Home » EMBUN PENYEJUK IMAN » Budak uang
Feb
20

Budak uang

Notonogoro.com

Awalnya didunia ini aktifitas jual beli dilakukan dengan pertukaran barang atau biasa disebut dengan cara barter. Cara ini sangat tergantung kepada kesepakatan kedua belah pihak karena tidak ada patokan berapa nilai dari masing-masing barangnya. Masing-masing pasti mempunyai keinginan yang bisa jadi sangat berbeda jauh nilainya dengan lawan barternya. Namun pada akhirnya proses barter tetap dapat dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak. Jaman terus berputar dan aktifitas jual beli semakin meluas dengan jumlah macam barang yang semakin banyak. Hal ini membuat proses barter menjadi semakin sulit dalam menentukan masing-masing nilainya. Mulai lah muncul pengakuan beberapa barang sebagai tolok ukur nilai atas barang-barang lainnya. Barang atau benda tersebut adalah kulit binatang, kerang, batu mulia, perak dan emas. Barang tolok ukur ini lah sebagai cikal bakal terciptanya mata uang dalam transaksi jual beli. 

Masalah lain mulai muncul yaitu cara meyimpan barang-barang berharga tersebut. Faktor keamanan tentu menjadi asalan utama. Maka dengan sangat cerdasnya seorang kaisar China yang bernama Kubilai Khan membuat aturan baru bahwa semua barang-barang berharga milik rakyanya harus diserahkan kepada kerajaan dan kerajaan mengeluarkan selembar kertas sebagai bukti simpan atau bukti kekayaan yang disimpan di dalam kerajaan. Barang yang demikian berharganya dengan sangat mudahnya ditukar dengan uang kertas yang tidak berharga sama sekali selain tulisan dan tanda tangan kaisar. Inilah dasar utama munculnya uang kertas didunia ini.

Jaman terus berputar dan berkembang, uang kertas semakin maju dan menguasai dunia ekonomi. Siapapun yang waras tentu sulit untuk bisa menerima kenapa dengan mudahnya masyarakat didunia ini mau menerima lembaran kertas yang sebenarnya tidak bernilai sama sekali. Tidak ada satupun ahli keuangan dan ahli kejiwaan yang dapat menjelaskan hal ini. Bayangkan saja, upah dan gaji hanya dibayarkan dalam bentuk kertas tipis warna warni dengan angka tertentu tertulis diatasnya.

Kok mau ya kita semua menerima uang kertas ini. Bahkan sekarang ini jauh lebih berkembang lagi dimana jenis uang semakin berkembang dan kekayaan seseorang ditukar dengan informasi digital di smarphone nya. Bangga bisa memindahkan uang dari satu rekening ke rekening lainnya tanpa melihat uangnya dan tidak melakukan tanda tangan apapun. Bukan nilai kecil transaksi keuangan yang dilakukan secara digital. Semua itu hanyalah catatan angka-angka semata tanpa benda aslinya yaitu uang terlibat didalamnya. Secara kejiwaan hal ini jelas sangat aneh. Intan berlian kok mau ditukar dengan sesuatu yang tidak jelas. Kembali ditekankan disini bahwa tidak ada satupun ahli mata uang yang mampu menjelaskan kelakuan para manusia terkait dengan uang ini. Bayangkan jika satu saat nanti terjadi hal yang tidak terbayang¬† sekarang ini. Sistim hancur dan semua manusia kehilangan hartanya yang bernama uang karena uang tidak berada ditangannya. sistim hancur maka uangpun hancur. Siapa yang akan bertanggung jawab…

Namun dibalik keajaiban ini ternyata masih ada manusia yang mau mempelajari dengan seksama apa yang terjadi dengan uang. Ternyata sebenarnya sangatlah sederhana kenapa uang demikian menguasai segenap umat manusia didunia ini. Manusia yang menciptakan uang tetapi manusia juga yang diperbudak oleh uang. Hal tersebut terjadi karena segenapa manusia menginginkan kemudahan sehingga merasa nyaman dengan uang sebagai simbul kegiatan ekonomi. Sepanjang jaman didunia ini,  uang semakin digandrungi dan semakin dicari. Sedikit demi sedikit akhirnya uang menciptakan energinya sendiri sesuai dengan hukum alam semesata, yaitu semakin dicintai maka energinya semakin kuat.

Energi uang tercipta menjadi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengalahkan segenap energi kita yang ada dibumi ini. Apa-apa uang, semua butuh uang, uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang. Apa saja dilakukan demi uang. kuat dan terus menerus energi uang ini menjadi semakin kuat dan menguasai kehidupan didunia ini. Tanpa disadari, suka tidak suka, segenap kita akhirnya menjadi budak uang.

Segenap kita adalah budak uang, dan uang pemimpin segenap kita….

Itulah kenyataan saat ini. Tidak mungkin juga jika saat ini kita masih melakukan proses barter dalam transaksi ekonomi. jadi munculnya uang adalah hasil karya luar biasa dari alam semesta ini. Tidak terbayangkan dunia ini tanpa adanya uang dengan segala bentuk dan rupanya sekarang ini. Mudah, aman dan nyaman itulah kelemahan kita yang diterobos oleh energi uang.

Entahlah… Apakah kita harus bersyukur karena alam semesta menciptakan uang atau justru kebalikannya kita meratapi dunia ini karena munculnya uang dalam kehidupan ini…

, , , , ,

Comments are closed.