Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, POLITIK, SOSIAL » Ribut Pancasila
Jun
10

Notonogoro.com

Beberapa bulan belakangan ini kita disajikan mengenai keadaan dimana segenap dari masyarakat, siapapun mereka, membicarakan tentang NKRI dan Pancasila. Apapun latar belakangnya, hal ini memang terjadi ditengah kita sekarang ini. Sepertinya kesatuan dan persatuan bangsa ini sangat terancam dan perlu diingkan kembali bahwa NKRI adalah harga mati. Kita adalah bangsa yang plural dan menghargai perbedaan. Kita berbeda-beda tetapi tetap satu dalam NKRI. Demikian komentar dari banyak pihak tentang NKRI. Bahkan Pemerintah membentuk satu unit kerja lagi yang diberi tugas terkait dengan Pancasila. Kalau jaman Orba ada istilah P4 dan BP7.

P4 adalah pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila dan BP7 adalah Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pemerintah sekarang membuat Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Terserah mau dibilang sama atau mau dibilang berbeda. Yang pro Orba pasti bilang Ortba benar dengan P4 dan BP7 nya yang ternyata  diikuti oleh pemerintah sekarang. Yang kontra Orba pasti bilang ini berbeda dengan Orba. Yang pasti keduanya sama yaitu tentang kembali memasyarakatkan kembali Pancasila di semua lini berbangsa dan bernegara.

Tajuk ini telah berulang kali mengingatkan bahwa Pancasila adalah nilai luhur bangsa ini yang sangat diakui nilai luhurnya tersebut oleh banyak negara ini. Sederhana namun powerful. Hanya Indonesia yang memiliki hal ini. Mereka sangat mengagumi Pancasila tetapi kita malah melupakan Pancasila. Dengan Pancasila, negara dan bangsa ini memastikan bahwa masyarakan Indonesia percaya kepada Tuhan. Indonesia dengan rakyatnya yang agamais namun Indonesia bukanlah negara agama. Indonesia menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Indonesia satu dan selalu bersatu walau kita terdiri dari berbagai suku dan budaya. Indonesia memiliki demokrasi sendiri yaitu demokrasi Pancasila, demokrasi perwakilan dan bukan demokrasi liberal. Indonesia punya sistim ekonomi sendiri yaitu ekonomi kerakyatan dan bukan ekonomi leberal. Semua ini sudah jelas dan telah terlupakan.

Oleh karena itu, janganlah usaha pemerintah dengan UKP-PIP nya dipergunjingkan dan dinilai negatif. Kenapa kok banyak tokoh agama di dalamnya? ada apa dengan tokoh agama ini? bagaimana dengan tokoh agama lainnya? apakah para tokoh agama sadar? Pertanyaan seperti ini memang sudah muncul ditengah kita. Bukannya membaik malah semakin ruwet saja kalau ikut menggunjingkan hal ini. Ingat.. setiap pemerintah punya cara kerja sendiri-sendiri dan punya strategi yang berbeda-beda. Syah-syah saja kok… Yang penting ambil hakekatnya yaitu kembali ingat dan laksanakan Pancasila dengan sebaik-baiknya.

Keadaan ini sangat patut untuk disyukuri. Keadaan ini kembali adalah sinyal alam kepada Indonesia. Alam kembali mengingatkan kepada Indonesia untuk kembali ke nilai luhurnya. Nilai luhur tersebut sangat indah dan mumpuni. Tidak usah ikut nilai dari  luar tetapi temukan dan jadilah diri sendiri dengan nilai luhur yang sudah disediakan oleh para pendiri bangsa ini.

Kita tahu dan sadar bahwa nilai luhur ini, Pancasila, sudah banyak yang melupakan. Generasi muda sepertinya sudah tidak bergetar dadanya jika menyebut Pancasila. Malah pada lupa isi sila Pancasila. Kita tahu dan sadar bahwa nilai dari luar telah masuk mengalir dalam daerah segenap masyarakat kita dan menjadikan nilai luar tersebut sebagai nilai yang hebat dan paling benar. Tanpa menggali nilai Pancasila mereka dengan beraninya menyatakan hal seperti itu.

Kita tahu kita harus kembali ke nilai luhur…

Kita tahu kita bisa maju dan berkembang hanya dengan berdasarkan pada nilai luhur ini..

Kita tahu kita butuh pemimpin sejati untuk mengambalikan nilai luhur ini…

Kita tahu kita butuh pemimpin sejati untuk mengamalkan nilai luhur ini..

Kita tahu kita butuh pemimpin sejati…..

, , , , , , , , , ,

Comments are closed.