Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Kenapa ada bencana alam
Mar
02

Notonogoro.com

Siapapun didunia pasti takut dengan bencana alam. Apalagi bencana alam yang dikenal dengan keganasannya, seperti angin topan, gempa dengan tsunaminya dan gunung meletus. Tidak sedikit yang menjadi korban dari keganasan alam tersebut. Segala cara telah dilakukan oleh para penghuni bumi ini untuk bisa mengantisipasi kapan bencana ganas tersebut akan datang. Dengan adanya info prakiraan maka semua pihak dapat melakukan yang terbaik untuk menghadapi bencana tersebut. Yang paling penting tentunya melakukan evakuasi sebelum terjadi bencana tersebut untuk menghindari banyaknya jatuh korban. Tehnologi terus berkembang dan dikembangkan terus untuk benar-benar dapat memberikan yang terbaik bagi penghuni bumi dalam antisipasi terjadi bencana alam. Tentunya tidak terbatas hanya pada bencana alam ganas saja, tentu termasuk bencana alam lainnya yang skalanya lebih kecil. Intinya adalah menciptakan kesiapan semua pihak menghadapi segala bencana yang bisa diperkirakan kejadiannya oleh ilmu pengetahuan dan tehnologi yang ada. Apalagi sekarang ada info tentang kemungkinan terjadi bencana gempa bumi besar yang bisa melanda jakarta. 

Segenap dari kita sangat yakin bahwa bencana alam yang terjadi adalah kehendak Tuhan atau bahkan meyakini bahwa bencana tersebut mutlak diciptakan oleh Tuhan. Tuhan melakukan kejadian penciptaan bencana alam dengan maksud untuk memberi peringatan atau menghukum kita semua atas apa yang telah kita lakukan selama ini.  Siapa yang bisa menolak kehendak Tuhan? tidk ada. Kita semua wajib menerima apapun kehendak Tuhan. Kita juga tidak boleh menyalahkan Tuhan ats bencana alam yang terjadi. Kita wajib menerima dan memohon maaf kepada Tuhan agar terlindungi dari segala bencana alam lainnya yang akan terjadi.

Namun pada sisi lain, ada juga sebagian kita, yang secara mendalam bertanya, apa iya Tuhan menciptakan bencana alam, apalagi yang ganas, padahal Tuhan adalah Maha Pengasih dan Penyayang. Mereka sangat meyakini bahwa terlalu Agung Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang menciptakan dan menjatuhkan bencana alam yang ganas kepada makhluk ciptaanNya sendiri. Mereka ini sangat tidak berani menyalahkan Tuhan atas segala bencana yang terjadi. Mereka ini sangat yakin bahwa cinta Tuhan tanpa syarat kepada mahluk  ciptaanNya. Kasih sayang Tuhan yang penuh dengan cinta, kelembutan dan kedamaian tidak akan pernah diganti Tuhan dengan kesedihan dan kesengsaraan.

Lalu siapa yang menciptakan segala bencana alam tersebut? Tidak lain dan tidak bukan, mereka ini sangat yakin bahwa kita sendirilah yang menciptakan segala bencana tersebut. Tingkah laku kita dan perlakuan kita yang sangat jauh dari kata cinta terhadap alam semesta ini lah yang membuat bencana itu terjadi. Eksploitasi alam dengan liar tanpa kendali telah menyakiti alam. Keserakahan kita atas kekayaan alam telah menghancurkan alam.  Tanpa disadari, Hancurkan dan rusakan alam yang kita lakukan telah berubah menjadi doa yang mujarab. kelakuan kasar dan menyakiti alam telah mewujud menjadi kalimat doa “aku rusak alam agar alam marah kepada ku”, ” aku hancurkan alam agar alam menunjukan kehebatan dan kekuatannya”.

Kalimat yang keluar dari alam bawah sadar ini mengeluarkan energi besar ke alam semesta dan bergabung dengan energi sejenis di alam labirin energi yang sangat kompleks sekali dan hanya Tuhan yang mengerti cara kerja labirin energi ini. Sedikit demi sedikit sejalan dengan perjalanan waktu energi yang sama berkumpul dan menjadi besar. Pada saatnya maka energi luar biasa ini mewujud di alam semesta berupa berbagai bencana alam. Pada saat terjadi bencana alam tersebut maka itulah wujud dari kalimat doa diatas. Doa yang mewujud. Jika kata doa tidak tepat untuk menggambarkan hal tersebut maka bisa diganti dengan “daya cipta”. Maka berhati-hatilah dengan perasaan dan pikiran kita karena kedua nya bisa menciptakan dan mengeluarkan energi daya cipta yang luar biasa. Walaupun banyak diantara kita yang terus menerus berjuang mencintai alam dan berbuat baik kepada alam, namun kekuatan energinya masih kalah besar dibandingkan dengan mereka yang berbuat kasar kepada alam.

Jadi mereka ini, mendapatkan jawabannya seperti tersebut diatas. Bahwa bencana alam adalah ciptaan kita semua akibat perbuatan kasar kita terhadap alam. Mereka merasa damai karena KeAgungan dan KeMulian Tuhan tetap terjaga dan tidak terkotori dengan penciptaan segala bencana alam. Justru Tuhan selalu mengingatkan kita setiap saat, 24 jam sehari, 7 hari seminggu agar kita selalu berbuat baik kepada alam. Dengan penuh Kasih sayang, dan tidak ada capainya, tidak ada bosannya,  Tuhan selalu memberi tahu kita namun hanya sedikit dari kita yang sadar dan mendengar peringatan Tuhan tersebut. Kebanyakan dari kita lupa diri karena tertutup oleh hawa nafsu.

Dua aliran ini, Tuhan menciptakan bencana alam atau kita yang menciptakan bencana alam, akan selalu ada diantara kita. Tidak ada yang salah. Keduanya secara hakekat adalah benar. Karena tidak ada kejadian di dunia ini yang bisa terjadi tanpa izin Tuhan. Jadi hanya masalah “pendalam rasa” saja yang membedakannya.

Berperasaan dan berpikirlah positif agar energi daya cipta yang keluar dari diri kita adalah energi daya cipta yang membawa kebaikan, kedamaian dan kebahagian bagi kita semua. lakukanlah itu dalam segala hal sepanjang tarikan nafas. Bencana alam tidak selalu berarti gunung meletus, badai dan gempa bumi. Alam itu sendiri bisa berarti diri kita sendiri.

Kita sendirilah yang menciptakan bencana itu..

Tuhan dengan cintanya selalu mengingatkan kita tanpa henti..

Bersihkan dan selalu jaga perasaan kita agar kita bisa mengerti dan merasakan kiriman cinta Tuhan kepada kita…

 

, , , , ,

Comments are closed.