Archive

Posts Tagged ‘demokrasi Pancasila’

Jun
10

Ribut Pancasila

Notonogoro.com

Beberapa bulan belakangan ini kita disajikan mengenai keadaan dimana segenap dari masyarakat, siapapun mereka, membicarakan tentang NKRI dan Pancasila. Apapun latar belakangnya, hal ini memang terjadi ditengah kita sekarang ini. Sepertinya kesatuan dan persatuan bangsa ini sangat terancam dan perlu diingkan kembali bahwa NKRI adalah harga mati. Kita adalah bangsa yang plural dan menghargai perbedaan. Kita berbeda-beda tetapi tetap satu dalam NKRI. Demikian komentar dari banyak pihak tentang NKRI. Bahkan Pemerintah membentuk satu unit kerja lagi yang diberi tugas terkait dengan Pancasila. Kalau jaman Orba ada istilah P4 dan BP7. Read more…

, , , , , , , , , ,

Jan
31

Demokrasi Pancasila, kesejahteraan

Notonogoro.com

Sekarang ini gaya hidup hedon sudah menjadi budaya baru diperkotaan. Hidup bermewah-mewah tanpa mau tahu apa yang sedang dirasakan oleh orang sekitarnya adalah keseharian yang sering kita lihat. Tidak peduli dari mana uang yang diperoleh. Yang penting uang ya uang gue. Yang penting harta ya harta gue. Jadi terserah gue mau gue apain kek. Demikian hedonisme yang melanda segenap orang disekitar kita. Bahkan disinyalir nilai inipun sudah masuk kepedesaan. Sangat disayangkan nilai buruk ini bisa menggantikan nilai luhur bangsa ini yang selalu berbagi dalam kebahagiaan. Gotong royong dan saling membantu adalah nilai luhur kita termasuk didalamnya nilai berbagi dan tepo salero. Tidak baik bermewah-mewah sementara orang lain disekitar kita masih menderita kemiskinan atau kekurangan. Tidak elok pamer kekayaan kepada orang yang sedang dalam kesusahan. Demikian nilai luhur yang sebelumnya kita miliki. Read more…

, , , , , , , ,

Jan
29

Demokrasi Pancasila, musyawarah

Notonogoro.com

Leluhur bangsa ini selalu menempatkan musyawarah sebagai nilai luhur yang harus dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat. Makanya tidak heran dibanyak daerah selalu ada rumah adat tempat berkumpulnya segenap para tetua untuk membicarakan sesuatu. Semua pihak selalu dimintakan pendapat dan sarannya. Kemudian diambilah keputusan pada saat itu sebagai keputusan bersama. Apapun keputusan akan dijalankan oleh semua masyarakat tanpa kecuali. Selalu ada pemimpin dalam proses musyawarah tersebut. pemimpin ini adalah untuk memastikan proses berjalan dengan bijak dan adil. Pemimpin tidak berarti dengan otoriter memutuskan semuanya. Tidak ada otoriter dalam kamus bangsa ini. demikian juga pada era kerajaan dahulu. Selalu saja sang raja meminta pendapat para penasehatnya sebelum mengambil keputusan. Tentu saja ada raja yang zhalim dan otoriter tetapi tidak dalam konteks budaya bangsa ini. Read more…

, , , , , , , ,

Jan
28

Demokrasi Pancasila, Persatuan

Notonogoro.com

Siapapun selalu saja menyebutkan NKRI atau Negara kesatuan republik Indonesia sebagai harga marti. NKRI tidak bisa ditawar-tawar lagi. Namun banyak praktek sehari-hari yang  berbeda dengan hal tersebut. sungguh banyak pejabat yang digaji dengan uang rakyat justru lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan golongannya. Apalagi sebentar lagi akan Pemilu, maka pada saat itulah kepentingan bangsa dan Negara menjadi tersingkirkan. Yang akan mengemuka adalah kepentingan partai dan kepentingan pribadi nya. Semua akan dilakukan demi tujuan politiknya dan demi hal itulah mereka rela membuang tenaga, pikiran dan dana yang tidak sedikit. Dengan memenangi Pemilu dan dengan memegang kekuasaanlah mereka akan berjuang untuk bangsa dan negaranya. Indah sekali omongan seperti itu. Apa iya bro… bukankah kekuasaan yang dipeganglah yang akan dijadikan senjata mengeruk uang rakyat?…. Read more…

, , , , , , , ,