Home » EMBUN PENYEJUK IMAN » Harus seimbang
Feb
13

Harus seimbang

Notonogoro.com

Alam semesta ini diciptakan dengan hukum relativitas sebagai dasarnya. Apakah yang dimaksud dengan hukum relativitas tersebut? ya tentu bisa saja banyak orang yang memiliki definisi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Wajar saja ya dan tidak perlu di bahas. Yang dimaksud hukum relativitas disini di tajuk ini adalah “Hukum yang sepasang”. Kita tidak bisa mengenal tinggi kalau kita tidak mengenal apa yang disebut pendek. Kita tidak bisa mengenal apa itu panas kalau kita tidak mengenal apa yang disebut dingin. Kita tidak bisa mengenal apa itu malam kalau kita tidak mengenal apa itu siang. jadi pada dasarnya segala sesuatu itu selalu berpasangan. Makna dari berpasangan ini adalah agar kita dapat merasakan dan mengerti segala sesuatu dengan jernih. Agar kita bisa mengerti betapa indahnya hidup ini, tentunya jika kita mau belajar lebih dalam.

Dengan hukum relativitas ini sesungguhnya mengajarkan kepada kita untuk tidak berpikir sempit. Untuk tidak merasa yang palin tahu. Untuk tidak menilai diri dan kelompoknya adalah yang paling benar. Selalu ada sesuatu yang berbeda dari apa yang kita pikirkan. Kita kan merasa kesal atau marah sebenarnya karena sesuatu tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita. Kalau kita bisa menerima bahwa ketidak sesuaian itu adalah hal yang sangat wajar dalam hidup ini maka tentunya kita tidak akan marah dan kesel. Sesuatu yang berbeda dengan kita adalah sesuatu hak dan layak untuk terjadi. Ngapain dibikin pusing.

Jika ada orang atau sekelompok orang yang selalu merasa yang paling benar karena dia atau mereka sedang berkuasa saat ini, entah sebagai supervisor, manager, direktur atau apa saja jabatannya, maka mereka suatu saat ini akan merasakan ketidak nyamanan yang sangat menohok perasaannya. Kapan? ya pada saat dia tidak bisa menerima kebenaran yang disampaikan oleh pihak lain diluar dirinya dan kelompoknya. Akan dengan mudah mereka merasa kesal, marah dan bahkan dendam kesumat kepada yang berbeda dengan dia. Sebagai contoh, jika mereka berpikir yang paling benar adalah impor barang dari negara lain,  maka pada saat ada pihak lain yang bilang bahwa yang paling benar adalah memanfaatkan produk dari dalam sendiri maka mereka akan ngamuk, merasa disalahkan dan akan melakukan serangan kepada yang berbeda tersebut ketimbang berpikir jernih untuk mendapatkan solusi terbaik.

Selama tidak bisa menerima hukum relativitas dalam hidup ini maka selama itulah kotoran diri akan semakin kotor dan tebal yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Untuk apa sih menyimpan kotoran dalam diri sendiri, lebih baik kita selalu menerima apapun yang ada walau berbeda demi kesadaran bahwa hidup ini memang harus seimbang. namun tidak berarti semua harus sama dan menerima begitu saja jika ada yang berbeda. Konsep dasarnya adalah akui bahwa dalam hidup ini ada keseimbangan yang diatur oleh hukum relativitas. Jika ada sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita pikirkan maka akui dan terima perbedaan tersebut apa adanya. Jika kita merasa perbedaan tersebut tidak bagus maka lakukan sesuatu untuk merubah yang berbeda tersebut agar sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Karena diawali oleh kesadaran akan adanya perbedaan tersebut maka usaha untuk merubah perbedaan tersebut akan dilakukan dengan mudah dan ringan  tanpa ada beban emosi sama sekali. Bisa duduk dan diskusi bareng atau apapun caranya untuk menyelesaikan perbedaan tersebut. Maka hidup menjadi indah dan ringan. Jauh dari rasa marah, dengki dan segala penyakit diri lainnya.

jadi berusahalah mengakui, menerima dan mensyukuri apa yang terjadi dan apa yang ada. lakukan perubahan jika tidak sesuai untuk kebaikan semata-mata dan bukan untuk unjuk diri siapa kamu siapa aku…

, , , , ,

Comments are closed.