Home » EMBUN PENYEJUK IMAN » Gagal move on
Feb
01

Gagal move on

Notonogoro.com

Walau sudah pindah rumah namun tetap masih mendapat informasi terkini terkait kehidupan di lingkungan tempat tinggal yang lama. Suatu kawasan perumahan yang termasuk bagus dan bergengsi. Diperumahan bergengsi ini  tiga bulan yang lalu diadakan pemilihan ketua RW baru yang sangat seru. Memang aneh sih kok perumahan berkelas memiliki warga atau penghuni yang sangat care dengan kepengurusan RW nya. Biasanyakan perumahan yang seperti ini pada males ngurusan segala sesuatu yang berhubungan dengan RT dan RW. Kalau bisa semua diselesaikan dengan uang. Biarin deh tidak bisa hadir dalam satu kegiatan yang penting uangnya tetap hadir. Jadi uang diperlakukan sebagai wakil penghuni atau pemilik rumah. Tetapi di lingkungan RW di perumahan ini justru kebalikannya. Sebagian besar warganya  sangat perhatian atas kepengurusan RT dan RW. luar biasa pokoknya..

Pada masa kampanye pemilihan RW tersebut sangat dipenuhi dengan segala intrik dan trik yang saling bersinggungan satu kubu dengan kubu lainnya. Kubu pentahan melawan kubu baru. Kubu pentahana sangat yakin dan sangat percaya diri akan menang dan tetap menjabat sebagai RW. Yakin banget dengan apa yang telah dilakukan selama ini dan  semakin yakin lagi karena atasan RW tersebut, yaitu kelurahan, sangat mendukung pengurus pentahana tersebut.

pada sisi lain, kubu baru cukup cerdas memanfaatkan keadaaan di lingkungan RW tersebut. Kubu baru ini memanfaatkan pendekatan keagamaan. Sangat rajin mengikuti dan mengunjungi  pengajian. Benar-benar melebur dengan tetangga atau sesepuh yang agamanya cukup kuat. Singkat cerita, Akhirnya para sesepuh sangat tertarik dan mendukung kubu baru ini. Dukungan Sesepuh ternyata membuat dukungan disegenap warga berubah haluan menjadi ikut mendukung kubu baru ini. Sampai dengan hari pemilihan posisi 50:50. Seru banget deh.. Akhirnya kubu baru yang menang dan berhak menjadi ketua RW yang baru.

Disinilah drama tidak berakhir dimulai. Kubu pentahana tidak bisa menerima dengan legowo hasil pemilihan ketua RW ini. Tidak protes sih tetapi justru muncul kelakuan jeleknya yag sebenarnya sudah dikenal oleh warga. Kelakuan yang suka menjelek-jelekan pengurus yang sedang memegang amanat warga. Sebelum si pentahana ini menjabat sebaga ketua RW, dia dan kubunya selalu saja menyalahkan dan menjelek-jelekan apapun yang dilakukan oleh pengurus RW. Pokoknya tidak ada baiknya sama sekali dimata orang ini dengan kelompoknya. Semua dinilai salah…

Pada saat si pentahana menjabat sebagai ketua RW kemarin ini hampir  bisa di bilang tidak ada yang protes macam-macam ke dia dan kubunya. Warga sih biasa-biasa saja walaupun si pentahana dan kubunya melakukan perbuatan yang dulu dia nilai jelek pada saat tidak menjabat sebagai ketua RW dan bahkan pentahana ini melakukan yang jauh lebih jelek lagi kalau diukur dengan tolok ukur yang dipakai si pentahana ini. Tetapi si pentahana cuek saja dan tetap merasa benar dan hebat.

Pada saat sekarang ini dimana si pentahana kalah maka kelakuan dia dan kubunya kumat lagi. Apa saja yang dilakukan oleh pejabat baru selalu diserang dan selalu dinilai salah. Tidak ada bagusnya sama sekali pejabat RW yang baru ini dimata mereka. Mau bagus kek, mau jelek ke, ya tetap saja salah dan jelek.

Apakah kubu yang seperti  ini tidak punya pikiran dan kesadaran sama sekali ya..

pemilihan sudah selesai ya sudah terima dan bantu pejabat baru..Kan dia juga dulu diperlakukan seperti itu oleh warga.. apa dia tidak sadar..kenapa sih kok maunya benar sendiri, maunya menang sendiri..

Orang seperti ini kok mau jadi pemimpin..

Pada saat menjabat kok lupa diri…

Eling bro…

Sadar bro..

Move on bro…

Apakah anda tidak sadar bahwa wilayah  ini tidak butuh ketua RW yang punya kelakuan jelek seperti kalian dan kelompok kalian…

Ternyata untuk sebagian orang masih sangat susah untuk bersikap legowo terkait kekuasaan…

 

 

, , ,

Comments are closed.