Home » Uncategorized » Cinta dan nafsu
Feb
24

Cinta dan nafsu

Notonogoro.com

Cinta sangatlah pribadi. Cinta adalah energi emosi yang positif dan membawa kasih sayang dan ketertarikan pribadi atas sesuatu. Energi cinta adalah energi yang menarik, menyembuhkan, keluar, positif dan bahagia. Lawan dari cinta adalah hawa nafsu. Hawa nafsu adalah energi emosi negatif yang mengarah pada suatu hasrat atau keinginan inten tertentu atas suatu objek atau pemenuhan emosi tersebut. Cinta dan hawa nafsu adalah dua sisi mata uang yang sama. Cinta dan hawa nafsu bisa muncul berbeda waktu dan juga bisa muncul bersamaan. Pada saat cinta dan hawa nafsu muncul bersamaan maka sulit untuk menilai mana yang hawa nafsu dan yang mana yang cinta karena keduanya menguasai perasaan pada saat bersamaan. Apakah hawa nafsu itu jelek dan tidak bermanfaat? tentu tidak. hawa nafsu dan cinta diciptakan Tuhan ada dalam setiap individu. Kita tidak akan mengenal cinta jika kita tidak mengenal apa itu hawa nafsu. Lalu bagaimana membedakan antara cinta dan hawa nafsu? mudah saja kok. Cinta selalu membawa kasih sayang, lembut, rasa damai dan bahagia. Cinta selalu terasa keberadaanya di dada. Sedangkan hawa nafsu selalu membawa rasa kuat untuk melawan, menolak, kesal, kasar, marah, ingin lebih dan selalu kurang. Hawa nafsu terasa keberadaannya selalu di kepala yang kemudian menguasai dada yang panas.

Sebagai contoh, anak yang sedang tidur kita pandang, usap dan belai rambutnya dengan lembut, senyum, bangga dan bahagia itu adalah cinta. tetapi jika anak yang sedang tidur dan kita pandang dengan pikiran negatif, jam segini baru tidur, besok minta anterin ke Taman Mini lagi, udah gitu minta beliin sepeda lagi.. hahh!…kacau… ini jelas adalah hawa nafsu. nafsu dari kepala turun ke dada dan akhirnya dada terasa panas dan sesak. Berbeda dengan cinta yang dari awalnya memang muncul dari dalam dada dan memberikan rasa damai dan damai.

Apakah cinta tidak bisa dikalahkan oleh hawa nafsu? apakah hawa nafsu tidak bisa dikalahkan oleh cinta? tentu cinta dan hawa nafsu bisa saling mengalahkan. Tentu cinta dan hawa nafsu bisa saling menggantikan. Tentu cinta dan hawa nafsu bisa hilang dan timbul. Semua itu tergantung pada masing-masing kita apakah mau berjuang untuk terus eling, sabar dan ikhlas sebagai kunci cinta, atau masa bodo saja dan terserah apa yang mau muncul secara otomatis.

Cinta selalu logis dan hawa nafsu selalu tidak logis, ini juga kata kuncinya. Memang ada yang bilang, kalau sudah cinta maka logika sudah tidak jalan lagi. Tidak itu salah, itu adalah hawa nafsu yang menggantikan cinta. Orang tua yang sangat mencintai anaknya dan selalu memberi apa yang diminta anaknya dan anaknya tidak pernah sekalipun dimarahi atau setidaknya ditolak permintaannya, maka sesungguhnya itu adalah hawa nafsu karena sudah tidak logis lagi. Cinta sejati akan selalu memberi rasa dan pikiran yang positif. Cinta sejati akan selalu bisa menilai mana baik dan mana buruk. Tidak ada cinta yang buta dan membutakakan. Cinta selalu melek dan membuka. Yang buta dan membutakan adalah hawa nafsu.

Siapapun yang melakukan segala kebaikan namun selalu ada pamrih dari kebaikan yang dilakukannya tersebut maka itu adalah hawa nafsu. Itu adalah dagang. pada saat pamrih nya tidak tercapai maka dirinya akan kecewa dan marah karena merasa rugi dalam dagangnya. Maka lakukanlah kebaikan hanya dengan cinta maka tidak akan pernah ada kecewa dan penyesalan didalamnya. Cinta selalu ikhlas dan bersyukur. Cinta tidak ada pamrih sama sekali.

Bagaimana dengan perbuatan ibadah terkait kewajiban agama? Sungguh banyak diantara kita yang melakukan berbagai ritual ibadah karena ingin pahala. sungguh banyak diantara kita yang melakukan ibadah karena ingin syurga atau takut neraka. Apakah ibadah jenis ini termasuk Cinta atau hawa nafsu?…. jawab saja sendiri ya….

Tetapi yang pasti.. Tuhan Maha Pengasih danĀ  Maha Penyayang yang cinta NYA tanpa pamrih…

Comments are closed.