siapakah SBY

Presiden kita sekarang ini dikenal dengan istilah SBY yang merupakan kependekan dari nama panjangnya. Orangnya memang cerdas dan terpelajar. Terlihat  sopan dan kental kultur jawanya. Tinggi perawakannya. Gagah penampilannya dan ganteng wajahnya. Bersih dan serasi cara berpakaiannya. Perfectionist kesannya. Halus dan runtut bicaranya. Ucapan dari mulut selalu seirama  dengan gerak tangannya.

Dia adalah presiden pertama yang langsung dipilih oleh rakyat sejak runtuhnya rezim orba. Dia adalah presiden yang utuh. Presiden yang real presiden. Sedangkan presiden lainnya sebelum dia dan sesudah Soeharto adalah presiden warisan. Wajar saja jika ada diantara sebagian kita yang mengatakan bahwa Indonesia sampai dengan sekarang ini baru memiliki tiga real presiden walaupun secara defacto dan dejure sudah ada enam presiden. Presiden warisan tidak dihitung sebagai real presiden dan tidak bisa disejajarkan dengan dua presiden sebelumnya. Hanya SBY yang bisa disejajarkan dengan mereka.

Ada juga yang mengatakan atau menganalisa bahwa SBY sebenarnya bukan pilihan pertama dan utama sebagai real presiden pengganti Soeharto. Sudah ada satu jendral yang sudah dipersiapkan dengan matang untuk menggantikan Soeharto. Tetapi karena terjadi perubahan zaman khususnya di Indonesia ini maka sang aktor utama tidak bisa acting sebagai presiden. Ditampilkanlah presiden warisan sebagai bagian dari perubahan zaman tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan ditampilkannya real presiden, yaitu SBY, yang merupakan pemeran pengganti dari pemeran utamanya. Dengan kata lain karena zaman berubah maka pemeran utamanya juga berubah.

Perubahannya sangat mendasar sekali. Penampilan phisik seperti disampaikan diatas memang sangat baik tetapi dari segi kepemimpinan masih jauh dari cepat dan tegas. Jangan pernah berharap SBY berpikir dan bertindak lugas. Jangan pernah berharap dia cepat mengambil keputusan. Tidak akan pernah setidaknya sampai dengan saat ini. Karena itu bukanlah karakter dia. Karakter bawaan oroknya adalah pikir, analisa, pikir, analisa, pikir, analisa baru membuat keputusan yang kadang-kadang ketinggalan kereta.

Jadi tugas dia adalah membuka dan menghantarkan demokrasi di Indonesia. Membuka pentingnya pemimpin berpendidikan tinggi dan berwawasan luas. Pentingnya sopan santun dan etika dalam berpolitik berbangsa dan bernegara. Pentingnya pemimpin memberi contoh dan tauladan. Pentingnya pemimpin bersih dari KKN. Bagaimana seharusnya menjad seorang negarawan bertaraf internasional.

Selain itu tugas lainnya yang mungkin tidak disadari oleh beliau adalah membuka penyakit dan borok yang ada di bangsa dan Negara ini. Bentuknya bisa macam-macam. Bisa berupa bencana dan bisa berupa terungkapnya kebobrokan aparat kita, siapapun dan dari institusi manapun dia berasal. Jangan berharap SBY menyelesaikan semua kondisi itu. Tidak. Karena bukan itu tugas dia. Tugasnya hanya membuka masalah dan bukan menyelesaikannya. Tetapi jangan lalu diartikan beliau tidak punya tugas yang telah dan bisa dilesaikan. Ini hanya menggaris bawahi saja.

Dia deklarasikan pemberantasn korupsi. Dia ciptakan satgas pemberantasan mafia hukum dan sebagainya. Tetapi tidak berarti KKN akan habis di Negara ini. Tidak berarti  penegakan hukum akan adil. Penuntasannya akan dilakukan oleh penggantinya kelak. Jadi penggantinya sudah tahu dan mengerti apa saja masalah yang ada, bagaimana prioritas penyelesainnya, bagaimana menyelesaikannya. Tanpa bantuan SBY yang membuka semua masalah maka siapapun akan sulit membawa Negara ini kearah cita-cita pendirian Negara ini.

Untuk lebih jelasnya lagi. SBY banyak membuat unit-unit khusus dan adhoc disekitar kekuasaan pemerintahannya. Memang terkesan pemborosan dan bagi-bagi kekuasaan untuk konco-konco pendukungnya. Silahkan saja berpikir seperti itu. Tetapi yang sesungguhnya adalah dia, tanpa sadar, memberikan penjelasan kepada bangsa ini, khususnya kepada penggantinya, bahwa ada fungsi-fungsi yang seharusnya berjalan dikementrian tetapi tidak bisa berjalan,  makanya ditampilkan dalam unit atau satgas tersebut. Jadi penggantinya nanti hanya tinggal memasukan fungsi unit-unit tersebut ke institusi yang  seharusnya dan dijalankan serta berjalan dengan baik dan benar.

Jadi zaman SBY adalah zaman pembukaan masalah. Zaman penyaringan. Zaman penciptaan pempimpin baru yang akan tampil pada saatnya nanti. Sabar ya…

Comments are closed.