Home » SOSIAL » Terserang Malas
Jul
05

Terserang Malas

Notonogoro.com

Siapapun yang merayakan Idul Fitri pasti melakukan yang namanya Halal Bi Halal baik dengan keluarga, tetangga, rekan kerja, kolega atau organisasi apapun. Seperti biasanya dalam HBH ini pasti ketemu teman lama dan ngobrol macam-macam. Obrolan ringan sampai obrolan berat mengalir dengan tenang dan bahkan deras. Apapun diobrolin dalam suasana santai. Apalagi kalau ngobrolnya dengan sahabat lama yang masuk dalam kategori pakar dalam suatu atau banyak hal. Tentu banyak judul obrolan yang muncul dan terus diobrolin. Apapun yang di obrolin pasti dipenuhi dengan tawa ria yang tidak ada habisnya. Demikian juga yang kemarin dialami, bertemu dengan beberapa pakar sahabat tetapi yang tidak masuk dalam lingkaran politik apalagi kekuasaan. Mereka adalah manusia yang bebas dan hanya menjadi pengamat semata. Ujung-ujungnya hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum saja melihat situasi yang ada dinegara ini.

Obrolan yang pasti otomatis adalah tentang gunjang ganjing yang tidak ada habisnya di negara ini. Setelah “jam sekolah” yang akhirnya di tunda pelaksanaannya,   pansus KPK di DPR sampai jumlah hutang yang naik 1000 T hanya dalam 2,5 tahun saja. Pada dasarnya sih terserah saja para bos tersebut mau melakukan apa saja semau mereka. Kita sih hanya mengamati saja. Tetapi tetap saja muncul rasa kesel melihat situasi ini. Terasa sekali demikian besarnya syahwat hawa nafsu yang menyelimuti segenap bangsa ini. Kekuasaanlah yang menyebabkan munculnya hawa nafsu tersebut. Baik kekuasaan di lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif maupun kekuasaan yang ada di masyarakat. Yang menarik adalah ternyata tujuannya, atau tepatnya, bungkus tujuannya, sama satu dengan yang lainnya. Bagaimana mungkin gerakan dengan tujuan yang sama, yaitu untuk NKRI ini, mempunyai arah sangat berbeda dan gesekan keras satu dengan yang lainnya.

Pada zaman SBY, ada sekelompok orang yang sangat getol protes luar biasa jika ada kenaikan harga BBM dan listrik, termasuk besarnya hutang negara ini. Namun sekarang mereka  diam saja dan justru mendukung segala keputusan untuk menaikan harga dan hutang negara yang dahulunya di tentang habis-habisan. Ini kan jelas akibat dari pengaruh kekuasaan yang tidak bisa dipikul sehinggal memunculkan syahwat hawa nafsu kekuasaan yang membutakan mereka. serem ya…

KPK diciptakan dan di puja puji untuk memberantas segala korupsi dinegara ini dimana korupsi memang sudah membudaya dimasyarakat kita. Lalu sekarang kok sepertinya ada kekuatan yang akan mendefinisikan ulang tentang kekuasaan KPK kalau tidak mau dikatakan dibubarkan. Lalu dimana partai-partai yang dahulu sangat membela KPK? apakah kasus e-KTP telah menimbulkan ketakukan luar biasa dan bisa  membuat hancurnya harga diri mereka sehingga KPK harus di hancurkan sebelum menghancurkan mereka? apa sih yang ditakutkan dari KPK? KPK kan anak kandung mereka, iya kan? lalu dimana pemerintah?..Karena tidak ada yang menjelaskan dengan terbuka maka wajar saja jika masyarakat ada yang merasa KPK akan di hancurkan ada sebagian masyarakat yang merasa KPK akan diperbaiki..Kasihan kan masyarakat jadi terbelah..

Namun tetap saja semuanya selalu berkata untuk kebaikan hukum dinegara ini. aneh kan…..Kalau memang para bos tersebut sama tujuannya untuk kebaikan bangsa dan negara ini lalu kenapa tidak duduk bareng bicara baik-baik saja. Paparkan masalahnya, sodorkan tujuannya dan cari solusinya kemudian sepakati bersama untuk dilaksanakan. Mudah kan? Tidak perlu ribut-ribut dan gaduh kok…

Demikian juga dengan hutang yang membengkak luar biasa. Kok pada diam saja ya dan tidak serame seperti zaman SBY. Ada apa ini? Kalau memang hutang yang sangat membengkak itu digunakan untuk kepentingan bangsa ini dan bangsa ini diyakini mampu membayar hutang-hutang tersebut ya sudah di jelaskan saja secara terbuka kepada masyarakat dan para pakar ekonomi. Sehingga semua menjadi jelas dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak ada yang takut nantinya anak cucu kita pada ngontrak dinegara ini. Juga dipastikan semua proyek tersebut TIDAK ADA KICK BACK NYA kepada para bos tersebut. Ingat SIAPA YANG MENANAM ANGIN AKAN MENUAI BADAI… pasti…

Kasus pornografi ulama juga bikin muak dan mual saja. Siapa sih yang salah? siapa sih yang ketakutan? siapa sih yang membuatnya? apa sih maunya? Kok jadi ruwet bener. Apa iya ada yang berani memanipulasi bukti atau menciptakan bukti palsu untuk menghukum ulama? atau kasus ini menang benar-benar ada dan bukan rekayasa. Ingat SIAPA YANG MENANAM ANGIN AKAN MENUAI BADAI… pasti…

Pokoknya sebel benar dah melihat situasi ini hasil dari obrolan di HBH tersebut. Tentu saja tidak semua obrolan ditulis di sini. Bisa makin gaduh nantinya. Tetapi yang pasti tidak ada satupun dari yang ikut ngobrol kemarin, para pakar bebas merdeka ini, yang berani menjamin tidak ada lagi kegaduhan baru. Justru sebaliknya semua berani menjamin kegaduhan baru akan terus muncul silih berganti sampai saatnya, sampai puncaknya dan muncullah pemimpin sejati Indonesia… tapi kapan bro….

hasilnya? ya sudah deh jadi kena virus males… dibilang serem  tetapi kok lucu…. dibilang lucu tetapi kok serem …dibilang hebat tetapi kok o’on…dibilang o’on tetapi kok hebat…dibilang munafik tetapi kok terlihat  jujur…dibilang jujur kok terlihat munafik….dibilang satu tetapi kok banyak..dibilang banyak tetapi kok satu..dibilang putih tetapi kok hitam…dibilang hitam tetapi kok putih….

waduuuuhhhhh serem deh pokoknya….

sungguh sangat relatif situasai sekarang ini…

tergantung ada dipihak mana dan setiap pihak punya penilaian sendiri..

ya sudah .. mumpung lagi kena virus males kita tonton saja sinetron Indonesia ini….

, , , , , , ,

Comments are closed.

« « Kubu-kubuan B I S » »