Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, REFORMASI, SOSIAL » Kangen kerja bakti
Jun
20

Notonogoro.com

Tinggal di perumahan yang segala sesuatu tentang lingkungan dilakukan dengan uang ternyata tidak nyaman juga. Dilihat dari sisi tidak perlu repot-repot, memang enak. Tinggal bayar uang iuran bulanan dan semua pekerjaan lingkungan sudah ada yang melakukannya. Mulai dari sampah, keamanan dan kebersihan lingkungan termasuk memotong rumput dan pohon.  Tetapi jika dilihat dari sisi pergaulan antar warga terasa sekali menjadi tidak nyaman. Susah sekali melakukan kumpul-kumpul warga walau hanya sekedar ngomong ringan saja. Jangankan seminggu sekali, tiga bulan sekali saja tidak pernah bisa dilakukan. Semua pada sibuk, berangkat pagi dan pulang malam. Sabtu dan minggu digunakan untuk keluarga kalau tidak kerja lembur.

Situasi ini sangat berbeda jika dibandingkan tempat tinggal sebelumnya 2o tahun yang lalu. Masih ada yang namanya kerja bakti dilingkungan rumah, baik level RT maupun level RW. Biasanya bapak-bapak dan anak muda lelaki yang melakukan bersih-bersih dan ibu-ibu dibantu remaja putri yang menyiapkan makanan dan minuman. Aktifitas ini sangat penuh dengan keceriaan. Main kotor tetapi hati bahagia. Siapapun dia tidak sungkan untuk membersihkan saluran air atau got masing-masing depan rumahnya. Penuh canda dan tawa. Biasanya selesai sebelum jam 12 siang dan ditutup dengan acara makan siang bersama. Kembali tercipta suasana indah saling cerita apa saja. Intinya adalah persaudaraan dalam lingkungan tempat tinggal.

Pengalaman indah kerja bakti ini sudah tidak pernah dialami lagi sampai saat ini. Bahkan bisa dibilang adat kerja bakti sudah banyak yang hilang dikota-kota besar. Mungki di perkampungan masin suka dilakukan walau  mungkin juga tidak terlalu sering. Sangat kangen dengan situasi indah dan damai ini. Ternyata teman-teman saya yang tinggal di dibeberapa perumahan mewahpun sangat rindu dengan suasana kerja bakti ini. Mereka mau melakukan kerja bakti dan bahkan dia bilang siap menjadikan rumahnya menjadi posko kerja bakti, termasuk mengeluarkan uang untuk membiayai kerja bakti tersebut. Sebulan sekalipun tidak ada masalah dan sangat siap untuk melakukannya saking kangennya dengan kerja bakti. Namun keinginan tersebut tidak pernah terwujud. sampai saat ini. Jangankan kerja bakti, rumah RT dan RW saja dia tidak tahu. Semua ditangani oleh sekuriti perumahan dan beres. Mungkin banyak diantara kita yang tidak pernah mengalami kerja bakti karena situasi memang sudah berubah. tetapi bagi mereka yang senior tentunya pernah mengalami keindahan kerja bakti ini.

Kerja bakti atau gotong royong adalah nilai luhur bangsa ini. Nilai ini sangat umu di era tahun 80an ke bawah. Pada saat itu, kebersamaan dan persaudaraan sangat kental sekali. Saling sapa dan salam sangat mewarnai kehidupan bertetangga. Diajak kumpul-kumpul, apapun acaranya, spontan disambut dihadiri oleh segenap tetangga. Mudah sekali menciptakan kebersamaan saling pengertian. Sangat indah….

Kehidupan telah berubah dan nilai luhurpun telah terlupakan. Kerja keras untuk memenuhi tuntutan kehidupan sudah menjadi keharusan. Macet luar biasa ada dimana-mana yang sangat memakan waltu. Akhirnya tidak ada waktu tersisa untuk kehidupan sosial. Uang adalah solusinya. bayar dan beres. Tentu dibanyak daearah, wilayah atau kampung masih bisa dilakukan kerja bakti dan gotong royong ini, Namun juga harus diterima bahwa sudah banyak juga daewrah, wilayah dan kampung yang juga kesulitan untuk melakukan kerja bakti ini. Ini adalah fakta…

Sesungguhnya nilai luhur kerja bakti ini dapat membantu masyarakat untuk saling mengingatkan, untuk saling asah, asih dan asuh. Nilai kerja bakti dapat membantu kita untuk tidak melakukan kegiatan KKN atau narkoba. Untuk KKN, misalnya, Punya rumah dan harta yang banyak dari hasil KKN akan membuat rasa malu karena tetangga tahu kita bekerja dimana dan sebagai apa. Masyarakat akan tahu jika harta tidak sesuai dengan penghasilan. Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat mencegah KKN dilingkungan masing-masing, Ini adalah salah satu manfaat kekinian dari nilai luhur kerja bakti. Mereka yang tidak biasa dengan nilai ini tentu akan bilang “ngapain ikut campur urusan orang”, “kok kita jadi pada sirik sih..” dan sebagainya. Nilai tidak mau tahu  dan tidak peduli lingkungan inilah yang sekarang mengalir dalam diri kita. Padahal nilai kepedulian itulah kekuatan kita sebagai satu bangsa. Negara tetangga kita, misalnya Malaysia, justru sampai saat ini masih menjalankan nilai ini. Jika ada tetangga yang memiliki harta tidak pantas maka tetangga akan lapor ke aparat terkait dan aparat akan menindak lanjutinya. Makanya sulit untuk korupsi di Malaysia walau tidak berarti tidak ada korupsi.

Indonesia seharusnya jauh lebih hebat dari negara tetangganya karena Indonesia punya nilai-nilai luhur, punya Pancasila…..

Yuk..kembali kita hidupkan nilai luhur ini agar Indonesia bangkit dan jaya…

Semoga pemimpin sejati akan memimpin bangsa ini berbasis nilai luhur Indonesia

 

, , , , , , ,

Comments are closed.

« « B I S Jam sekolah » »