Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Stop pamer kemiskinan
Jun
20

Notonogoro.com

Berbagi rezeki atau berbagi kebahagian adalah satu perbuatan yang mulia. Orang kaya berbagi kebahagian kepada yang miskin merupakan ajaran semua agama yang ada didunia ini. Orang yang kaya raya sangatlah tidak baik jika tidak pernah melakukan sedekah kepada yang membutuhkan. Orang kaya yang sibuk dengan kekayaannya dan sibuk dengan sikap hidup hedon nya sesungguhnya sangat menyakitkan dan menyinggung rasa kemanusiaan masyarakat. Tidak peduli dan sombong dengan kekayaannya adalah sikap yang tidak boleh dimiliki oleh siapapun. Sikap seperti ini hanya akan membuat diri kita jauh dari rasa syukur atas segala rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Harta adalah titipan Tuhan. Dalam setiap harta kekayaan yang dimiliki selalu ada bagian dan hak dari orang miskin. Jangan lupakan itu. Segera berikan hak orang miskin tersebut maka berkahlah rezeki dan kekeyaan yang dimiliki.

Namun entah bagaimana awal kejadiaannya, sekarang ini sungguh banyak orang kaya atau pejabat yang selalu memamerkan kemiskinan yang ada disekitarnya. Mereka membagikan sedikit sembako yang dikemas dalam kantung kresek dan diberikan kepada masyarakat yang antri berpanas-panasan untuk sekedar mendapatkan sedikit sembako tersebut. Mereka rela bedesak-desakan dan saling dorong tanpa mengenal usia. Anak-anak sampai nenek-nenek ada dalam posisi yang sama yaitu berjuang keras untuk mendapatkan sedikit sembako tersebut atau sedikit uang yang dibagikan tersebut.

Bisa saja sang orang kaya atau pejabat ini memiliki rasa bangga luar biasa atas apa yang dilakukannya. sang kaya dan pejabat ini merasa telah berbuat baik dengan berbagi rezeki. Bahagia melihat orang miskin demikian antusias antri melelahkan untuk mendapatkan sedikit sembako atau uang kecil tersebut. Acara ini diliput berbagai media yang semakin memberi rasa bangga, hebat dan bahagia luar biasa kepada sang dermawan dan keluarganya ini. Mereka merasa dinaungi oleh banyak malaikat karena kebaikannnya tersebut. Mereka merasa menjadi ahli syurga atas sedekahnya yang luar biasa tersebut. Mereka demikian ria merasa sebagai dermawan atau pejabat yang dekat dengan masyarakat atau rakyatnya. Mereka tidak peduli ada yang pingsan dan bahkan meninggal dalam antrian tersebut.

Dimana ajaran yang menyatakan “tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak boleh tahu..”. Dimana ajaran yang menyatakan “kebaikan yang dilakukan untuk pamer semata bukanlah kebaikan disisi Tuhan..”. Dimana ajaran yang menyatakan “Semua kebaikan dinilai berdasar niat nya..”. Apakah mereka para dermawan atau pejabat tersebut tidak sadar dengan perbuatan mereka yang pamer sedekah tersebut? Apakah benar mereka tidak tahu sama sekali semua ajaran agamanya tersebut? Sungguh hawa nafsu telah menutup hati mereka….

Sadarlah bro and sis.. bahwa dengan antrian panjang yang penuh desak-desakan tersebut tergambar kemiskinan kita sebagai suatu bangsa. Acara itu kan disiarkan oleh banyak media internasional juga. Tidak salah jika mereka orang luar sana merasa dan menilai Indonesia sebagai negara dengan rakyat yang miskin. Mungkin tidak masuk dalam akal mereka bagaimana bisa masyarakat miskin tersebut sampai mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan sedikit sembako atau uang kecil tersebut. Mereka tentu bertanya apakah orang kaya dan pejabat di Indonesia tidak punya cara lain yang jauh lebih baik dan manusiawi.. Sadarlah hai para dermawan bahwa cara tersebut sangat tidak baik dan akan selalu memberi kesan betapa miskinnya bangsa ini…

Mulai saat ini STOP cara-cara memamerkan kemiskinan tersebut. STOP cara-cara tidak manusiawi tersebut. Masih banyak cara yang jauh lebih baik yang bisa dipakai untuk berbagi kebahagian. Cara paling utama dan mulia adalah kunjungi rumah masyarakat miskin dan berikan langsung kepada mereka. Mereka akan terkejut dan akan bersyukur atas sedekah tersebut. Mereka tidak perlu berdesak-desakan. Mereka tidak perlu mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan sedekah tersebut. Sungguh indah cara bersedekah seperti ini. Mereka tidak tahu siapa yang memberi sedekah dan sang dermawan terbebas dari rasa ria penuh selimut hawa nafsu. Dijamin… malaikat akan tersenyum dan mengawal proses indah ini. Dijamin malaikat akan mendokan semua pihak yang terlibat untuk selalu mendapatkan kebaikan bersama.

Seharusnya kita…..

Sedekahlah penuh rasa cinta..

Sedekahlah dengan penuh syukur…

Sedekahlah dengan ikhlas hanya karena Tuhan..

Aku bersedekah tidak butuh pujian…

Aku bersedekah tidak butuh penghargaan…

Dengan MU ya Tuhan aku bersedekah…

Bersama MU ya Tuhan aku berbagi kebahagian..

Sesungguhnya aku menerima rezeki JAUH LEBIH BESAR dari sedekah ku ini…

Terima kasih Tuhan Engkau telah membimbing ku melakukan sedekah dengan cara yang Engkau sukai dan cintai..

, , , , , , ,

Comments are closed.

« « Stop open house Mudik » »