Nikmat ada dalam diri kita

kemarin ini ada acara makan bersama dengan nasi liwet ala sunda asli. Artinya adalah nasi liwet yang pada saat dibuatnya dimasukan kedalamnya berbagai bumbu dapur seperti irisan cabe, bawang, daun sereh dan sebagainya. Jadi terasa gurih nasi liwet sunda ini yang jelas berbeda dengan nasi liwet Jawa yang biasanya agak lembek dan seperti ada santannya, mungkin looo tapi yang sebenarnya sih hanya orang Jawa  yang tahu. Nasi liwet sunda ini disajikan secara asli tradisional diatas daun pisang yang dibalik letaknya. Gambaran jelasnya seperti berikut ini.

Dua pelepah daun pisang dibersihkan dan diletakan diatas meja atau lantai dengan posisibawah menghadap keatas. Kemudian tumplekan (maksudnya nasi liwet diletakan) nasi liwet tersebut diatas daun pisah ini dan diratakan. Diatan nasi liwet ini diletakan beberapa lauk seperti ikan peda goreng dan beberapa ikan asin lainnya. Tentu ditambah tempe dan tahu goreng. Yang tidak boleh diliwatkan adalah lalapan dan sambel jletotnya (sambil dadakan yang sangat pedas). Kalau aslinya mah selalu ada lalap pete atau jengkol muda, tetapi kalau yang tidak suka ya jangan pakai lalap yang baunya cukup seru ini. Jadi penyajiannya seperti cara makan orang Arab, nasi ditaruh diatas Nampan kemudian dimakan bareng2 langsung dinampan tersebut. Hanya disini bedanya adalah karena daun pisangnya cukup luas maka masing-masing orang peserta makan membuat tumpukan  nasi sendiri-sendiri didepannya. Jadi kalau ada 6 orang yang makan sekaligus maka ada nasi liwet ditengah daun pisang dan 6 nasi liwet seukuran piring dihadapan setiap orang. Ngerti dong ente ya…dan dapat dibayangkan posisinya.

Dengan lauk yang seadanya tersebut kita makan langsung bersama-sama sambil bersenda gurau. Kebetulan makannya bersama buruh tani kasar yang ada diwilayah tersebut. Tidak ada jarak sama sekali. Siapapun dan apapun jabatannya duduk bareng dan makan bersama. Yang pasti tidak memakai sendok garpu, semua langsung pakai tangan saja. Masya Allah luar biasa nikmatnya. Terasa sekali makan inilah yang paling nikmat sedunia akhirat. Kalo Cuma hamburger, steak, sop dan teman-temannya mah lewat cing…..kalah jauh dengan nasi liwet sunda yang dimakan bersama-sama ini.

Ternyata memang semua makanan dan minuman hanya sebatas mulut saja  (baca fungsi mulut di notonogoro.com sebelumnya). Lewat dari mulut semua sama saja tidak ada rasanya. Jadi ngapaian kita ngoyo melakukan apa saja hanya untuk sesuatu yang hanya sebatas mulut saja. Yang paling penting lainnya adalah ternyata nasi yang paling enak adalah “syukur” dan lauk yang paling enak adalah “lapar”. Jadi hanya dengan makan nasi “syukur” dan lauk “lapar” lah semua terasa enak nikmat luar biasa tidak tertandingi. Terima kasih ya Tuhan…

Bayangkan bedanya dengan makan “rakus dan sombong” dan  makan “gengsi dan harga diri”. Sesungguhnya makanan seperti ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak terasa nikmat sejatinya. Tidak terasa berkahnya. Tidak terasa syukurnya. Sepertinya makanan “rakus dan sombong” dan “gengsi dan harga diri” adalah makanan yang tersaji “karena saya bisa membelinya” bukan karena rasa syukur dan rezeki pemberian Tuhan. Itu semua dari dan untuk saya, tidak ada Tuhan didalamnya. Cilaka kamu yang termasuk golongan seperti ini.

Jadi melalui nasi liwet dan kebersamaan tersebut dihadirkan melalui kebesaran Tuhan rasa nikmat, bahagia, persaudaraan  yang sangat indah dan berkesan. Jadi marilah saudara-saudara coba makan nasi liwet dengan kebersamaan untuk mendapatkan nikmat Tuhan yang sesungguhnya bahwa nikmat dan kebahagiaan itu ada didalam hati kita masing-masing. Nikmat dan berkah dari Tuhan tidak nempel dijabatan dan kekayaan.

Bukalah baju dunia mu dan pakailah baju bathin mu maka kamu akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagian sejati. Terima kasih ya Tuhan dengan segala Rezeki dan nikmat Mu yang tidak akan pernah bisa kami hitung………

Comments are closed.