Home » BUDAYA, EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Energi nasi liwet
Apr
14

Notonogoro.com

Jika alam sudah menghendaki maka tidak ada yang bisa menolaknya. Siapa yang bisa melawan alam? tentu tidak ada. Alam sangat lembut dan penuh cinta kepada kita. Namun alam bisa sangat garang kalau kita mengganggunya. Jadi kita harus selalu berbaik tingkah laku kepada alam dan biarkan alam melakukan yang terbaik sisanya. Demikian juga pertemuan dengan dua jendral kemarin ini. Pertemuan tejadi dengan begitu saja tanpa perencanaan sama sekali. Telpon-telponan sebentar dan diputuskan ketemu bukan dirumah salah satu dari jendral tersebut tetapi di rumah kroco mumet yang adalah temen ngobrolnya. Ketemuan di rumah pejabat atau mantan pejabat adalah hal biasa. Pertemuan dirumah opisboy tentu luar biasa. Itulah yang terjadi. Dengan disuguhi minuman wedang jahe merah asli, talas dan pisang rebus senda gurau penuh arti tercipta dengan cairnya. Saatnya makan siang maka munculah Nasi lewat sunda dengan tiga jenis ikan asin, sambal lalap dan tahu goreng. Sungguh sajian makan dan minum yang sangat sederhana penuh nikmat dan makna. Nasi liwet disajikan dalam hamparan daun pisang. Nasi digelar merata seluas daun pisang dan dikitari lauk sederhana sekelilingnya.

Setelah berdoa sang jendral-1 menyuap sedikit nasi liwet kedalam mulutnya. Tiga kali kunyah dengan mata menatap kebawah. Terdiam dan terdiam. Setelah beberapa detik nasi tersebut di telan melewati tenggorokan. Entah bagaimana mulanya…. mata sang jendral-1 basah dan meneteskan air mata. Dia menarik nafas panjang dan berucap lirih “Terima kasih Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang atas rejeki ini…”. Lalu kepala ini sedikit diputar melihat ke Jendral-2 yang juga sedang menunduk dan juga terdengar suara pelannya “kok aneh ya rasanya nasi liwet ini…tidak bisa dilukiskan..yang pasti seperti mengalirkan energi yang luar biasa kuatnya…”.  Akhirnya semua terdiam sesaat sambil masing-masing melihat ke arah nasi liwet sederhana tersebut.

“Ada apa ya pak kok jadi pada diam…”

“Aneh..aneh aja…” kata jendral-2.

“Iya ya… kok terlintas dalam perasaan terdalam saya Indonesia bangkit semangat dan Indonesia jaya…” kata jendral-1.

“Semoga ini adalah sinyal alam karena ini adalah nasi sebagai makanan pokok kita ya pak jendral-1…” saut jendral-2.

Akhirnya jendral-1 berbicara cukup panjang….

Saya merasakan dalam dada ini suatu tekanan energi semangat luar biasa. Terlintas dalam rasa dalam hati ini bahwa nasi liwet  kembali mengingatkan bahwa Indonesia sangat kaya raya. Luar biasa kaya dan tidak ada alasan untuk hidup susah dinegara ini. Indonesia kaya namun masyarakatnya sederhana. Indonesia jaya namun penduduknya tetap agamais. Indonesia maju dengan rakyatnya yang penuh cinta dan penuh toleransi.  Indonesia bangkit. Bangkitlah Indonesia. Gemah ripah loh jinawi sudah didepan mata………

Terlintas dalam cinta, pemerintah dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat bersatu padu membangun negara dan bangsa ini. Mereka bersatu bergandengan tangan menggerakan pembangunan Indonesia. Tidak ada demo yang ajaib, tidak ada saling hina dan saling lapor. Semua penuh senyum. Penuh semangat. Bergerak dan bekerja hanya dengan dasar cinta bangsa dan cinta negara. Tidak ada pamrih. Tidak ada syahwat kekuasaan. Tidak ada kemunafikan. Tidak ada saling membodohi…Saling bantu. Saling sapa. Saling doa. Gotong royong penuh guyub damai yang menggembirakan. Terima kasih Tuhan.. Engkau telah mengingatkan kembali tentang Indonesia sejati…. mari lanjut kita makan nasi liwet ini…

Setelah makan secukupnya maka obrolan dilanjutkan lagi dengan penuh santai. Hebat ya Nasi liwet ternyata punya energi luar biasa…. Hanya dalam sekejap Tuhan menciptakan nasi liwet penuh energi dan membawa alam perasaan dalam Bangkitnya Indonesia. Padahal hanya 1-2 menit saja tetapi terasa sangat panjang dan jelas penuh makna. Jika Tuhan berkehendak maka terjadilah…..Semoga para pemimpin negeri ini mampu membawa Indonesia ke jati dirinya, ke cita-citanya, ke nilai luhurnya. Indonesia adalah Indonesia. Jangan pernah mencampur aduk nilai luhur Indonesia dengan nilai dari luar…. Itulah kalimat indah dari jendral-1.

Jendral-2 menganggukan kepalanya dan berkata “kekuatan kita ternyata ada pada kesederhanaan…dengan kekuataan kesederhanaan ini Indonesia bangkit dan meraih cita-citanya…”

Itulah pertemuan singkat penuh makna…

Terjadilah

Terjadilah..

, , , , ,

Comments are closed.