Home » EMBUN PENYEJUK IMAN » Hancur dari dalam
Nov
28

Notonogoro.com

Siapapun ingin besar. Siapapun ingin kuat. Masalahnya adalah seberapa hebat kita mampu mengelola kebesaran kita. Seberapa pandai kita mampun mengelola kekuatan kita. Besar dan kuat selalu menuntut sesuatu yang juga cukup besar dan kucup kuat agar yang besar dan yang kuat tetap menjadi si besar dan si kuat. Sebagai contoh Amerika sebagai negara adidaya didunia ini. Sampai dengan saat ini Amerika dengan semangat dan egonya masih memiliki kehebatan dan kepandaian untuk mengelola statusnya sebagai negara besar dan kuat. Presidennya boleh gonta ganti namun tetap saja Amerika besar dan kuat. Jelas hal ini berbeda dengan Uni Soviet yang hancur berubah bentuk menjadi banyak negara. Kenapa Uni Soviet hancur? karena pada saat itu Uni Soviet sudah tidak cukup memiliki kehebatan dan kepandaian untuk menjaganya. Maka pada saat berkurang atau hilangnya segala kehebatan dan kepandaian maka pada saat itulah yang besar akan hancur, yang kuat akan lemah. Inilah hukum alam yang sangat disadari oleh siapapun.  Apakah Amerika tidak akan hancur seperti Uni Soviet? tentu bisa saja karena tidak ada yang abadi. Bagaimana cara hancurnya Amerika? ya dengan hukum alam tersebut diatas. Amerika akan hancur pada saat Amerika kehilangan segala kehebatannya dan kepandaiannya. Amerika juga akan hancur sebagaimana hancurnya Uni Soviet yaitu hancur dari dalam karena terlalu besar. 

Hancur dari dalam inilah sesungguhnya yang menjadi hukum alam yang paling utama. Karena jika sudah besar maka sulit bagi siapapun untuk menghancurkannya. Makanya jalan satu-satunya adalah hancur dari dalam diri sendiri. Bagaimana prosesnya? ya tentu bermacam proses bisa terjadi. Untuk suatu negara maka bisa saja muncul masalah Sara yang akhirnya membesar dan tidak terkendali. Masalah ekonomi seperti inflasi juga bisa menjadi sebab. Msalah ketidak adilan juga bisa menjadi pemicu awal. Pokoknya ada banyak cara alam untuk menentukan proses yang akan terjadi.

Bagaimana jika sesuatu yang besar itu adalah satu organisasi atau komunitas atau kekuatan politik? juga sama saja yaitu terlalu besar dan tidak bisa dikendalikan lagi. Misalnya satu kekuatan politik yang sekarang ini demikian yakin seyakin yakinnya bahwa mereka akan tetap memegang kekuasaan. Semakin besar, semakin menggurita, semua titik mereka kendalikan. Mereka bisa melakukan apa saja. Mereka bisa memilih apa saja. Mereka bisa membayar siapa saja. Pokoknya dengan kekuasaan yang mereka miliki mereka sangat percaya diri bahwa mereka besar dan hebat…

Yes besar dan hebat… apakah mereka bisa kendalikan kebesaran dan kekuatan yang dimiliki. Bagaimana jika akhirnya terlalu besar dan timbul kesombongan dan menganggap remeh siapa saja yang bukan bagian dari mereka. Bagaimana jika pada akhirnya semua meresa hebat. Bagaimana jika akhirnya semua merasa berjasa. Bagaimana jika akhirnya semua minta bagian. Apakah bagi-bagi kue kekuasaannya menyenangkan semua pihak? Jika sudah terlalu besar maka akhirnya semua merasa besar dan semua merasa bisa melakuka apa yang mereka mau. Semua merasa berhak melakukan dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika sudah seperti ini maka hanya tinggal menunggu waktu saja bahwa mereka akan hancur dari dalam….

Berebutan kekuasaan dalam satu kelompok sangatlah kuat untuk menghancurkan diri sendiri dari dalam. Saat hal itu terjadi maka sedikit demi sedikit mulai terkikis rasa kesatuan dan persatuan. Mulai terbentuk kelompok-kelompok kecil yang saling tidak percaya. Mulai saling menyalahkan. Mulai saling curiga. Mulai saling tuding. Maka bersiaplah untuk hancur dalam waktu singkat… itulah hukum alam… Siapapun yang sudah merasa besar dan kuat namun tidak punya cukup kehebatan maka dia akan hancur lebur tanpa bekas…..

Saatnya telah tiba…

Mereka akan terpecah..

Mereka akan saling menyerang..

Mereka akan saling tuding…

Akhirnya mereka kalah dan menyesal…

Maka terbukalah semua dosa yang selama ini mereka tutupi…

Silahkan nikmati segala proses yang akan sangat pahit ini…

, , , , , , ,

Comments are closed.