kesuksesan dan tidak suka kegagalan. Pasangan sikap atau kelakukan ini selalu ada dalam diri setiap orang. Tidak ada yang tidak memiliki kedua sikap ini dalam dirinya. Hanya perbedaannya adalah siapa yang mampu mendominasi sifat memuji dan siapa yang dikuasai oleh sifat menjelekan atau menghujat. Kelakukan sehari-hari dari dua jenis ini pasti akan sangat berbeda satu dengan yang lainnya sebagaimana berbedanya putih dengan hitam. Read more…

, , , , , , ,

Dec
19

Semakin nampak

Notonogoro.com

Jika alam sudah memutuskan maka tidak ada satupun yang bisa merubahnya. Tidak ada seorangpun yang bisa melawannya. Namun banyak kekuatan yang bisa menentangnya. kekuatan yang menentang adalah kekuatan yang bertentangan dengan kehendak alam. Kekuatan ini hanya sekedar berjuang mempertahankan dirinya dari keputusan dan kehendak alam. Semakin dilawan maka semakin nyata kelemahan dari yang melawan alam. Semakin dilawan maka semakin banyak kesalahan yang dilakukan. Alam tidak bisa di lawan. Read more…

, , , , , ,

Oct
26

Selalu ada cara alam

Notonogoro.com

Banyak yang berkata bahwa masing-masing kita memiliki banyak pilihan. Apapun pilihan kita adalah keputusan masing-masing. Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Kita bebas memilih tetapi harus mau menerima semua akibat atau konsekuensi dari pilihan yang dibuat. Jangan mau memilih tetapi mau menerima konsekuensi pilihannya. Jelas itu tidak adil. Jelas itu tidak benar. Walaupun ada yang menolak menerima konsekuensinya tidak berarti menghilangkan konsekuensi yang muncul. Konsekuensi tetap ada dan menanti untuk dipilih. Pada saat ada yang tidak mau menerima konsekuensi nya maka orang tersebut berarti memilih pilihan untuk tidak menerima konsekuensi dari pilihan sebelumnya. Pilihan baru ini juga memiliki konsekuensi sendiri yang pasti akan muncul juga. Terus saja akan berputar seperti itu. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.

Read more…

, , , , , , , , ,

Oct
09

Takdir Indonesia

Siapapun kita semua pasti selalu ingat mulai dari kecil selalu mendapat informasi dan ajaran bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya, negara yang makmur, negara yang indah, negara yang agamais dan negara yang damai penuh toleransi. Siapapun kita sekarang ini juga pasti berpikir apa iya semua hal tentang Indonesia tersebut adalah benar. Apakah Indonesia kaya raya? apakah Indonesia tenang dan damai? apakah Indonesia indah? Wajar semua pertanyaan yang menggugat semua informasi awal sejak kita kecil tersebut bermunculan. Kenapa wajar? lihat dan rasakan saja apa yang ada dan terjadi sekarang ini. Katanya hutang Indonesia sangat banyak. Katanya harga pada tinggi. Katanya sulit mendapatkan pekerjaan dan lain sebagainya. Jadi wajar jika sebagian kita merasa informasi awal tersebut harus dipertanyakan ulang sebagaimana wajarnya sebagian lagi kita merasakan Indonesia asik-asik saja tuh. Selalu akan ada dua kubu yang bertentangan pendapat karena itu adalah hukum alam. Read more…

, , , , , , , ,