Home » EKONOMI » Mobil dinas-antar jemput
Dec
20

Mobil dinas-antar jemput

Notonogoro.com. Seluruh institusi di Indonesia ini memiliki mobil dinas, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, polisi, DPR, DPRD dan sebagainya. Mobil dinas ini syah saja dipakai untuk operasional sehari-hari dan memang sangat dibutuhkan. Tanpa mobil dinas sepertinya akan lebih banyak biaya operasional yang akan dikeluarkan, misalnya untuk bayar taksi..tetapi apa iya seperti itu?…

Namun demikian yang harus disadari oleh kita semua adalah bahwa semua mobil dinas tersebut adalah milik pembayar pajak, milik rakyat Indonesia karena dibeli dan dibiayai  sebagian dari uang pajak yang dibayar oleh rakyat Indonesia, baik sebagai pribadi maupun sebagai badan usaha. Jadi harus dipakai sebagaimana seharusnya dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya, lho kok gitu…

Jika mobil dinas diartikan sebagai mobil antar jemput karyawan maka pertanyaannya adalah apakah seluruh karyawan yang memanfaatkan mobil antar jemut tersebut tidak menerima lagi uang transport atau masih tetap menerimanya atau dengan kata lain menerima uang transport dua kali,  pertama berupa mobil antar jemput dan yang kedua berupa uang transport yang dibayarkan kepadanya. Kalau memang seperti ini kondisinya apakah wajar jika kita meminta salah satunya tidak dibayarkan sehingga dapat menghemat anggaran. Atau malah justru kondisi tersebut adalah wajar-wajar saja karena gaji mereka dinilai masih kecil dan akan semakin kecil jika harus dipakai untuk membiayai transportasi sehari-hari. Jadi report deh kalau sudah begini. Bagaimana dengan pegawai yang karena suatu hal tidak bisa memanfaatkan mobil antar jemput tersebut, apa mereka dirugikan atau mereka juga mendapat kompensasi lain demi keadilan diinstansi tersebut. Hanya mereka yang tahu…

Kalau mau dilihat fakta sedikit lebih detail lagi adalah bagaimana dengan pedapatan yang diperoleh oleh supir yang setiap hari mengangkut penumpang non pegawai resmi dengan mengutip sejumlah uang tertentu. Antar jemput sekalian ngompreng gitu. Hal ini juga sudah menjadi hal umum dan terjadi setiap hari. Kelihatannya saling menguntungkan, tetapi apa iya seperti itu.

Seharusnya hal ini kan melanggar peraturan, tetapi siapa yang peduli, ngapain sih ngeributin yang kecil-kecil begini, korupsi yang jauh lebih besar masih banyak yang harus bereskan. Yang kecl seperti ini sih tidak akan membuat Negara bangkrut dan tidak akan membuat karyawan jadi kaya raya. Jangan Cuma berani dengan orang kecil aja dong……………kok jadi ruwet ya… ya memang seperti inilah potret keseharian kita. Yang salah bisa dinilai tidak salah dan wajar-wajar saja, lah wong korupsi ratusan milyar saja  dianggap biasa-biasa saja malah dijadikan makan siang atau bancakan  besama kok yang kecil mau diramein. Sampai kapan ya bangsa kita seperti ini.

, ,

Comments are closed.