Archive

Posts Tagged ‘SBY’

Apr
12

Pindah ibu kota?

Notonogoro.com

issue atau ide pemindahan ibu kota dari Jakarta ke daerah lain sudah lama terjadi di negara ini. paling awal adalah zaman Bung Karno yang menginginkan ibu kota dan kota pemerintahan pindah dari Jakarta ke Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Jelas ide ini tidak bisa dilaksanakan karena Indonesia masih amat muda dan baru saja meraih kemerdekaannya. Kemudian di Zaman pak Harto, muncul lagi ide pemindahan ibu kota ke daerah Bogor. Pada saat itu yang namanya wilayah Sentul sampai Jonggol naik daun dengan begitu banyaknya orang berduit yang investasi beli tanah di daerah tersebut. Namun issue ini kemudian hilang begitu saja tanpa bekas. Lain lagi di zamannya SBY yang pintar ini. Semua ide dikeluarkan dan yang paling menonjol adalah istilah Great jakarta yaitu jakarta yang diperluas dengan Botabek, cianjur dan purwakarta. Hasilnya, sama saja, sirna tanpa jejak. Sekarang Jokowi kembali memunculkan ide awal memindahkan ibu kota ke luar Jawa. katanya sih serius…. namanya juga usaha.. Read more…

, , , , , , , , ,

Apr
10

Keajaiban Indonesia (3)

Notonogoro.com

Kita semua tahu bahwa Indonesia terbentuk dari wilayah bekas kerajaan. Ada banyak kerajaan di Indonesia pada masa lalu. Sifat dasar dari kerajaan adalah karakter feodal nya. Pemimpin atau raja adalah segala-galanya. Rakyat wajib tunduk pada segala perintah raja. Dengan demikian secara pertumbuhan budaya bangsa ini memiliki gen paternalisme dalam dirinya. Nilai atau norma atau adat istiadat yang ada selalu menjunjung dan mengagungkan para pemimpin dimasyarakat. Mereka para pemimpin sangat di hargai dan dihormati karena mereka adalah pemimpin. Pemimpin dituntut untuk selalu menjadi pegangan dan pengayom yang dipimpinnya. Inilah nilai-nilai paternalisme yang mengalir dalam segenap rakyat Indonesia. Walaupun sudah sedikit ada pergeseran khususnya pada segmen  masyarakat perkotaan berpendidikan tinggi, namun secara umum dimasyarakat Indonesia budaya peternalisme masih sangat kental. Read more…

, , , , , , ,

Mar
03

Tuntas sudah 3S

Notonogoro.com

Dikalangan tertentu di tengah masyarakat di negara ini, ada yang sangat meyakini bahwa presiden Indonesia sejati baru ada 3 saja. Mereka adalah Soekarno, Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ketiga presiden ini disebut sebagai presiden sejati karena mampu menjalankan amanah tugasnya sesuai dengan waktu yang diberikan. Soekarno jelas dimulai dari jaman perjuangan kemerdekaan, jaman awal kemerdekaan yang dikenal dengan  Orde lama. Dilanjut dengan Soeharto selama puluhan tahun dengan Orde barunya yang melakukan begitu banyak pembangunan di negara ini.  Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY selama 10 tahun yang lebih mengedepankan etika dan sopan santun sebagai seorang pemimpin. Fakta bahwa mereka bertiga mampu menjalankan amanah tugasnya sesuai tuntutan masing-masing zamannya lah yang membuat mereka disebut dan dinilai sebagai presiden sesungguhnya dinegara ini. Peristiwa yang mengiringi proses pergantian dari Soekarno ke Soeharto, dan dari Soeharto ke SBY adalah bagian dari sejarah dinegara ini yang selalu menuntut adanya pergolakan ditengah masyarakat untuk pergantian pemimpin sejatinya. Ketiga presiden ini  bukanlah hanya sekedar nama semata tetapi lebih kepada makna perwakilan ZAMAN dan setiap ZAMAN ada target, tugas dan energi masing-masing.

Read more…

, , , , , , , ,

Sep
28

Era kegelapan

Notonogoro.com

Dalam lingkup kejadian yang besar di negara ini… sesungguhnya ibu Pertiwi pernah menangis sedih menyaksikan apa yang terjadi ditengah bangsa ini, yaitu pada saat proses pergantian pak Soeharto sebagai presiden Indonesia. sesungguhnya ibu Pertiwi sudah mempersiapkan penggantinya dan sudah siap untuk naik panggung sebagai presiden Indonesia. Sang pengganti ini sudah dipersiapkan puluhan tahun sebelumnya, bahkan sejak sang Pengganti ini masih bayi pun sudah ada dalam asuhan langsung ibu Pertiwi. Namun ternyata bangsa ini belum siap untuk terus maju dan melanjutkan apa yang telah dilakukan dan dicapai oleh pak Soeharto. Bangsa ini terjebak oleh emosi membenci pak Soeharto ketimbang mengakui apa yang telah dilakukan oleh pak Soeharto dengan Orde barunya. Jelas ada kekurangan disana sini namun bukan untuk dikhianati atau ditolak fakta yang sesungguhnya terjadi. Disinilah ibu Pertiwi menangis. Semua yang sudah dipersiapkannya menjadi tertunda hanya karena hawa nafsu sesaat bangsa ini.

Read more…

, , , , , , , ,