Home » BUDAYA, EMBUN PENYEJUK IMAN » Menjelekan vs menghargai
Dec
22

Notonogoro.com

Kita semua pasti tahu bahwa kelakuan untuk menceritakan kejelekan, kekurangan dan kesalahan orang lain masih lebih banyak dibandingkan dengan sifat menghargai dan memuji orang lain. Hal ini sangat alami dan wajar saja. Sifat dasar kita adalah suka dipuji dan tidak suka dihina. Suka disanjung dan tidak suka disalahkan. Suka kehebatan dan tidak suka kelemahan. Suka kesuksesan dan tidak suka kegagalan. Pasangan sikap atau kelakukan ini selalu ada dalam diri setiap orang. Tidak ada yang tidak memiliki kedua sikap ini dalam dirinya. Hanya perbedaannya adalah siapa yang mampu mendominasi sifat memuji dan siapa yang dikuasai oleh sifat menjelekan atau menghujat. Kelakukan sehari-hari dari dua jenis ini pasti akan sangat berbeda satu dengan yang lainnya sebagaimana berbedanya putih dengan hitam.

Namun ada satu hal yang menarik tentang energi kedua sikap atau sifat ini. Sifat suka menjelekan adalah energi yang mengecilkan, lari dari kenyataan, tidak bahagia, sakit, ketakutan, penuh curiga. Sedangkan sikap menghargai atau memuji adalah energi yang sehat, apa adanya, menerima, berani, bahagia dan positif. Jadi jelas sangat berbeda. Namun kedua energi ini sesungguhnya berasal dari dua mata uang yang sama.

Jika ada diantara kita yang dikuasai oleh energi menjelekan maka langkah, laku, ucap dan pikirnya selalu berisi sesuatu yang jelak dan tidak jujur. Kesel dan marah melihat orang lain bahagia. Tidak terima dan selalu menyampaikan sebaliknya jika melihat orang atau kelompok lain mendapat pujian. Selalu menyerang balik dengan nyinyir segala sesuatu terkait kebaikan orang lain. Selalu was was dan penuh curiga plus pikiran negatif jika ada orang lain atau kelompok lain melakukan sesuatu. Intinya tidak kata terima kasih, tidak ada kata salut, tidak ada kata memuji, tidak ada kata menghargai kepada orang lain atau kelompok lain yang berbeda dengan dia atau kelompoknya. Kenapa? karena semua yang dilakukan tersebut berasal dari energi takut yang menguasai dirinnya. Takut kehilangan sesuatu. Takut kehilangan kekayaan. Takut kehilangan kekuasaan. Semua rasa takut tersebut adalah konsekuensi logis dari segala dosa dan kesalahan yang dilakukannya. Siapapun yang merasa bersalah maka akan selalu dihantui oleh ketakutan. Selama dikuasai oleh energi takut maka selama itupula tidak ada kebaikan dan kejujuran terkait orang atau kelompok lain yang berbeda dengan nya.

Jauh berbeda dengan mereka yang dikuasai oleh energi memuji atau energi menghargai yang dengan bahasa lain disebut dengan energi syukur dan ikhlas. Selama manusia selalu diselimuti oleh energi kebaikan ini maka selama ini pulalah dia atau mereka selalu menampilkan kesejukan, kedamaian dan kejujuran. Baik akan dipuji baik. Benar akan dikatakan benar. Tidak pernah ada niat untuk menghina, menjelekan atau mempermalukan orang atau kelompok lain. Diserang dengan segala fitnahpun akan dihadapi dengan senyum dan doa. Akan disampaikan apa yang sebenarnya dan mendoakan kebaikan bagi yang menfitnahnya. Ini adalah energi yang sangat indah.

Hanya masalahnyanya adalah jika dua energi ini ada pada kelompok yang berbeda maka kasihan bagi kelompok yang dikuasai oleh energi menjelekan. Mereka akan hidup dengan tersiksa. Setiap hari hanya berusaha untuk mencari kejelekan kelompok lain dan menyebarkannya. Semakin hari kelompok yang dikuasai oleh energi kejelekan ini maka akan semakin takut, semakin was was, semakin curiga dan semakin bodoh. Tidak ada lagi kebaikan dan kekompakan dalam kelompok yang seperti ini. Mereka akan pecah dengan sendirinya.

Sedangkan mereka kelompok yang diselimuti oleh energi memuji, energi kebaikan maka langkah, laku, ucap dan pikirnya akan semakin ringan, cerdas dan menyejukan. Selalu saja ada tindakan yang membawa kenyamanan bagi sekitarnya. Mereka akan semakin eksis, semakin dikenal dan semakin banyak yang mencintai dan mendoakannya. Mereka akan semakin kompak atau solid dengan senyu penuh syukur yang jauh dari dendam dan nyinyir. Semakin banyak senyum maka akan semakin hebat dan kuat.

Kedua energi ini memang ada dan akan selalu berhadap-hadapan satu dengan yang lainnya…

Energi positif akan selalu membahagiakan…

Energi positif akan selalu penuh cinta dan bahagia..

Energi positif akan selalu membangun dan melangkah maju..

Energi positif akan selalu penuh kebaikan dan kesabaran..

Energi positif akan selalu jauh dari sombong dan dendam…

 

, , , , , , ,

Comments are closed.