Home » POLITIK » Reshuffle dagang sapi
Oct
15

Reshuffle dagang sapi

Notonogoro.com

Sepertinya semakin dekat reshuffle kabinet akan dilakukan. Tentunya kita benar-benar berharap reshuffle ini berdasar pada kebutuhan dan target kinerja yang akan dicapai.  Buatlah kabinet yang berbasis profesionalisme dan menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan Negara. Kita sangat merindukan sekali kabinet yang seperti ini. Namun demikian, sangat kental dirasakan dimasyarakat bahwa reshuffle ini tidak akan pernah menjadi reshuffle yang kita dambakan tersebut. Semua tetap akan berdasar kepada kepentingan kekuasaan semata. Artinya dagang sapi tetap akan terjadi dan justru menjadi dasar dari perubahan kabinet ini.

Silahkan saja SBY berbicara apapun tentang perubahan kabinet ini. Silahkan saja dengan segala kemampuan bicara dan kemampuan membuat wacana menjual isu reshuffle ini. Pada akhirnya kenyataan lah yang akan membuktikan ucapannya. Seberani apa dia melakukan perubahan dari kepentingan kekuasaan menjadi kepentingan bangsa dan Negara. Data menunjukan tidak mungkin berani SBY melakukan perubahan besar tersebut. Yang pasti dilakukan tetap politik dagang sapi sebagaimana semakin dirasakan oleh masyarakat.

Jatah mentri setiap partai kemungkinan besar akan tetap sama, andaikan berubah sepertinya akan mengorbankan partai kecil yang ada dalam koalisi. Dari unsur partai kemungkinan hanya menggeser atau mengganti tetapi tetap dari partai tersebut.  Kesan perombakan besar-besaran akan ditampilkan tetapi sebenarnya itu hanya tukar guling saja.  Jika hal ini benar terjadi maka mutlak dan tidak terbantahkan bahwa SBY  tersandera oleh koalisi. SBY tidak  bebas melakukan apapun sesuai hak prerogative nya . apapun yang SBY katakana bahwa dia tidak tersandera tetapi fakta bicara lain.

Pada sisi lain kita juga akhirnya sadar bahwa kabinet sekarang ini semakin gemuk. Semakin banyak uang rakyat untuk membayaran para pejabat tersebut. Wakil mentri nambah lagi. Apa iya butuh wakil mentri. Andaikan butuhpun maka  kementrian mana yang benar-benar butuh wakil mentri. Apa iya sudah tidak ada lagi kemampuan Dirjen menjalankan tugasnya sehingga harus ditambah seorang wakil mentri. Apa tidak terpikir bahwa mentri itu selalu punya tenaga ahli dan staf pribadi dengan kepentingan sang mentri sebagai patokannya. Bagaimana jika sang wakil mentri bentrok dengan para dayang ini. Jangan-jangan saling curiga justru tumbuh diantara mentri dan wakilnya. Kalau sudah begini apa iya kinerja jadi bagus. Tidak salah kan kalau dibilang politik dagang sapi selalu saja menjadi dasar kebijakan.

Kita juga sadar bahwa koalisi adalah tentang politik. Politik adalah tentang berbagi kekuasaan. Tetapi apakah PD dan SBY punya posisi kuat dengan leadership yang kuat untuk mengatur koalisi itu sendiri. Karena posisinya yang rawan dan kurang percaya diri itulah akhirnya koalisi yang terbentuk adalah koalisi semu berbasis kepentingan masing-masing partai. Jabatan mau kerja sama tidak mau. Itukan yang terjadi sekarang ini. Dengan kondisi seperti ini apa iya bisa tercapai target yang ada.

Kadernya masuk kabinet tetapi pengurus partai dan anggota legislatifnya menjadi oposisi bagi pemerintah. Itulah faktanya. Jadi dengan koalisi dagang sapi maka kabinet yang terbentukpun akan menjadi kabinet dagang sapi. Reshuffle yang akan dilakukan juga reshuffle dagang sapi. Hasil akhirnya adalah banyak binatang peliharaan dalam kabinet.  Yang namanya binatang doyannya hanya makan. Andaikan diminta kerja maka akan kerja hanya semaunya sendiri saja dan untuk kepentingan diri dan kelompoknya saja. Sang gembala harus sibuk ngurus tuh piaraan. Banyak waktu yang terbuang dan capee deehhh…

Jadi Seharusnya koalisi nya yang dibenahi. Dibuat garis yang  jelas tugas dan tanggung jawab. Kue mana milik para professional dan kue mana milik partai politik termasuk pembagiannya. Jika tidak mau maka keluar dari koalisi sebagai pilihan. Tidak usah takut ditinggal dan dirusak oleh DPR. Masa bodo aja, yang penting kerja sebaik-baiknya untuk bangsa dan Negara. Terbuka saja sehingga rakyat bis melihat dan memonitor. Kalau benar kerjanya dan rakyat merasakan hasilny maka segenap rakyat pasti akan mendukung. DPR tidak ada apa-apanya jika rakyat yang mendukung…

Jadi hentikanlah politik dagang sapi agar bisa berhenti menjadi binatang piaraan….

, , , , , , , ,

Comments are closed.