Archive

Posts Tagged ‘gemah ripah loh jinawi’

Oct
09

Takdir Indonesia

Siapapun kita semua pasti selalu ingat mulai dari kecil selalu mendapat informasi dan ajaran bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya, negara yang makmur, negara yang indah, negara yang agamais dan negara yang damai penuh toleransi. Siapapun kita sekarang ini juga pasti berpikir apa iya semua hal tentang Indonesia tersebut adalah benar. Apakah Indonesia kaya raya? apakah Indonesia tenang dan damai? apakah Indonesia indah? Wajar semua pertanyaan yang menggugat semua informasi awal sejak kita kecil tersebut bermunculan. Kenapa wajar? lihat dan rasakan saja apa yang ada dan terjadi sekarang ini. Katanya hutang Indonesia sangat banyak. Katanya harga pada tinggi. Katanya sulit mendapatkan pekerjaan dan lain sebagainya. Jadi wajar jika sebagian kita merasa informasi awal tersebut harus dipertanyakan ulang sebagaimana wajarnya sebagian lagi kita merasakan Indonesia asik-asik saja tuh. Selalu akan ada dua kubu yang bertentangan pendapat karena itu adalah hukum alam. Read more…

, , , , , , , ,

Aug
12

Indonesiaku

Notonogoro.com

Kalau kita ngobrol-ngobrol dengan para orang tua atau sesepuh kita, baik itu orang tua atau kakek sendiri, pemuka agama senior, tentara senior selalu mereka semua menyatakan dengan sangat mantap bahwa Indonesia sangat kaya, Indonesia sangat strategis, Indonesia sangat religius, Indonesia sangat humanis dan sebagainya. Tidak ada satu pun dari mereka yang bilang tidak baik tentang Indonesia. Tentunya yang dimaksud oleh para orang tua kita tersebut adalah potensi Indonesia. Indonesia dengan dua iklimnya, Indonesia dengan ribuan pulaunya, Indonesia dengan lautan luasnya, Indonesia dengan hutan luasnya, Indonesia dengan penduduk besarnya, Indonesia dengan aneka budaya dan nilai luhurnya. Tidak ada satu pun negara didunia ini yang sama dengan Indonesia. Indonesiaku adalah yang terbaik didunia ini. Bahkan katanya, segenap negara sahabat pun sangat mengakui potensi Indonesia ini dan sekaligus potensi kehebatan Indonesia ini.  Read more…

, , , , , , , , , ,

Oct
03

Kehilangan tokoh nasional

Notonogoro.com

Bangsa ini memang masih terus melakukan proses “penyaringan” menuju Indonesia Jaya yang Gemah Ripah Loh Jinawi. Dalam proses ini akan terbuka segala sesuatu yang menyangkut kekurangan yang harus di perbaiki oleh bangsa ini. Informasi kekurangan ini bentuknya bisa berbagai macam kejadian. Mulai dari bencana alam, kegaduhan dan berbabagi demo. Apalagi periode sekarang ini yang proses penyaringannya akan penuh dengan Kegaduhan yang tidak pernah berhenti. Pokoknya ada saja kegaduhan yang terjadi yang membuat segenap mereka yang mengerti proses “penyaringan” ini tersenyum-senyum dan bahkan tertawa keras saking lucunya kegaduhan yang terjadi. Memang sih sangat disayangkan hal ini terus terjadi dan entah kapan akan berhenti. Waktu terus terbuang percuma dan Indonesia akan semakin “terkucilkan” dalam pergaulan internasional. Indonesia di anggap negara besar tetapi diperlakukan sebagai anak kecil yang dikasih permen saja sudah senang sekali. Read more…

, , , ,

Sep
28

Era kegelapan

Notonogoro.com

Dalam lingkup kejadian yang besar di negara ini… sesungguhnya ibu Pertiwi pernah menangis sedih menyaksikan apa yang terjadi ditengah bangsa ini, yaitu pada saat proses pergantian pak Soeharto sebagai presiden Indonesia. sesungguhnya ibu Pertiwi sudah mempersiapkan penggantinya dan sudah siap untuk naik panggung sebagai presiden Indonesia. Sang pengganti ini sudah dipersiapkan puluhan tahun sebelumnya, bahkan sejak sang Pengganti ini masih bayi pun sudah ada dalam asuhan langsung ibu Pertiwi. Namun ternyata bangsa ini belum siap untuk terus maju dan melanjutkan apa yang telah dilakukan dan dicapai oleh pak Soeharto. Bangsa ini terjebak oleh emosi membenci pak Soeharto ketimbang mengakui apa yang telah dilakukan oleh pak Soeharto dengan Orde barunya. Jelas ada kekurangan disana sini namun bukan untuk dikhianati atau ditolak fakta yang sesungguhnya terjadi. Disinilah ibu Pertiwi menangis. Semua yang sudah dipersiapkannya menjadi tertunda hanya karena hawa nafsu sesaat bangsa ini.

Read more…

, , , , , , , ,