Archive

Posts Tagged ‘presiden’

Aug
16

Memalukan tetapi harus disyukuri

Notonogoro.com

Sejak Jokowi menjadi presiden maka langsung pasiflah tajuk Notonogoro ini. karena sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa siapapun yang menang Pilpres pada saat kemarin maka Indonesia akan masuk dalam dunia gonjang-ganjing. artinya, jika Prabowo yang jadi presidenpun masa gonjang-ganjing ini tetap akan terjadi. kenapa begitu? memang seperti itulah masa yang harus dilalui oleh bangsa dan negara ini sebagai bagian dari proses penyaringan pemimpin menuju Indonesia Jaya Gemah Ripah Loh Jinawi. tidak mudah namun juga tidak sulit-sulit amat. dibilang aneh tetapi itu adalah fakta yang terjadi. apalagi jika dibilang klenik. apanya yang klenik karena memang kenyataannya benar ada dan terjadi. memangnya  ada satu bulan saja tanpa gonjang-ganjing?  Apakah ada masa tenang? tidak ada kan? selalu saja ada yang terjadi dan ramai dibicarakan ditengah masyarakat. sebelum nya kan yang ramai dibicarakan adalah tentang Full Day School. ingat kan?… belum beres kasus ini eeeehh muncul lagi yang baru yang lebih hebat dan lebih memalukan. Apalagi yang terakhir ini, yang sudah pasti dapat disimpulkan telah menjadi bahan olok-olok dan tertawaan dunia. kok warga negara Asing bisa jadi mentri di Indonesia….

Read more…

, , , , , , , , ,

Sep
12

gonjang ganjing dimulai

notonogoro.com

setelah sekian lama Notonogoro.com tidak tampil maka mulai hari ini Notonogoro.com akan kembali muncul mengunjungi masyarakat dengan berbagai tulisan yang sesuai dengan apa yang sedang terjadi ditengah masyarakat.

sebagaimana pada tajuk sebelumnya telah disampaikan bahwa siapapun yang akan menjadi Preside, baik Prabowo maupun Jokowi, keduanya akan mengalami gonjang ganjing yang luar biasa. hanya bedanya jika Prabowo yang jadi presiden maka besar kemungkian dia mengakhiri masa jabatan 5 tahunnya dengan selamat. jika Jokowi yang menjadi Presiden maka besar kemungkinan dia akan turun ditengah jalan. dengan kata lain Jokowi akan sama dengan presiden transisi sebelumnya dinegara ini.

masyarakat telah menentukan putusannya dan secara konstitusi Jokowi-JK adalah pemenang Pilpres 2014. suka tidak suka, senang tidak senang, setuju tidak setuju fakta ini harus diterima sebagai bagian dari proses dan perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang besar dan memimpin dunia pada saatnya nanti. jadi, gonjang ganjing pada periode ini adalah bagian dari proses tersebut. dengan gonjang ganjing ini masyarakat atau tepatnya segenap rakyat Indonesia akan semakin matang dalam belajar menilai apa yang sedang terjadi dan apa yang dibutuhkan terkait dengan kepemimpinan masa depan.  Read more…

, , , , , , , , , , , , ,

Jul
15

Gonjang Ganjing

Notonogoro.com

Apapun yang sedang terjadi sekarang ini sebenarnya tetap saja menggambarkan bahwa kedua Capres yang ada adalah sama baiknya. Jelas masing-masing punya kelebihan sebagaimana keduanya juga punya kekurangan. Kita butuh keduanya tetapi kita harus memilih hanya satu dari mereka. Pilihanpun telah kita lakukan kemarin ini. Kita sedang menunggu hasil akhir dari KPU siapa yangakan menjadi pemenang dan memimpin Indonesia. Namun yang pasti dan sebagaimana telah disampaikan dalam tajuk ini bahwa ada sesuatu yang aneh dari sikap politik SBY yang tidak mengambil kesempatan untuk membuat koalisi ke tiga. SBY lebih suka diam dan hanya memberi sinyal semata. Ini menunjukan bahwa memang SBY secara bathin dan dikendalikan alam, telah memutuskan siapa penerusnya yang bisa menjalankan semua program yang telah dia mulai. Sikap SBY ini adalah salah satu dari sinyal Alam siapa yang akan menjadi presiden selanjutnya. Program tetap dilanjutkan hanya dengan presiden yang lebih tegas dan lugas. Read more…

, , , , , , , , , , ,

Jul
14

Penerus dan antitesis SBY

Notonogoro.com

Kembali tajuk ini mengingatkan cara berpikir alam Indonesia ini. suka tidak suka, senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, mendukung atau tidak mendukung, bahwa segenap dari kita sebagai satu bangsa selalu saja menyatakan bahwa SBY sangat lamban. SBY terlalu banyak pertimbangan. SBY terlalu demokratis. SBY terlalu sopan. SBY terlalu banyak sungkannya. SBY terlalu tidak tegas. SBY terlalu menjaga perasaan orang dan lain sebagainya. Pada sisi lain juga harus diakui bahwa SBY adalah presiden paling tinggi pendidikannya dan paling pintar secara akademik. Cara berpikir dia yang terstruktur rapi, cara bicara dia yang runtut dan jelas walau sering terlalu panjang juga sopan santun dan menjaga etika adalah cirri khas nya SBY. Dalam hal ini SBY adalah wakil dari zaman NO menurut Notonogoro, yaitu zaman yang sangat mengedepankan kasih saying dan kesopanan.  Mencari sikap tegas dan cepat adalah tidak mungkin untuk manusia seperti SBY ini. Read more…

, , , , , , , , , , , ,