Archive

Posts Tagged ‘tajuk reformasi’

Apr
14

Energi nasi liwet

Notonogoro.com

Jika alam sudah menghendaki maka tidak ada yang bisa menolaknya. Siapa yang bisa melawan alam? tentu tidak ada. Alam sangat lembut dan penuh cinta kepada kita. Namun alam bisa sangat garang kalau kita mengganggunya. Jadi kita harus selalu berbaik tingkah laku kepada alam dan biarkan alam melakukan yang terbaik sisanya. Demikian juga pertemuan dengan dua jendral kemarin ini. Pertemuan tejadi dengan begitu saja tanpa perencanaan sama sekali. Telpon-telponan sebentar dan diputuskan ketemu bukan dirumah salah satu dari jendral tersebut tetapi di rumah kroco mumet yang adalah temen ngobrolnya. Ketemuan di rumah pejabat atau mantan pejabat adalah hal biasa. Pertemuan dirumah opisboy tentu luar biasa. Itulah yang terjadi. Dengan disuguhi minuman wedang jahe merah asli, talas dan pisang rebus senda gurau penuh arti tercipta dengan cairnya. Saatnya makan siang maka munculah Nasi lewat sunda dengan tiga jenis ikan asin, sambal lalap dan tahu goreng. Sungguh sajian makan dan minum yang sangat sederhana penuh nikmat dan makna. Nasi liwet disajikan dalam hamparan daun pisang. Nasi digelar merata seluas daun pisang dan dikitari lauk sederhana sekelilingnya. Read more…

, , , , ,

Apr
04

Galak kompensasi

NOTONOGORO.COM

sebagian besar kita tentu pernah mengalami atau setidaknya mengetahui ada banyak  pemimpin lelaki yang luar biasa galaknya. Baik dia RT, Lurah, Camat, Supervisor, manager, Direktur dan sebagainya. Siapa saja diajak berkelahi. Siapa saja disalahkan. Selalu merasa yang paling benar dan yang paling tahu. Selalu berpikir bahwa hanya dia yang bisa menyelesaikan semua masalah. Hanya dia yang berani. Gembor-gembor ngomong demokrasi tetapi kenyataannya siapa pun akan dia maki-maki. Teriak kemana-mana bahwa dia yang paling bisa menghargai bawahan tetapi kenyataannya semua bawahan selalu disalahkan kapan saja dan dimana saja. Makanya definisi yang paling tepat adalah “galak” ketimbang disebut “gila”, “killer” atau “serampangan. Tidak penting apa yang dia lakukan untuk organisasinya karena yang paling penting bagi pemimpin yang seperti ini adalah ruang ekspresi “siapa dirinya”. Tiada hari tanpa marah, tiada waktu tanpa memaki, tiada masa tanpa menyalahkah orang lain. Dia selalu merasa paling hebat tetapi sesungguhnya bagi mereka yang mengerti justru yang muncul adalah rasa iba atau kasihan kepada orang seperti ini. Read more…

, , , , , , , , ,

Mar
30

Kasih makan Bathin

Notonogoro.com

Kita semua sangat paham dengan istilah lahir dan bathin. Secara umum lahir didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan phisik tubuh kita dan bisa dilihat dan dirasa. Sedangkan bathin didefinisikan sebagai suatu yang ada didalam diri kita yang tidak terlihat namun dapat dirasa, sehingga bathin sering juga disebut sebagai sesuatu yang ghaib. Setiap diri kita terdiri dari lahir dan bathin, yang terlihat dan yang tidak terlihat. Makanya kita sering memakai istilah maaf lahir bathin yang maksudnya adalah mohon dimaafkan segala kesalahan yang disebabkan oleh perbuatan phisik, seperti memukul,  dan segala kesalahan yang dilakukan oleh bathin, seperti rasa benci. Juga kita semua sangat mengerti dengan sebutan memberi makan lahir dan bathin. Memberi makan lahir maksudnya adalah memberikan phisik kita segala asupan makanan dan minuman, sedangkan memberi makan bathin maksudnya adalah memberi makan bathin kita dengan asupan berbagai ritual ibadah.  Read more…

, , , ,

Mar
18

Lupa diri

Notonogoro.com

Lupa diri dalam budaya Indonesia sangat bermakna negatif. Tentunya lupa diri disini bukan dalam artian seorang yang lupa siapa dirinya seperti namanya, keluarganya dan sebagainya. Lupa diri yang dimaksud disini adalah seseorang yang dalam tindak tanduk, ucap dan pikirnya sudah tidak lagi menggambarkan dia sebagaimana biasanya. Jauh berbeda dari yang selama ini dikenal. Namun bisa juga lupa diri disini diartikan sebagai seorang yang kelakuannya sudah tidak sesuai dengan kelakuan orang pada umumnya namun sudah sangat mengarah pada kelakukan binatang dan syetan. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia pada dasarnya memiliki akal budi sebagai dasar dalam melakukan tindakan. Akal berarti kemampuan berpikir dan budi berarti kemampuan menilai baik atau buruk. Kalau sudah tidak mengenal baik dan buruk lagi maka orang seperti ini bisa disebut lupa diri dan seperti binatang atau syetan. Hal ini tentu adalah contoh yang sangat kasar. Read more…

, , , ,