Bogor kota pemerintahan

pada tahun 2010 ini cukup sering diberitakan pada berbagai media yang ada tentang wacana pemindahan ibukota dan juga pusat pemerintahan dari kota Jakarta ke berbagai kota di Indonesia. Baik tetap di pulau Jawa sampai diluar pulau Jawa. Berbagai alasan disampaikan oleh masing-masing pengusul atau pendukung dari usulan yang disampaikan. Mulai dari semerawutnya lalu lintas di kota jakarta sampai penataan kembali antara ibu kota dan kota pemerintahan dimana kedua kota tersebut harus dipisahkan.

sepertinya pemisahan antara ibu kota dengan kota pemerintahan adalah solusi yang paling rasional dan berbiaya lebih murah. Baik biaya investasi atau pembangunan maupun biaya sosial berupa perasaan dan protes warga Jakarta atas pemindahan kedua jenis kota tersebut dari Jakarta.

Masalah Jogja saja demikian ramainya apalagi pergantian ibu kota dari Jakarta ke kota lainnya. Pasti akan sangat besar protes dan demo yang akan terjadi dan bahkan mungkin akan melibatkan segenap pulau Jawa jika kedua kota tersebut dipindah keluar pulau Jawa. Wah pokoknya serem deh ngebayanginnya.

Pada sisi lain, mempertahankan kedua kota tersebut, ibu kota dan kota pusat pemerintahan,  tetap di Jakarta juga bukan pemikiran yang cerdas. Sudah sangat tidak mungkin kota Jakarta mampu menangani kedua fungsi tersebut untuk beberapa tahun kedepan. Entah kapan datangmya pemimpin Jakarta yang mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Jakarta sehingga Jakarta benar-benar menjadi kota yang nyaman. Semua hanya selogan saja tanpa tindak lanjut yang jelas. Kita tidak bisa menunggu. Keputusan harus secepatnya dibuat. Pindah semuanya dari Jakarta atau hanya kota pusat pemerintahan saja yang pindah ke kota lain.

Sepertinya semua masyarakat yang beriman, berakal dan waras pasti lebih mendukung untuk memindahkan pusat pemerintahan keluar kota Jakarta dan Jakarta tetap menjadi ibu kota negara Indonesia. Ibu kota tetap di Jakarta sudah menjadi harga mati bagi siapapun. Telalu banyak ikatan bathin, sosial budaya, sejarah dan emosi yang telah terlibat didalamnya selain biaya yang super besar untuk membangun ibu kota baru. Jadi kita bisa fokus hanya pada memindahkan pusat pemerintahan saja.

lalu kemana?…banyak alternatif dengan masing-masing argumennya. Hampir bisa dikatakan semua kota besar pasti sangat menginginkan menjadi kota pusat pemerintahan. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan status tersebut. Para ahli pasti akan dilibatkan untuk mendukung masing-masing kota yang menjadi kandidat.

lha iya..jadi lalu kemana pindahnya??!!…biarkan para pakar perkotaan berpikir dan berbicara dengan segala ilmu dan kepentingannya. Tapi marilah kita sebagai rakyat biasa yang beriman, berakal dan waras melihat dan berpikir dengan jauh lebih sederhana berbasis hati nurani.

Walaupun hanya pusat pemerintahan saja tetapi tetap saja repot, ribut, ruwet dan butuh biaya besar untuk membuat kota pemerintahan baru yang sangat jauh dari kota pusat pemerintahan yang lama. Pemindahan pasti dilakukan secara bertahap dan tidak akan sekaligus. Oleh karena itu jarak yang dekat dan bahkan bisa dikatakan terintegrasi dengan Jakarta adalah tempat yang harus dipilih. Jadi kota Bogor adalah satu-satunya kota yang paling tepat menjadi kota pusat pemerintahan. Bogor akan memudahkan bagi siapapun untuk pindah dari Jakarta atau bahkan tetap di Jakarta untuk sementara waktu dan bekerja di Bogor. Luas Bogor sangat memadai untuk dijadikan kota pusat pemerintahan. Haweeenye juga sangat pas dibandingkan Banten dan Bekasi. Sejuk dan sejuk. Soal macet mah masih sangat mudah diselesaikan dibandingkan kemacetan Jakarta.

Itu dari sisi jarak, bagaimana jika dilihat dari sisi wujud dan lokasi peta bumi. Kota Bogor adalah salah satu dari sangat sedikitnya lokasi kota di Indonesia ini  yang dikelilingi gunung dan berhalaman laut. Belakang ada gunung, samping kanan ada gunung, samping kiri ada gunung dan halaman depan laut Tanjung Priok di Jakarta. Bagi mereka yang bathinnya peka pasti sangat setuju kota yang berbentuk seperti ini adalah ciri kota terbaik lahir dan bathin. Kota yang berbentuk Bokor. Jadi Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tempat menampung makanan pokok. Pusat sajian pokok. Pusat tersedianya makanan. Pusat masuknya  makanan. Yang berarti pusat kehidupan. Makanya di Bogor atau Kebun Raya. Kebun simbol kehidupan jagad raya.

Lalu kenapa nenek kakek kita, siapapun dia secara phisik,  telah membangun istana Bogor dan bahkan bisa dibilang ada 3 istana disekitar Bogor, yang lainnya adalah istana Batu tulis dan Istana Cipanas. Kenapa pertemuan Apec dilakukan dikota Bogor?.. Kenapa?.. karena mereka sudah tahu dan merupakan bagian dari sinyal langit bahwa jika sudah saatnya tiba maka kota Bogor akan menjadi kota pusat pemerintahan Indonesia.

Dimana tepatnya lokasi Bina Graha?…. mau tahuuu??!!.. di Lapangan Sempur disamping Istana Bogor. Disitulah akan dibangun Bina Graha yang ada jalan tembus bawah tanah ke Istana Bogor. Disitulah presiden akan berkantor.

Bagaimana dengan kementrian dan lembaga negara yang lain. Silahkan saja bertebaran dikota Bogor. Mulai dari Sentul, Cibinong, Rancamaya, Ciawi, pusat kota Bogor sampai dengan ke Dramaga. Silahkan dibangun gedung pemerintahan dan perumahan PNS. Tapi yang pasti pembangunannya tidak kearah puncak dan cianjur tetapi lebih kearah Dramaga sampai kearah Banten.

Pindahnya pusat pemerintahan ke kota Bogor. Terbukanya Banten via belakang Bogor. Matinya semua rusa di Istana Bogor adalah simbul dan awal gemah ripahnya Indonesia ini. Semoga kita semua bisa menyaksikan dan terlibat dalam proses ini. Amin.

Comments are closed.