Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Jadilah bermanfaat
Feb
23

Notonogoro.com

Semua kita memiliki identitas masing-masing. Bisa saja identitas seseorang sama dengan orang lain, bisa juga berbeda dengan orang lain, tergantung jenis identitas yang dipakai. Jika identitasnya adalah agama, maka banyak yang memiliki identitas agama yang sama. Jika identitasnya adalah klub sepakbola maka banyak juga orang yang sama beridentitas klub sepakbola tersebut. Berbeda atau sama sudah pasti. Tidak mungkin sama semua sebagaimana tidak mungkin berbeda semua. Apakah suatu identitas dapat menggambarkan siapa kita? tentu bisa walau tidak sedalam siapa kita sebenarnya. Sebagai contoh, jika seseorang punya identitas sebagai dokter spesialis penyakit dalam,   maka identitas tersebut dapat menggambarkan  sang dokter bekerja di rumah sakit apa saja, jam berapa prakteknya, dikenal sebagai dokter yang baik dan terkenal sebagai dokter yang manjur atau mujarab. tetapi tentu tidak bisa menggambarkan hobi dokter tersebut, suka bakso atau mie ayam, suka melakukan KDRT atau tidak, dermawan atau pelit dan lainnya…Jadi segala macam identitas tersebut bisa penting dan bermanfaat dan bisa juga tidak penting sama sekali. 

Sekarang ini kan sedang ramai ditengah masyarakat pembicaraan tentang identitas terkait agama atau tepatnya sara. Satu kelompok menilai kelompok lain kurang baik tetapi menilai kelompoknya sendiri sangat baik. Satu kelompok merasa kelompok lain norak dan kasar namun pada sisi lain menilai kelompoknya sangat cerdas dan penuh damai. Intinya adalah kelompoknya sendiri dengan identitas tertentu lebih baik dari kelompok lain dengan identitas berbeda. Apalagi sekarang ini sudah masuk dalam situasi politik pilkada. Besar kemungkinan permainan identitas sara ini akan demikian marak dan sangat memenuhi medsos. Saling menjelekan identitas lain berbarengan dengan  saling memuji identitas sendiri sudah menjadi keseharian.  hal ini jelas sangat tidak nyaman bagi mereka yang mencintai kedamaian dan kesejukan hidup bermasyarakat. Namun pada sisi lain, situasi ini sangat membuat sibuk, bangga dan adrenalin politik tinggi bagi kelompok lainnya.  Apa sih  enaknya menilai negatif identitas orang lain? Kalau kita suka menjelekan orang lain apakah tidak terpikir bahwa orang lainpun bisa menjelekan kita. Ujung-ujungnya kan jadi sama-sama jelek.

Padahal masyarakat menilai seseorang bukan dari identitas saranya. Kita dinilai oleh masyarakat atas kebaikan yang kita lakukan. jadi sebaiknya kita melakukan perenungan diri sudah bermanfaatkah diri kita sekarang ini? Apakah bermanfaat bagi keluarga?  apakah bermanfaat bagi tetangga, apakah bermanfaat bagi  masyarakat?. Bermanfaat disini tentunya dalam makna yang positif dan tidak melanggar aturan sara itu sendiri.

Apapun suku kita, apapun agama kita dan apapun ras kita sangat tidak penting dibandingkan dengan sudah bermanfaat belum diri kita dalam hidup ini. Jauh lebih penting manfaat diri kita dilingkungan kita hidup dibandingkan kesibukan kita ngurusin sara secara negatif. Jika jika sudah merasa memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat maka tentunya secara otomatis kita juga bermanfaat bagi identitas kita. Sara mana yang menolak kebaikan dan sara mana yang menerima kejelekan. Tentu tidak ada kan ya.. semua juga menginginkan kebaikan dalam hidup ini. Kita memberi kebaikan kepada sesuatu diluar diri kita maka sesuatu tersebut akan memberikan kebaikan kepada diri kita.

Jadi mari berjuang dan berlomba  untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dengan selalu menebarkan dan memberikan kebaikan dan kedamaian. Jauhkan sifat sombong, jauhkan sifat menang sendiri, jauhkan sifat iri, sirik dan dengki, jauhkan sifat pamer karena itu semua adalah identitas yang sangat tidak bagus…

Pejamkan mata dan rasakan semua kebaikan yang pernah kita lakukan dan rasakan semua kebaikan yang pernah kita terima maka kita akan terus berada dijalan yang bermanfaat bagi sesama….

, , , ,

Comments are closed.