Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » sifat esensi kita
Aug
01

Notonogoro.com

Esensi biasa dimaknai sebagai sesuatu yang harus ada atau harus dimiliki oleh sesuatu. Jadi sifat esensi adalah sifat yang mutlak harus ada dari benda dimana sifat tersebut disebutkan. Sebagai contoh misalnya sifat esensi batu adalah keras dan padat. Maka jika kita menyebut ada batu yang lunak maka itu bukanlah batu karena bertentangan dengan sifat esensi batu yang keras. Demikian juga jika kita menyebut ada batu cair maka itu bukanlah batu karena bertentangan dengan sifat esensi batu yaitu cair. Sehingga jika kita mengetahui dan menyebut beberapa sifat esensi dari suatu benda maka keseluruhan sifat ensensi tersebut harus ada dan dimiliki oleh benda tersebut selamanya. Satu saja sifat esensinya hilang maka benda tersebut sudah berubah nama apapun nama barunya.

Demikian juga dengan benda yang disebut dengan manusia. Manusia memiliki tiga sifat esensi yaitu sifat Malaikat, sifat syetan dan sifat binatang. Tidak ada satupun manusia didunia ini yang tidak memiliki ketiga sifat tersebut atau memiliki lebih dari tiga sifat esensi tersebut. Sifat Malaikat adalah sifat kebaikan, bahagia, cinta, tunduk dan taat. Semua kebaikan dalam diri manusia adalah berasal dari sifat Malaikat.

Sifat syetan adalah sifat yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan sesuatu, atau tidak melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Trik, taktik, strategi, akal-akalan dan licik adalah bagian dari sifat syetan. Pada saat ingin mendapatkan sesuatu maka sifat syetan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Benar atau salah, baik atau buruk bukanlah sesuatu yang menjadi pertimbangan sifat syetan. Hasil akhir berupa mendapatkan sesuatu yang diinginkan adalah satu-satunya yang dijadikan target.

Sedangkan sifat binatang adalah sifat yang berhubungan dengan pemenuhan atas suatu kebutuhan yang bersifat phisik dan biologis. Makan dan minum adalah bagian dari kebutuhan yang berasal dari sifat binatang. Kebutuhan reproduksi atau beranak pinak juga demikian. Sifat binatang tidak mengenal cukup dan hanya mengenal butuh dan butuh sehingga rakus adalah ciri utama sfat binatang ini.

Ketiga sifat esensi ini ada dalam diri setiap kita. Makanya manusia lebih tinggi derajatnya dari pada binatang dan malaikat karena lebih lengkap dan menampung semua sifat esensi malaikan dan binatang. Tidak ada manusia yang tidak memiliki ketoga sifat esensi ini. Satu saja sifat ensensi hilang, yang mana saja, maka sudah bukan lagi disebut manusia. Ketiga sifat esensi ini menetap di pikiran dan perasaan. Secara energi atau secara metafisik ketiga sifat esensi ini yang menguasai diri kita. Setiap langkah, laku, ucap dan pikir kita sangat dipengaruhi oleh ketiga sifat esensi ini.  Siapa kita atau manusia macam apa kita sangat tergantung pada sifat esensi mana yang dominan dalam diri kita.

Sebagai ilustrasi untuk memudahkan pemahaman atas sifat esensi manusi ini maka gambaran seorang panglima perang yang menghunus pedang perang sambil menunggang seekor kuda perang adalah gambaran yang paling tepat…..

Posisi 1 adalah Jika sifat malaikat menjadi panglima perangnya sambil menghunus pedang perang yang adalah sifat syetan serta menunggang sifat binatang sebagai kuda perangnya maka ini adalah posisi yang paling indah. Sifat kebaikan mengendalikan sifat binatang dan sifat syetan. Sifat malaikat akan mengatur berapa banyak dan kapan memenuhi kebutuhan makan dan minum atau harta benda lainnya serta bagaimana memperolehnya dengan cara sebaik mungkin. Tidak ada serakah, tidak ada sombong. tidak ada menghalalkan segala cara, tidak ada  munafik. Semua langkah, laku, ucap dan pikir selalu penuh dengan syukur, bahagia dan penuh denga cinta. Dengan kata lain, posisi ini adalah posisi mengendalikan hawa nafsu syetan dan hawa nafsu binatang.

Lalu bagaimana jika sifat binatang menjadi panglima perang yang menghunus pedang perang berupa nafsu syetan sambil menunggang kuda perang berupa nafsu malaikat? maka manusia seperti ini hanya mengutamakan kehidupan dunia, rakus dan serakah serta tidak peduli dengan cara yang dilakukan untuk memenuhi nafsu binatangnya. Yang penting senang, yang penting hebat, yang penting kaya, yang penting gengsi. Uang-uang gue ini. Mulut-mulut gue ini. Gue bebas mau apa aja terserah gue…. pada orang yang seperti ini tidak ada rasa puas dan tidak ada rasa syukur….ini adalah posisi 2.

Terakhir… bagaimana jika sifat syetan menjadi panglima perangnya sambil menghunus pedang perang berupa sifat binatang  dengan sifat malaikat sebagai kuda perangnya? orang yang seperti ini akan selalu menghalalkan segala cara dalam memenuhi segala kebutuhannya. Tidak ada rasa puas, tidak ada rasa iba, tidak ada rasa kasihan, tidak ada baik dan buruk, tidak ada terima kasih, tidak  ada rasa syukur, tidak kenal malu….. yang penting target tercapai. Munafik adalah keutamaan dari orang seperti ini.  Ini adalah posisi 3.

Bagaimana situasi dunia sekarang ini?

Bagaimana situasi negara kita sekarang ini?

Bagaimana keadaan kota kita sekarang ini?

Bagaimana kondisi lingkungan kita sekarang ini?

Bagaimana sifat keluarga kita sekarang ini?

Bagaimana posisi masing-masing kita sekarang ini?

Apakah posisi 1 yang dominan?

Apalah posisi 2 yang dominan?

Apakah posisi 3 yang dominan?

Apakah kita memiliki posisi 1, 2 atau 3?

Silahkan renungankan masing-masing…..

Ini hanyalah pilihan…

Setiap pilihan pasti ada konsekuensi nya….

, , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.