Home » POLITIK » PKS kok gaduh amat sih
Oct
12

PKS kok gaduh amat sih

Notonogoro.com

Sepertinya reshuffle akan benar-benar dilakukan oleh SBY. Apapun kualitas reshuflenya yang kita terima saja. Reshuffle beneran berbasis profesionalisme atau reshuffle asal geser kita tunggu saja faktanya. Setidaknya kita bisa melihat SBY punya keberanian untuk melakukan reshuffle. Namun pada sisi lain ada satu partai, yaitu PKS, kok berisik bener ya mensikapi isu reshuffle kabinet ini. Ada saja yang mereka komentari dimedia masa. Sepertinya PKS sangat takut kehilangan kursi di kabinet. Rupanya PKS sudah sadar sepenuhny bahwa memiliki kekuasaan jelas sangat menguntungkan bagi partai. Kekuasaan itu ada di posisi mentri yang dijabat oleh kadernya.

Dengan kekuasaan ini sepertinya membuka kesempatan bagi partai untuk mendapatkan berbagai keuntungan financial. Kita semua tahu lah apa yang dilakukan untuk mendapatkan dana bagi parai melalui kekuasaan yang dipegangnya. Kita juga semua tahu kok kalau partai gurem bisa menjadi partai mewah hanya dalam sekejap hanya karena banyak kadernya yang memegang kekuasaan. Partainya saja dapat bagian bagaimana dengan kadernya ya….

Dengan rencana reshuffle ini PKS sudah menebar ancamannya untuk membuka ke publik kontrak politik antara PKS dengan SBY. Disitu disebut bahwa PKS akan mendapatkan jatah 3 mentri dikabinet. Jika pada reshuffle ini jatahnya berkurang maka akan disebar kontrak itu ketengah masyarakat melalui media tentunya. Wajar sih jika orang kecil gertak sana gertak sini untuk menunjukan kehebatannya. Tepi kan justru sebenarnya cara lugu dan kampong ini justru menjelaskan kepada masyarakat kualitas dan wawasan politik PKS itu sendiri. Dari partai yang mengusung kebersihan menjadi partai yang doyan kekuasaan.

Ancaman itu kan mencerminkan juga bahwa PKS tidak mengerti konstitusi. Mentri itu kan urusannya presiden. Dia bisa kotak kutik semaunya dan resiko ada ditangan presiden. Partai koalisi memang juga punya hak nego dengan presiden tetapi  tidak bisa memaksa presiden untuk mendapatkan suatu jatah mentri tertentu. Gini aja deh analisanya, jika presiden bilang lu PKS sekarang Cuma dapat dua mentri, mau terima apa nggak…artinya kontrak baru disodorkan. Jika tidak setuju ya jangan mau masuk kabinet. Keluarnya aja jadi oposisi. Paling miskin. Jadi kontrak jika mau dianggap penting tetapi dapat dirubah kapan saja semaunya presiden.

Lagian ngapain juga sih teriak terus bikin rebut soal jatah mentri ini. Emangnya gak lihat tetangga sebelah pada anteng tenang-tenang saja. Kok ente sendiri sih PKS  yang kebakaran jenggot. Kalau maul obi ya lakukanlah lobi politik tingkat tinggi sebagaimana dilakukan oleh Golkar. Itu namanya mateng dalam berpolitik. Diam dan normative saja jawabannya tetapi dibalik itu kerja keras lobi kiri kanan. Bukannya teriak dijalanan seperti itu. Jadi semakin ketahuan kan kelas partai ente…

Kalau tidak bisa melakukan lobi tingkat tinggi, ya sudah terima saja nanti dapatnya berapa mentri. Jangan menebar fitnah lagi ke jalanan bahwa ada mentri PKS yang dipesan oleh satu kelompok untuk diganti atau disingkirkan. Kampungan banget sih…pokoknya jadilah politikus yang handal ,sopan dan penuh etika. Jangan menjadikan media sebagai sarana perang atas presiden. Ente kan butuh jabatan dan kekuasaan untuk pemilu 2014 maka sowan dong ke level tingkat tinggi. Bicara baik-baik. Nah kalau ternyata ente juga sulit untuk mendapatkan akses ke istana ya ente ngaca aja sendiri kira-kira ente PKS dianggap apa oleh SBY. Contoh deh PPP dan PKB, mereka akan tenang dan normatif saja. Justru yang seperti iin yang akan mendapat banyak perhatian ketimbang yang berisik dan gaduh.

Jadi jangan sampai salah langkah karena akan rugi di pemilu nanti. Kalau miskin mau kampanye pakai apaan…

, , , , , , , , ,

Comments are closed.