Home » EKONOMI » Ketahanan pangan masih tanda tanya
Jun
27

Notonogoro.com

Pada Orba kita pernah mencapai ketahanan pangan yang sangat stabil. Surplus beras selalu dapat dijaga  untuk katahanan pangan kita. Sejak itu tidaka ada yang namanya import beras dari luar negeri. Namun semua itu porak poranda pada saaat runtuhnya Orba. Produksi beras jauh berkurang. Tidak ada program pemerintah untuk menjaga swasembada pangan ini. Sawah produktif berubah bentuk  menjadi kawasan perumahan dan industri. Penecetakan sawah baru di luar jawa masih lebih kecil dari hilangnya sawah tersebut.

Sangat menyedihkan situasi ini. Demokrasi dan otonomi daerah telah merusak semua yang telah dicapai. Indonesia yang demikian luas telah berubah menjadi hanya sebagai daerah tingkat II saja. Terkesan mereka bebas merubah peruntukan setiap wilayah. Yang penting ada uang masuk ke kantong pejabat. Sawah berubah jadi pabrik, Sawah berubah jadi perumahan, irigrasi hancur adalah hal biasa. Tidak ada yang menangis melihat kondisi ini. Pemerintah pusat mengandalkan pemerintah daerah. Pemerintah daerah sibuk sendiri cari makan. Sinkronisasi proyek dan pembangunan menjadi tidak jelas.

Import beras menjadi digalakan. Karena import ini mengu ntungkan segelintir orang dalam KKN nya. rente import ini telah menghancurkan semangat swasembada beras. Tidak ada tahun tanpa import. Sebesar apapun produski beras yang dicapai saat ini tetap saja import beras dilakukan. Dalam bisinis import beras ini ada saja kepentingan partai dan politik didalamnya. Semua bermain. Semua berpikir pendek. Semua tidak peduli dengan arah dan target pembangunan negara ini.

Sangat miris sekali melihat situasi ini. Negara yang selalu digembar gemborkan sebagai negara agraris, luas dan subur kok tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan dan buahnya sendiri. Kalah dari negara Thailand dan Vietnam. Fakultas pertanian seabrek-abrek. Sarjana pertanian ngabalatak. Tapi kok nggak ada buah-buahan unggulan yang dibanggakan. Semua masih tumbuh alami. Tidak ada yang besar-besaran melakukan budidayanya. Entah siapa yang bodoh dinegara ini..

Demikian juga dengan peternakan. Bagaimana mungkin kita masih saja tergantung dengan import sapi dari Australia. Entah sudah berapa puluh tahun hal ini terjadi. Kok nggak ada ya yang bisa menjadikan atau membuat industri peternakana dinegara ini. Sapi kek, kambing kek, kerbau kek, kok Cuma mentok diayam dan ikan saja.  Sebenarnya inikan satu peluang industri yang sangat luar biasa besarnya. Kok nggak ada yang garap ya…kok pemerintah masih hanya sebatas rencana saja ya…

Apa iya industri pertanian dan peternakan adalah industri yang sedikit marginnya?.. nggak kok…negara tetangga justru besar-besaran menggarap wilayah ini. Sebenarnya hanya masalah bagaimana pemerintah membuat agenda dan target yang jelas saja kok. Beri dong berbagai fasilitas untuk para pemodal menanamkan modalnya pada industri ini. Jangan hanya mengandalkan usaha kecil dan tradisional saja. Hanya mengandalkan para petani dan peternak alami alami saja.

Jadikan para pemodal itu untuk Cetak ribuan hektar sawah dong. Cetak ribuan hektar kolam ikan dong. Cetak ribuan hektar peternakan dong. Cetak ribuan hektar perkebunan buah-buahan dong. Kalau sudah dalam skala industri kan pasti besar marginnya. Kitakan tahu banyak konglomerat pertanian, perkebunan dan peternakan didunia ini. Artinya industri ini kan sangat menguntungkan. Coba deh hitung berapa banyak tenaga kerja yang tercipa. Coba hitung berapa banyak wilayah terjaga keasriannya. Berapa banyak kawasan hijau tercipta dan terjaga hijaunya. Pokoknya indah deh alam Indonesia ini jika undustri ini dikembangkan.

Artinya kan lingkungan alam terjaga, go green gitu looo, dunia wisata alami tercipta. Pendidikan pertanian, perkebunan dan peternakan kembali masuk kehabitatnya. Tidak bertebaran menjadi salesmen  alat produksi pertanian doang…mekanisasi proses akan terjadi…masa mau pake kebo terus nggarap sawah..kuno deh looo..pake mesin dong…jadi hasilnya lebih baik dan lebih efisien tentunya…kalau sudah begini kan ketahahan pangan kita akan terjamin dan stabil sekarang dan masa akan datang..untuk anak cucu kita gitu kan ya….

Ayu kita dukung para pengusaha sejati dalam bidang pertanian, perkebunan dan peternakan ini…

, , , , ,

Comments are closed.