Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Terlena ooh terlena
Feb
05

Notonogoro.com

Kita tentu paham dengan sebutan atau istilah anak manja atau akan mami. Yes benar, para anak manja ini adalah mereka yang sangat dilindungi oleh orang tua mereka dan selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hampir bisa dikatakan mereka tidak pernah mendengar kata “Tidak boleh,,,”, ” Nanti saja ya,,,”,” Jangan seperti itu…” dan sebagainya. Pokoknya anak manja tidak pernah tertolak keinginannya dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Tidak pernah disangkal, selalu didukung habis, selalu mendapatkan segala “kebaikan tentang dirinya”, tidak pernah dimarahi apalagi disakiti. Selalu memerintah atau menyuruh dengan alasan yang jelas atau tidak jelas. Mereka hidup dalam persepsi dan asumsi sendiri. Mereka bisa terus nyaman sampai akhir atau hancur di tengah jalan dalam sedih dan malu.

Mereka anak manja atau anak mami ini tercipta setidaknya dari dua hal yang umum terjadi. Pertama adalah dicipta karena dia anak satu-satunya, baik anak tunggal, anak perempuan atau anak lelaki satu-satunya dari sekian anak atau kehadirannya sudah sangat lama ditunggu oleh orang tuanya yang sudah berusaha berobat kemana-mana agar bisa punya anak. Kedua, anak mami atau anak manja dicipta sebagai boneka semata untuk satu tujuan pribadi atau kelompok yang memanfaatkan si anak tersebut. Misalnya ahli waris tunggal orang tua kaya raya baik orang tuany sedang sekarat atau memang sudah meninggal keduamya. Dimanja agar si anak mau nurut dan duduk manis saja dengan segala fasilitas, gengsi dan kenikmatan yang disajikan. Urusan lainnya diatur atau tetapnya dikuasai oleh pribadi atau kelompok yang ambil untung tersebut. Bisa juga disebut anak manja atau anak mami ini sebagai boneka semata.

Selalu saja ada kerugian yang sudah atau kelak akan diterima oleh anak manja ini apapun alasan terbentuk dirinya, baik alasan pertama maupun alasan kedua. Kapan? bisa kapan saja. Ingat sehebat-hebatnya dia dijaga tetap saja ada kelemahan pada saat pengalaman hidupnya tidak bisa mendukung satu kejadian tertentu yang bernilai negatif. Misalnya, pada saat tanpa disangka-sangka dia menerima protes, makian, omelan yang semuanya bertolak belakang dengan segala asumsi dan persepsi dia selama ini yaitu baik dan hebat. Pokoknya tidak mungkin ada yang bilang dia jelek. Begitu sekarang dia terima nilai jelek tentang dirinya maka dia kaget dan tidak siap. Luar biasa ketidak nyamanan yang langsung dirasakan olehnya. Dunia seperti hancur. Dia merasa malu. Dia merasa gagal. Pokoknya energi takut langsung menguasai dirinya.  Terlena dalam “kebaikan dan kehebatan palsu” telah membuat dirinya terlena dan tidak siap menerima kenyataan dunia.

Kalau pengaruh energi takut dalam dirinya demikian kuat maka energi takut ini akan menciptakan banyak pikiran, ucapan dan tingkah laku yang negatif, sakit, bersembunyi dari kenyataan dan hal negatif lainnya. Harus segera dicarikan solusinya jika tidak mau hancur berantakan semua akibat gelombang salju energi takut tersebut.

Anak manja atau anak mami sesungguhnya sangat lemah. Mereka hidup dalam dunia palsu yang menipu dirinya. Dia pikir dia hebat. Dia pikir dia baik. Dia pikir dia terlindungi, Dia pikir dia dicintai….. Tidak bro… tidak seperti ini.. semua itu palsu dan sangat tidak nyaman hidup dalam kepalsuan. Eling dan segera temukan siapa diri anda hai anak manja… Jangan terus-terusan terlena….

, , , , ,

Comments are closed.