Home » BUDAYA, EMBUN PENYEJUK IMAN » Jangan melawan alam
Apr
02

Notonogoro.com

Segenap kita pasti mengenal atau mengetahui berbagai sebutan dan cerita terkait alam. Misalnya sumber daya alam, kekuatan alam, bencana alam, kekayaan alam, energi alam dan sebagainya. Masing-masing istilah tersebut mempunyai definis sendiri-sendiri. Namun intinya adalah bahwa alam ada dan memiliki kekuatan dan caranya sendiri dalam menunjukan dirinya. Sesungguhnya alam adalah kekuatan yang paling lembut dan penuh cinta ksih sayang. Alam sangat sabar menerima apapun atas dirinya. Alam selalu memberi sinyal alam bahwa sesuatu baik untuk dilakukan dan sesuatu yang lain tidak baik untuk dilakukan. Masalahnya adalah kita sebagai penghuni alam yang terlalu sombong untuk menurut dengan kehendak alam. Pada saat alam dengan terpaksa melakukan sesuatu karena perbuatan kita maka kita dengan mudahnya menyebut bahwa alam marah, bahwa alam murka dan sebagainya. Padahal itu semua adalah kehendak kita sendiri melalui perbuatan kita.

Kita bisa sepakat bahwa alam mempunyai energi luar biasa yang kita sebut sebagai energi alam. Kita bisa sepakat bahwa alam sesungguhnya juga memiliki kehendak sendiri. Kekuatan dan energi alam tidak akan ada yang membantahnya. Tetapi kehendak alam pasti masih banyak yang mempertanyakannya. Alam kok punya kehendak. Untuk apa alam berkehendak?. Memangnya alam punya nyawa?. Memangnya alam punya rasa? terus dan terus pertanyaan seperti ini bisa muncuk kapan dan dimana saja.

Yes.. Alam punya kehendak. Kehendak alam adalah kehendak tertinggi yang tidak bisa dilawan. Sekali alam memutuskan atas kehendaknya maka itu pasti akan terjadi. Kehendak alam bukanlah sesuatu yang muncul-hilang, gonta-ganti, jadi-tidak jadi,sekarang-besok, Tidak! sekali alam memutuskan kehendaknya maka kehendak itu pasti akan mewujud atau terjadi. Kehendak alam ada yang menyatakan adalah berbasis kehendak para penghuni alam melalui pancaran pikiran masing-masing. Pikiran yang sama akan berkumpul menjadi satu energi yang semakin besar dan terus membesar. Setelah cukup besar dan matang maka energi itu akan mewujud dalam bentuk kejadian di alam ini.  Jadi alam sebenarnya hanyalah mengabulkan apa yang diingini oleh penghuni alam ini. Hanya saja para penghuni ini tidak sadar akan perbuatannya tersebut.

Demikian juga yang sedang terjadi sekarang ini di Pertiwi yang kita cintai ini. Alam sedang bekerja mewujudkan keputusan dan kehendaknya. Alam telah memutuskan bahwa Petiwi harus bahagia. Bumi Pertiwi harus menang. Bumi pertiwi harus berganti arah menuju cita-citanya. Sudah saatnya Pertiwi muncul membahagiakan rakyatnya dan mempengaruhi dunia. Ini adalah keputusan alam Pertiwi yang merupakan kehendak dari jutaan rakyat Pertiwi. Setelah sekian tahun penghuni Pertiwi menjalani hidup dan kehidupan yang penuh dengan “keajaiban” maka akhirnya segenap penghuni Pertiwi ini menyatakan dalam perasaan alam bawah sadarnya bahwa “saatnya telah tiba untuk berubah….”. Maka kehendak ini memancar ke alam energi semesta dan berkumpul menjadi satu. Saatnya telah tiba alam mewujudkan kehendak ini menjadi kehendak alam.

Suka tidak suka, senang tidak senang, bahagia atau marah silahkan saja dilakukan. Bebas bebas saja. Namun kehendak alam telah diputuskan. Pertiwi akan berubah. Pertiwi akan mewujudkan asli dirinya. Pertiwi yang cinta rakyat, Pertiwi yang mencintai rakyat, Pertiwi yang cinta alam, alam yang mencintai Pertiwi akan mewujud segera tahun ini juga kalau tidak mau dikatakan dalam hitungan hari kedepan.

Pertiwi dengan alamnya berkehendak rakyat Pertiwi menjadi ujung tombak gerak, langka, laku dan ucap di alam Pertiwi. Rakyat Pertiwi bersatu menyatukan energi Pertiwi untuk bangkit dan menang mencapai Gemah Ripah Loh Jinawi. Lihat saja dimana-mana rakyat dan Pertiwi  menunjukan hubungan saling mencintai. Rakyat Pertiwi datang tanpa diminta. Rakyat pertiwi membanjiri dengan cinta. Ini adalah sinyal hubungan cinta kasih murni antara Pertiwi dengan rakyatnya.

Energi Pertiwi mewujud dalam wujud Garuda Sejati dan Garuda Muda. Kedua Garuda sakti inilah yang telah dipilih oleh alam untuk memimpin Pertiwi. Pertiwi bangga dan tersenyum bahagia kepada kedua Garuda Sakti ini. Pertiwi akan melangkah maju dalam semangat penuh cinta mewujudkan cita-cita.

Jangan pernah melawan keputusan dan kehendak alam…..

Jangan pernah menantang alam…

Namun silahkan saja melakukan kewajiban prosedur..

Namun terimalah kehendak dan keputusan alam dalam beberapa hari kedepan…

Garuda Sejati dan Garuda Muda memimpin Pertiwi…

, , , , , , , ,

Comments are closed.