Home » EMBUN PENYEJUK IMAN » Energi Uang
Feb
09

Energi Uang

Notonogoro.com

Pada jaman dahulu kala, jaman nenek moyang kita, perdagangan dilakukan dengan sistim barter atau tukar barang. Nilai barternyapun ditentukan dan disepakati bersama. Yang penting suka sama suka, sengan sama senang. Dengan semakin berkembangnya interaksi maka berkembang pula kebutuhan satu dengan yang lainnya. Perdagangan dengan sistem barterpun menjadi tidak cukup untuk menangani semua jenis transaksi perdagangan yang berkembang. Maka singkat cerita terbentuk atau terciptalah alat bayar dalam perdagangan. Alat bayar ini sangat memudahkan melakukan transaksi perdagangan. Semua jenis perdagangan bisa diselesaikan dengan memakai alat bayar ini. Alat bayar kemudian disebut dengan UANG dalam bahasa Indonesia.

Uang menjadi semakin eksis. Semuanya menjadi butuh uang. Semuanya diukur dengan uang. Uang butuh tempat penyimpanan yang aman maka lahirlah Bank. Dengan bank maka uang lahir dengan bentuk-bentuk baru yang intinya sama yaitu sebagai alat bayar dan alat kekayaan. Sadar tidak sadar akhirnya kita semua menjadi tergila-gila dengan uang, uang dan uang. Semua pikiran fokus kepada uang. Semua keinginan fokus kepada uang. Akhirnya sesuai dengan hukum alam semesta ini, uang memiliki energi yang sangat luar biasa.

Energi uang demikian besar dab kuat. Energi uang ini dapat merubah siapapun tanpa kecuali. Energi uang bisa membuat yang sedih jadi senang. Bisa membuat yang senang jadi sedih. Bisa membuat yang akrab jadi renggang. Bisa membuat persaudaraan jadi permusuhan. Bisa membuat permusuhan jadi persaudaraan. Bisa membuat yang baik jadi jahat. Bisa membuat yang jahat jadi baik dan lain sebagainya. Yang malas butuh uang dan yang rajin butuh uang. Polisi butuh uang dan penjahatpun butuh uang. Kiai butuh uang dan munafikun juga butuh uang. Semakin dicari semakin kuat energi uang. Akhirnya energi uang bisa merubah apapun menjadi apapun.

Kita bahkan bisa menyatakan bahwa Setiap gerakan kehidupan pasti membutuhkan uang lansung maupun tidak langsung. Individu, kelompok, organisasi masyarakat, politik dan pemerintahanpun butuh uang. Jadi bayangkan betapa uang memasuki dan merasuki semua sendi kehidupan didunia ini. Tidak ada tempat dibumi ini yang tidak tersentuh uang.

Makanya jangan heran jika semakin banyak penjahat apapun jenis kejahatannya. Semua kejahatan pada akhirnya berujung pada uang. kalau kejahatan korupsi sih sudah pasti memang berdasar pada uang. Makanya apa mungkin korupsi dapat dihilangkan di negara ini selama uang akan selalu jadi primadona dalam kehidupan ini. Jelas sulit bahkan tidak mungkin menghilangkan korupsi cs sebagaimana tidak mungkinnya menghilangkan perjudian dan pelacuran di dunia ini.

Manusia bijak mengatakan bahwa uang bukan segalanya walaupun segalanya butuh uang. Ini adalah kalimat yang benar, akurat dan valid. Banyak uang tidak menjamin hidup bahagia sebagaimana miskin tidak menjamin hidup pasti sedih. Yes memang uang selalu ada dalam denyut kehidupan ini. Siapapun butuh uang. Namun selalu ada celah untuk tidak diperbudak dan dibutakan oleh uang.

Energi uang selalu akan kalah dengan energi SYUKUR. Ini lah satu-satunya energi pamungkas untuk energi uang. Selama syukur kita mengalir dalam darah kita dan selalu berdenyut dijantung kita maka selama itulah kita terjaga dari ganggung energi uang yang menyesatkan. Justru energi syukur ini dapat mengalihkan dan memanfaatkan besarnya energi uang menjadi enerigi yang positih dan bermakna bagi kita semua dan kemanusiaan lainnya.

Oleh karena itu, marilah kita selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dan kita alami dalam hidup ini. Baik masa lalu, jaman now dan masa depan.

katakan dalam doa..

Tuhan.. apapun keadaan ku saat ini..

apapun yang aku alami selama ini..

dan apapun yang aku miliki saat ini..

aku selalu bersyukur kepada MU..

dan aku selalu mencintai MU ya Tuhan…

, , , , ,

Comments are closed.