Home » EMBUN PENYEJUK IMAN » Kita adalah dimana kita
Jan
30

Notonogoro.com

Ada ungkapan bagus yang bilang kita adalah apa yang kita makan. Maksudnya adalah kesehatan kita sangat tergantung dengan apa yang masuk kedalam perut kita. Kalau yang masuk makanan dan minuman sehat dan menyehatkan maka tubuh kita akan sehat. Demikian sebaliknya, jika yang masuk kedalam perut kita adalah makanan yang tidak sehat maka kita pun akan tidak sehat. Jadi apa yang biasa kita lakukan dan dimana lingkungan tempat kita hidup akan sangat menentukan siapa diri kita atau tepatnya akan jadi apa kita nantinya. Hal ini hanyalah gambaran umum saja dan tentunya tidak mutlak harus 100% menjadi apa seharusnya terjadi. Tentu ada saja pengecualian dalam kehidupan ini. Namun pengecualian tidak menghilangkan gambaran umum yang ada.Kita adalah dimana kita juga merupakan satu ungkapan umum yang ada disekitar kita dalam kehidupan ini. Jika seorang anak hidup dalam alam pedesaan dengan bertani sebagai pekerjaan utama maka besar kemungkinan orang tersebut akan menjadi petani. Jika anak kecil hidup dalam lingkungan nelayan maka dia akan menjadi nelayan. Memang benar tidak selamanya selalu akan menjadi petani atau nelayan namun kebiasaan atau rasa sebagai petani atau nelayan pasti mengalir dalam darah anak yang nantinya tumbuh dewasa tersebut. Suka dengan tanaman atau cocok tanam selalu ada dalam anak petani. Bisa berenang, tidak takut laut dan suka memancing pasti mengalir dalam darah anak nelayan.

Lingkungan dimana kita berada akan sangat berpengaruh mewarnai siapa diri kita. Perusahaan dengan aturan yang ketat tetapi¬† sangat menghargai karyawan, solid penuh kekeluargaan maka karyawannya pasti akan disiplin tetapi humanis. Keluarga yang sangat mengutamakan pendidikan bagi isi keluarganya maka tidak heran jika anak-anaknya pandai dan bergelar sarjana tinggi. Keluarga yang berantakan maka besar kemungkinan anak-anaknya menjadi tidak karuan juga. Ini adalah hukum alam….

Demikian juga, walaupun, seseorang sudah dewasa dan bahkan sudah bekerja tetapi lingkungan kerja atau lingkungan profesinya tidak baik maka orang tersebut juga akan terbentuk menjadi apa yang terjadi di lingkungan kerja nya tersebut. Seorang karyawan yang baru masuk bekerja dalam satu tempat kerja yang koruptif, yang manipulatif, yang punglitif maka selang beberapa lama karyawan tersebut akan ikut dalam arus taf tif taf tif tersebut. Kenapa? karena setiap hari dilihat seperti itu maka nilai normanya akan berubah dan menjadikan tindakan yang tif taf tif tersebut menjadi hal yang sangat biasa dan tidak melanggar hukum atau aturan apapun. Semua bisa diatur, tau sama tau aja. Maka kekayaaan yang diperolehnya dengan cara tersebut dan dinikmati oleh keluarganya manjadi kekayaan yang halal, tidak ada sedikitpun rasa haram dalam menikmati kekayaan dalam kesehariannya. Bisa saja orang tersebut rajin melakukan ritual ibadah agamanya. Tidak risih dan tidak malu walau ditempat kerjanya selalu melakukan perbuatan taf tif taf tif tersebut…saking biasanya akhirnya menjadi halal dalam pikiran dan perasaannya.

Juga jika seseorang hidup dalam satu kelompak kekuasaan tertentu, apapun bentuk kekuasaan tersebut,  yang menghalalkan segala cara untuk menjaga kekuasaannya, menghancurkan saingannya dan menikmati kesenangan dari kekuasaannya tersebut maka orang tersebutpun akan memiliki kelakukan yang sama dengan kelompoknya tersebut. tadinya benci melakukan fitnah kepada orang lain maka sekarang menjadi rajin melakukan fitnah untuk menjatuhkan saingannya. Tadinya hanya makan gaji buta maka sekarang melakukan banyak hal apapun dengan cara apapun yang penting dapat penghasilan besar. Tidak sungkan untuk membuat yang hitam menjadi putih, yang putih menjadi hitam demi kekuasaan dan nikmatnya kekuasaan tersebut..

Yang super adalah siapapun yang dalam situasi tersebut maka tidak pernah terlintas bahwa apa yang dilakukannya tersebut sesungguhnya bertentangan dan jelas melanggar baik hukum Tuhan, hukum negara maupun hukum adat. Hatinya telah tertutup oleh hawa nafsu. Sinyal kebaikan dan sinyal kebenaran tidak akan pernah bisa diterima dalam pikiran dan perasaannya. Yang ada hanyalah lagi dan lagi…lupa diri….

Jadi sebaiknya berhati-hatilah memilih lingkungan tumbuh dan lingkungan kerja…karena kita adalah dimana kita….

, , , , ,

Comments are closed.