Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Kasih makan Bathin
Mar
30

Notonogoro.com

Kita semua sangat paham dengan istilah lahir dan bathin. Secara umum lahir didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan phisik tubuh kita dan bisa dilihat dan dirasa. Sedangkan bathin didefinisikan sebagai suatu yang ada didalam diri kita yang tidak terlihat namun dapat dirasa, sehingga bathin sering juga disebut sebagai sesuatu yang ghaib. Setiap diri kita terdiri dari lahir dan bathin, yang terlihat dan yang tidak terlihat. Makanya kita sering memakai istilah maaf lahir bathin yang maksudnya adalah mohon dimaafkan segala kesalahan yang disebabkan oleh perbuatan phisik, seperti memukul,  dan segala kesalahan yang dilakukan oleh bathin, seperti rasa benci. Juga kita semua sangat mengerti dengan sebutan memberi makan lahir dan bathin. Memberi makan lahir maksudnya adalah memberikan phisik kita segala asupan makanan dan minuman, sedangkan memberi makan bathin maksudnya adalah memberi makan bathin kita dengan asupan berbagai ritual ibadah. 

Namun ternyata masih sangat banyak diantara kita yang maksudnya memberi makan bathin dengan berbagai ritual ibadah tetapi sebenarnya mereka masih memberi makan lahirnya. Kenapa hal ini bisa terjadi? kebanyakan kita didalam melakukan berbagai ritual ibadah yang diatur oleh syariat agama masih sangat mengandalkan aktifitas lahirnya atau aktifitas phisiknya. Sangat jarang yang melibatkan bathinnya. Dengan kata lain bathin tidak dilibatkan karena tertutup oleh hawa nafsu yang mendasari aktifitas ritual ibadah tersebut. Misalnya mereka yang memberi semacam sumbangan ditempat ibadahnya, seringkali memberinya diliputi oleh rasa bangga dan ingin disebut sebagai dermawan. sumbangan diberikan agar dilihat oleh orang lain. Sumbangan diberikan agar dipuji dan sebagainya. Sumbanga yang dilakukan seperti ini adalah sumbangan lahgir atau phisik semata.

Demikian juga aktifitas ritual ibadah yang berbentuk memuja dan memuji Tuhan baik dilakukan ditempat ibadah maupun dilakukan dirumah. Ibadah yang memuja dan memuji Tuhan tetapi dengan harapan agar diberikan pahala dan masuk syurga. Pemujiannya dilakukan dengan dihitung dan yakin semakin banyak pujian yang diberikan maka Tuhan akan senang dan memberi lebih. Proses memuja dan memuji Tuhan seperti ini sebenarnya adalah ritual ibadah lahir atau phisik semata karena pikiran dan tangan terus ikut menghitung sudah berapa banyak pujian diberikan. Proses seperti ini kembali sangat tidak melibatkan bathinnya yang tertutup oleh gerak hawa nafsu. Kasihan bathinnya yang tidak pernah didengar dan dilibatkan. Bathin yang kering dalam kesepian.

Jika ingin memberi makan bathin maka biarkan bathin yang bekerja. Degarlah apa maunya bathin ini. Libatkan bathin dalam setiap aktifitas ritual ibadah apapun jenisnya. jauhnya segala hawa nafsu karena hawa nafsu akan selalu berjuang menutupi bathin. Pada saat akan dan sedang melakukan ritual ibadah dan merasakan muncul rasa bangga, rasa ingin dipuji dan sejenisnya maka langsung sadarkan diri dan buang pikiran dan perasaan tersebut demikian selanjutnya. Perlu latihan dan dilatih sehingga diri ini bisa merasakan yang mana rasa hawa nafsu yang mana rasa bathin.

Jika suatu hari akan memberikan sumbangan ketempat ibadah maka segera cari waktu sesaat untuk diam dan fokus bicara dengan bathin. Katakan kepada bathin bahwa siang nanti akan pergi ketempat ibadah untuk memberikan sumbangan dengan ikhlas tanpa berharap dipuji oleh siapapun. Rasakan bathin menjawab dengan memunculkan rasa bathin berupa bahagia dan damai. Setelah itu ucapkan terima kasih kepada Tuhan. Jika proses ini dilakukan maka pada saatnya memberi sumbangan tersebut akan muncul rasa takut ketahuan oleh orang lain. akan muncul rasa untuk sembunyi saja agar tidak ada yang tahu. Akan muncul rasa untuk cepat keluar dari tempat ibadah tersebut setelah memberi sumbangan. Kenapa? karena sesungguhnya proses pemberian sumbangan tersebut telah terjadi dan telah selesai dilakukan pada saat bicara dengan bathin yang dilakukan sebelumnya. Maka bathin akan membimbing lahir atau phisik untuk secepatnya berbuat tanpa perlu berharap apapun.

Demikian juga dengan proses memuji Tuhan. jangan pernah dihitung berapa banyak yang akan dibaca. Sebelum memulai maka bicaralah dengan bathin diri kita sendiri dan ajak untuk memuji Tuhan dengan ikhlas. kemudian lakukan ritual ibadah memuji Tuhan dalam bathin dan tidak dihitung oleh pikiran yang menggunakan tangan yang memegang alat hitung. Tidak ada suara yang keluar dari mulut. Kuping akan mendengar ada suara dalam diri yang sedang memuji Tuhan.Biarkan bathin terus membaca dan pasifkan pikiran dan lahir atau phisik. Jika dirasa sudah cukup maka sudahi dengan katakan cukup dan selanjutnya berterima kasih kepada Tuhan. Rasakan perasaan yang muncul pada saat dan setelah melakukan ibadah memuji Tuhan tersebut. Damai dan gembira…. itulah arti bathin yang bahagia, bathin yang didengar, bathin yang dipercaya…

Ingat pada saat meninggal maka lahir atau phisik akan habis dimakan tanah kembali menjadi tanah. Bathinlah yang akan kembali kepada Sang Pemilik yang Maha pencipta yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang….

, , , ,

Comments are closed.