Archive

Posts Tagged ‘pertanian’

Oct
03

Industri Vs pertanian

Notonogoro.com

Sepertinya sampai dengan sekarang ini di setiap sekolah selalu disebutkan  bahwa negara Indonesia adalah negara Agraris, kaya akan sumber alam. Ajaran ini tidak pernah dicabut dan terus di cekokin ke para siswa. Tetapi apakah masih seperti kondisi negara ini? Sepertinya sudah banyak yang berubah. Memang benar Indonesia masih sebagai negara agraris tetapi apakah produksi alamnya sesuai dengan sebutan tersebut adalah fakta lain yang seharusnya disampaikan juga. janganlah menina bobokan anak-anak kita dengan sebutan indah tersebut tanpa menyampaikan fakta lain yang menyedihkan. Tentunya harus diolah sedemikian rupa informasinya sehingga dapat menimbulkan semangat untuk membangun negara dan menggali kekayaan alam kita dengan baik dan benar. Read more…

, , , , , , , , , , ,

Sep
02

Dimana pertanian kita sekarang ini

Notonogoro.com

Sejak zaman Fir’aun masih pakai celana kolor Negara Indonesia selalu disebut Negara agraris kaya dan kita sanga bangga dengan sebutan tersebut. Negara yang indah dengan hujan tropis yang cukup untuk memberikan kehidupan yang hijau. Nyiur melambai padi menghijau itulah kata-kata indah yang dahulu sering kita dengar. Pada zaman Orba kita telah berhasil berswasembada pangan. Tetapi dijaman sekarang ini kita justru impor beras dari Negara yang baru terbentuk aman. Apa yang terjadi dengan pertanian kita. Dimana para ahli pertanian kita. Apa sih yang sekarang sedang mereka lakukan. Apakah mereka sudah tidak peduli dengan kondisi pangan bangsa ini. Apakah mereka sudah bangga dengan lulus dari perguruan tinggi dengan gelar sarjana pertanian. Read more…

, , , ,

Aug
25

Cara pandang \”Indonesia\” (1)

notonogoro.com

Banyak yang bilang sekarang ini bahwa kita sebagai bangsa telah kehilangan jati diri dan nasionalisme kebangsaan. Memang sangat ironis kondisi ini terjadi pada era yang katanya reformasi ini (sekali lagi terbukti bahwa sekarang ini bukan era reformasi tetapi report masih). Pada jaman orba justru ada usaha terus menerus untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila. Salah atau tidak cara yang ditempuh orba adalah hal lain, yang penting ada kesadaran penuh pemimpin bangsa untuk terus menjadikan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan dasar nasionalisme kita. Sekarang ini justru sebaliknya, Pancasila entah ada dimana, tidak ada lagi yang sibuk berbicara tentang Pancasila. Hasilnya?…ya seperti yang sekarang ini terjadi. Read more…

, , , , , , , ,

Jun
27

Ketahanan pangan masih tanda tanya

Notonogoro.com

Pada Orba kita pernah mencapai ketahanan pangan yang sangat stabil. Surplus beras selalu dapat dijaga  untuk katahanan pangan kita. Sejak itu tidaka ada yang namanya import beras dari luar negeri. Namun semua itu porak poranda pada saaat runtuhnya Orba. Produksi beras jauh berkurang. Tidak ada program pemerintah untuk menjaga swasembada pangan ini. Sawah produktif berubah bentuk  menjadi kawasan perumahan dan industri. Penecetakan sawah baru di luar jawa masih lebih kecil dari hilangnya sawah tersebut.

Sangat menyedihkan situasi ini. Demokrasi dan otonomi daerah telah merusak semua yang telah dicapai. Indonesia yang demikian luas telah berubah menjadi hanya sebagai daerah tingkat II saja. Terkesan mereka bebas merubah peruntukan setiap wilayah. Yang penting ada uang masuk ke kantong pejabat. Sawah berubah jadi pabrik, Sawah berubah jadi perumahan, irigrasi hancur adalah hal biasa. Tidak ada yang menangis melihat kondisi ini. Pemerintah pusat mengandalkan pemerintah daerah. Pemerintah daerah sibuk sendiri cari makan. Sinkronisasi proyek dan pembangunan menjadi tidak jelas. Read more…

, , , , ,