Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Lupa diri
Mar
18

Lupa diri

Notonogoro.com

Lupa diri dalam budaya Indonesia sangat bermakna negatif. Tentunya lupa diri disini bukan dalam artian seorang yang lupa siapa dirinya seperti namanya, keluarganya dan sebagainya. Lupa diri yang dimaksud disini adalah seseorang yang dalam tindak tanduk, ucap dan pikirnya sudah tidak lagi menggambarkan dia sebagaimana biasanya. Jauh berbeda dari yang selama ini dikenal. Namun bisa juga lupa diri disini diartikan sebagai seorang yang kelakuannya sudah tidak sesuai dengan kelakuan orang pada umumnya namun sudah sangat mengarah pada kelakukan binatang dan syetan. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia pada dasarnya memiliki akal budi sebagai dasar dalam melakukan tindakan. Akal berarti kemampuan berpikir dan budi berarti kemampuan menilai baik atau buruk. Kalau sudah tidak mengenal baik dan buruk lagi maka orang seperti ini bisa disebut lupa diri dan seperti binatang atau syetan. Hal ini tentu adalah contoh yang sangat kasar.Lupa diri yang sedikit lebih ringan dari contoh diatas adalah lupa diri karena terbuai oleh suatu kenyamanan dunia. Biasanya yang paling sering menyebabkan seseorang lupa diri adalah kekayaan, pangkat dan jabatan. Semakin kaya raya maka kelakuannya semakin sombong dan pamer padahal tadinya sangat baik dan dermawan. Semakin tinggi jabatannya maka kelakuannya semakin gila hormat padahal tadinya sangat sederhana dan sangat menghargai siapapun. Pada saat lupa diri seperti ini sudah menguasai diri seseorang atau kelompoknya maka pada saat itulah sebagian besar nilai-nilai baik yang tadinya dia atau mereka anut sudah menghilang entah kemana.

Tadinya sangat kritis dan sekarang  berubah menjadi sok paling tau dan anti kritik. Tadinya sangat sederhana dan sekarang sangat mewah. tadinya sangat membela rakyat kecil dan sekarang menjadikan rakyat kecil sebagai alasan untuk mempertahankan kekuasaan dan jabatannya. Tadinya tidak kepikiran akan dapat uang atau sogokan atau apapun namanya dan sekarang demikian rakus dengan segala yang berbentuk uang dan sejenisnya. Tadinya sangat menghargai rakyat dan sekarang sering membohongi rakyat. Tadinya sering ikut pengajian dan sekarang masa bodo dengan segala bentuk ritual keagamaan. Tadinya Sangat dekat dengan anak buahnya dan sekarang menjadi raja gila hormat.  Tadinya rajin ikut kerja bakti dan sekarang menyapapun tidak pernah.

Merasa sebagai pemimpin paling hebat dan tidak tertandingi adalah juga bagian dari lupa diri. Pada saat seperti inilah sangat terasa bahwa dunia ada dalam genggaman tangannya. Siapa yang bisa mengalahkan saya. Dia  merasa sebagai pelatih sepakbola paling hebat dengan segudang piala yang telah diraihnya,  padahal dunia sepakbola telah berubah menjadi lebih atraktif yang akan menelan dia. Dia merasa sebagai pemimpin perusahaan yang paling sukses didunia ini, padahal hutang tinggi melilit usahanya yang siap meruntuhkan dia segera. Dia merasa tidak tergantikan padahal penggantinya telah siap menumbangkan dia. Energi lupa diri akan menutup akal sehat dan membuka kebutaan.

Tentunya masih banyak lagi contoh lupa diri yang ada disekitar kita yang membuat kita geleng-geleng kepala. Biasanya lupa diri yang seperti ini akan hilang dengan sendirinya dan kembali menjadi dirinya yang dahulu dikenal setelah semua kekayaan, pangkat, jabatan dan kekuasaannya hilang. Pada saat itulah dia sadar bahwa segalanya bisa terjadi datang dan pergi dalam sekejap. Dia sadar bahwa sesungguhnya dia bukanlah siapa-siapa. Dia ngeh bahwa dia tidaklah sehebat yang dia pikir. Dia eling bahwa kehebatannya sangatlah semu dan rapuh.

Siapapun yang lupa diri maka siap-siap saja disadarkan dengan cara yang sangat sakit dan tidak ada jalan untuk memperbaiki kecuali terjungkal masuk jurang dalam kehancuran….

oleh karena itu.. syukuri saja apa yang ada dan apa yang terjadi. Jangan pernah sombong dan mengumbar hawa nafsu. Ini adalah jalan menghindar dari lupa diri.

, , , ,

Comments are closed.