Home » EKONOMI » Percepatan pembangunan infrastuktur Indonesia
Mar
28

Notonogoro.com

perlu diacungi jempol kepada pemerintahan sekarang tentang usahanya membuat perekonomian Indonesia bergerak maju menjadi lebih baik dan stabil. Sangat banyak sekali yang tidak setuju dengan kebijakan ekonomi SBY dan tim nya yang sering disebut sebagai penganut paham kapitalis dan bahkan paham feodal. Paham yang secara sederhana dianggap bertentangan dengan semangat perekonomian kita yang maunya berdasar ekonomi kerakyatan yang menggariskan kesejahteraan harus merata dan dinikmati secara adil oleh rakyat Indonesia. Selain itu juga posisi Indonesia tetap harus menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri. Dalam artian semua sumber daya alam tetap miliki dan dalam kendali bangsa ini. Kondisi yang sepertinya masih terjadi pertentangan di para ahli ekonomi dan pelaku bisnis lokal.

Terlepas dari pertentangan ini, apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dinegara ini adalah langkah yang tepat. Dengan kondisi infrastruktur yang ada sekarang adalah sangat tidak mungkin untuk mempercepat pembangunan ekonomi negara ini. Ketersediaan listrik, air, jalan, pelabuhan dan telekomunikasi masih sangat jauh dari apa yang diharapkan oleh para pelaku bisnis. Semua itu harus diperbaiki dan disediakan dengan baik dan lancar. Pelaksanaannya pun tidak harus satu per satu menunggu antrian. Pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara paralel.

Pendanaan pemerintah jelas sangat terbatas. Peran dunia swasta, baik lokal dan internasional,  sangat diharapkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur ini. Jelas ini adalah hitungan bisnis. Selama menguntungkan maka para investor akan masuk dengan senang hati. Syukur kalau investor lokal banyak terlibat juga. Pembangunan infastruktur ini jelas sangat membutuhkan dana yang sangat besar sekali. Maka konsesinya juga akan sangat panjang, bisa 30-40 tahun. Konsesi yang panjang ini jangan diartikan sangat lugus ebagai ekonomi kita dikuasai oleh investor asing atau dengan kata lain ekonomi kita dijajah oleh asing. Kita tidak boleh terlalu lugu seperti itu.

Kita harus melihat secara jernih dan menyeluruh. Dengan terpenuhinya segala infrastuktur yang dibutuhkan maka semua sektor ekonomi akan tumbuh dengan cepat. Akan menggeliat dengan luar biasa sekali. Efek multipliernya akan sangat mendorong tumbuh kembangnya ekonomi negara termasuk ekonomi daerah. Lapangan kerja otomatis terbuka lebar. Pendidikan pasti akan berkembang lebih baik untuk menyediakan tenaga trampil. Dengan kata lain, dengan memberikan sektor swasta untuk membangun infrastruktur ekonomi maka ekonomi secara keseluruhan akan bergerak.

Ekspor impor akan lancar karena pelabuhan dan fasilitasnya tersedia dengan pelayanan yang standard internasional. Pergerakan barang didarat akan lancar tanpa hambatan dengan dibangunnya akses jalan ekonomi dari pergudangan dan industri sampai kekonsumen. Lancarnya distribusi barang akan menjamin tumbughnya bisnis. Supply listrik dan telekomunikasi akan mencukupi semua kebutuhan gerak ekomoni. Investasi apapun dapat dilakukan dengan jaminan ketersediaan listrik, telpon dan air sesuai kebutuhan yang ada. Perizinan akan sangat sederhana dan terintegrasi secara sinergis antara pusat dan daerah.  Semua titik akan bergerak dengan tersedianya infastruktur yang memadai.

Masalahnya adalah pelaksanaan dari rencana proyek percepatan pembangunan infrastuktur ini apalah dinilai sebagai kebutuhan bangsa dan negara ini atau dianggap sebagai milik pemerintah sekarang saja. Oleh karena itu diperlukan undang-undang yang dapat menjamin pelaksanaan proyek ini sebagai kebutuhan dasar negara ini. Siapapun pemerintahnya proyek ini akan terus berjalan sebagai amanat undang-undang. Jangan sampai rencana bagus ini hancur berantakan karena terjadi perubahan kekuasaan.

Bagaimana jika ternyata proyek ini menimbulkan KKN?…. ya bagaimana ya…pelan-pelan lah kita perbaiki

 

, , ,

Comments are closed.