Archive

Posts Tagged ‘BUMN’

Jul
18

Masih menyedihkan

Notonogoro.com

Situasi dan kinerja pemerintah memang jauh dari kata memuaskan. Masiih terlalu banyak bolongnya. Walaupun sudah 9 tahun usianya tetapi tetap saja arah dan target yang dicapai masih sekedar jelas diatas kertas. Selebihnya adalah lemah dalam implementasi.lemah dalam operasional dilapangan. Sebenarnya hal ini wajar saja terjadi. Kenapa? Sejarah menunjukan jika orang pintar selalu lemah dalam implementasi. Bukan sekedar isapan jempol tetapi hal ini adalah fakta yang ada di dunia ini. bukan hanya terjadi pada level kepemimpinan suatua Negara tetapi juga terjadi pada level RT sekalipun. Tidak ada satu ilmu tentang kepemimpinan yang mensyaratkan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pintar dan tahu segalanya. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin dengan gelar master di pendidikan formalnya. Tidak ada dan memang tidak ada yang mensyaratkan seperti itu. Read more…

, , , , , , , , , , ,

Nov
24

BUMN untuk para expert

Notonogoro.com

Pernyataan Menko ekonomi bahwa BUMN seharusnya adalah tempat bagi para professional adalah pernyataan yang tepat dan sekaligus using. Entah sejak jaman kapan banyak pihak yang menyatakan hal seperti itu. Tetapi kenyataan selalu biacara lain. Tetap saja BUMN masih menjadi lahan dagang sapi para politikus. Yang lebih konyol lagi adalah BUMN dijadikan sapi perahan para politikus tersebut. Ada banyak cara yang dipakai untuk mendapatkan uang BUMN dan masuk ke kas politikus atau partai. Budaya ini masih berjalan sampai dengan saat ini. Read more…

, , , , , , , ,

Oct
11

Sulitnya mencari bos BUMN? Apa iya..

Notonogoro.com

Sejak jaman Orde Baru BUMN selalu dijadikan sapi perahan para pelaku politik. BUMN selalu dijadikan bancakan para pemegang kekuasaan. BUMN selalu dijadikan alat barter politik. Maka waajr saja jika BUMN tidak berkembang sebagai mana seharusnya. Banyak sekali BUMN dinegara ini dan sebagian besar dari mereka adalah BUMN kerdil dan hanya segelintir saja BUMN yang memberikan hasil bagi negara. BUMN selalu tidak dikelola dengan seratur peren profesional. Masih selalu diikat dengan kepentingan birokrasi. Masih sangat terbatas gerak langkahnya hanya karena menginduk pada gerak pemerintah. Read more…

, , , , , , , ,