Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Jangan tersesat
Jan
26

Notonogoro.com

Banyak orang tua yang membimbing kita dan mengatakan bahwa kebahagiaan ada didalam diri kita. Kalimat ajaran atau nasehat ini sangat dalam dan sangat luar biasa. Singkat namun padat. Pendek namun luas. Tidak ada jaminan bagi apapun di luar diri kita yang dapat memberikan kebahagiaan. Harta berlimpah kah? jabatan tinggi kah? tidak menjamin akan dapat memberikan kebahagiaan sejati. Tentu sebagian dari kita akan bertanya “kalau begitu harta tidak berguna dong ..”, “kalau begitu apa kita harus hidup miskin agar bisa bahagia..”, “apakah mungkin hidup susah bisa mendapatkan kebahagiaan..”. Itu adalah sedikit contoh pertanyaan yang muncul terkait dengan pernyataan “kebahagiaan ada di dalam diri kita”. Yang bertanya bukan saja yang miskin tetapi yang kaya pun ikut bertanya. Pasti banyak disekitar kita orang kaya yang tidak bahagia. Orang miskin yang tidak bahagia. Demikian juga sebaliknya, pasti banyak disekitar kita orang kaya yang bahagia dan orang miskin yang juga bahagia. Artinya kekayaan tidak menjamin kebahagiaan. Namun siapapun kita selama kita bisa mencari dan mendapatkan kebahagiaan dalam diri kita maka semiskin-miskinnya kita akan tetap bahagia. 

Selama kita mencari kebahagiaan diluar diri kita maka selama itu juga kita tidak akan bahagia.  yes mungkin akan bahagia tetapi bukanlah kebahagiaan sejati dan bukanlah kebahagian yang murni. Kenapa? karena kebahagiaan yang berdasar dari triger luar diri kita adalah kebahagian semu atau kebahagiaan sementara. Kebahagiaan yang tercipta karena kejadian atas satu hal yang menyenangkan diri kita. Bisa berupa dapat uang, dapat hadiah, dapat pujian, dapat promosi dan sebagainya. Jelas siapapun akan bahagia jika mendapatkan rezeki tersebut. Namun apa yang terjadi setelah masa itu lewat? bagaimana jika uangnya kemudian habis tidak tersisa? bagaimana  jika stress berat menjadi makanan sehari-hari akibat jabatan tinggi yang disandangnya? maka pada saat itu kebahagiaan semu akan sirna dan berganti dengan ketidak nyamanan apapun bentuknya.

Jika kita merasa yang paling pintar, jika kita menilai diri kita adalah yang paling tahu, jika kita merasa yang paling baik, jika kita menilai diri kita adalah yangpaling berjasa maka siap-siap saja akan merasakan ketidak bahagiaan yang sangat tidak mengenakan. Bisa saja sekarang ini kita merasa yang paling hebat dan paling bahagia karena jabatan yang kita pegang. Tidak ada yang berani melawan kita. Tidak ada yang berani menghina kita. Tidak ada yang berani menolak kita. Semua orang hormat pada kita. Semua orang mencari kita untuk mendapatkan manfaat dari jabatan kita. Terasa Sungguh sangat bahagia dengan situasi ini. Sungguh sangat bangga dengan keadaan sekarang ini. Namun tahukan kita bahwa jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk merenung atau tafakur dan bertanya  kepada diri sendiri “apakah saya bahagia?…..”  maka jawaban yang paling murni yang akan muncul dari perasaan yang paling dalam di diri kita adalah “saya tidak bahagia..”, “saya kok was was ya..”,” sebenarnya saya stress…”,”sampai kapan saya seperti ini..jangan-jangan sebentar lagi semua berubah..”. Jawaban itu adalah jawaban yang paling jujur dari perasaan terdalam diri kita. Perasaan terdalam diri kita adalah menggambarkan kebenaran sejati yang ada dalam qalbu kita. Jujur sejujur jujurnya. Jadi, selama kita mencari keluar dari diri kita maka kita akan tersesat dan akan terasa kering diri kita ini, siapapun kita.

Oleh karena itu, carilah kebahagiaan didalam diri kita. Carilah dengan modal “syukur dan ikhlas” apapun yang terjadi pada diri kita. Jadikanlah syukur dan ikhlas menjadi bungkus dari semua langkah, laku, ucap dan pikir kita. Berterima kasih lah kepada Tuhan dan kembalikan segala sesuatu menjadi urusan NYA. maka kita akan terasa plong luar biasa. Maka kita akan terbebas dari segala stress. Maka kita akan terlepas dari segala sombong. Maka kita akan merdeka dari jajahan rakus. Maka kita akan terhindar dari segala kesesatan yang ada.

Senyum dan senyum adalah keseharian kita…. Maka berbahagialah kita dalam kebahagiaan sejati..

, , , ,

Comments are closed.