Home » EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Rajin ibadah tetapi rajin pungli
May
30

Notonogoro.com

Segenap dari kita atau mungkin kita semua tidak ada yang tidak tahu dan tidak mengerti yang namanya pungli atau pungutan liar. Sederhananya kita definisikan saja apa yang dimaksud dengan pungli yang definisinya banyak di internet, salah satunya adalah Pungutan liar atau pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut. Kebanyakan pungli dipungut oleh pejabat atau aparat, walaupun pungli termasuk ilegal dan digolongkan sebagai KNN, tetapi kenyataannya hal ini jamak terjadi di Indonesia. Menurut hasil studi dari Pusat Studi Asia Pasifik Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan United State Agency for International Development (USAID) pada tahun 2004, biaya pungli yang dikeluarkan oleh para pengusaha di sektor industri manufaktur berorientasi ekspor saja, pertahunnya bisa mencapai 3 triliun rupiah. Pungli biasa dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab kepada masyarakat luas, hampir setiap pelayanan publik dikenakan tarif yang sebenarnya tidak patut untuk dikenakan biaya, banyak cara yang dilakukan oleh para oknum tidak bertanggung jawab, biasanya mereka meminta biaya yang tidak seharusnya dipungut oleh pemerintah kepada masyarakat, kemudian para oknum biasanya menawarkan mempercepat proses pengurusan dokumen jika diberikan “ Pelicin” dari masyarakat yang akan mengurus suatu dokumen. Ada pungli perorangan dan ada pungli sistematis. Inilah pungli dan budaya pungli disekitar kita. Silahkan saja jika ada yang menganggap pungli syah saja yang penting urusan jadi lebih mudah dan cepat. Hitung-hitung bayar calo saja deh. jadi tidak nyesek di hati. Tetapi mau kesel dengan segala bentuk punglipun ya terserah saja. Inikan pilihan untuk kita semua.

Biasanya pungli yang dilakukan adalah pungli berjamaah dan sistematis.  Jadi bukan pungli orang per orang. Biaya punglinya juga sudah jelas, yang melakukan pungli siapa saja juga sudah jelas. Jadi tidak semua melakukan pungli secara serempak. Uang pungli dikumpulkan dan dibagi sesuai pangkat dan jabatan, baik setelah jam kerja, seminggu sekali atau sebulan sekali. Pokoknya semua kebagian. Jadi tahu sama tahu. Ada juga yang menyebut ini adalah pungli yang legal dan sistematis.

Yang sangat menarik adalah ada banyak pelaku dan penerima uang pungli tetapi rajin melakukan ibadah agamanya,  apapun agamanya. Namun sebagai contoh akan disampaikan yang bergama Islam saja ya karena ritual ibadah hariannya cukup banyak dan mudah dilihat. Kalau yang seminggu sekali kan tidak kelihatan karena dilakukan ibadahnya pada hari libur. Bukan untuk menjelekan umat Islam yang melakukan pungli loh ya. Aktifitas mereka normal saja. Melakukan sholat subuh, berangkat kerja, jam istrirahat mereka melakukan sholat Zuhur, sore melakukan sholat Ashar, Senja melakukan sholat Magrib. Setelah itu hitung pungli dan terima bagian pungli, pulang dan sebelum tidur melakukan sholat Isya. Kalau pembagiannya dilakukan mingguan atau bulanan ya sama saja biasanya setelah senja baru dibagikan.

Jadi misalnya pada saat sholat Zuhur di Mushola, mereka biasa saja, ngobrol kemudian sholat dan ngobrol lagi. Pokoknya tidak ada beban sama sekali bahwa mereka melakukan pungli setiap hari. Ilegal dan berdosa sangat tidak ada tanda-tandanya. Mungkin karena sudah terbiasa dan mengalir dalam hidupnya maka pungli bukan lagi sesuatu beban yang memalukan tetapi sudah menjadi bagian dari rezeki halal mereka. Membawa uang pungli kerumah dan memanfaatkannya untuk keluarga juga tidak ada beban bersalah sama sekali. Normal-normal saja kok…

Ada juga dari mereka yang masih berusaha membohongi Tuhannya dengan melakukan banyak amal sedekah untuk mencuci hartanya. Jadi uang pungli sebagian disedekahkan dan sebagian dimanfaatkan. jadi uang pungli menjadi halal dari sebelumnya haram. Bahkan ada yang melakukan ibadah umroh dengan siasat mengumpulkan uang gaji perbulannya untuk biaya umroh. Makan sehari-harinya pakai uang pungli. Jadi umrohnya pakai uang halal dari gaji sehingga  umrohnya syah dan diterima Tuhan. Hebat bener akalnya. Perlu diacungi jempol. Kalau Tuhan saja sudah dibohongi bagaimana yang bukan Tuhan ya… aduh ampunn.

Inilah fakta keseharian disekitar kita. Bisa saja sebagian dari mereka adalah yang membaca tajuk ini.

Sebagian mereka bilang, tapi ya bagaimana.. sekarang kan biaya hidup sangat mahal… Rezeki halal sudah susah dan tidak mencukupi.. hanya rezeki haram yang bisa mencukupinya..

Katanya semua rezeki kan dari Tuhan.. ya pungli juga kan dari Tuhan… Syukuri dan nikmati saja.. yang penting kita tidak lupa Tuhan.. kita tetap rajin ibadah dan sedekah…

Aduh ampun.. ada saja cara untuk menghalalkan yang haram…

Ya sudah kembali ke masing-masing saja ya… mau terus pungli kek … mau insyaf kek..

yang pasti Tuhan tidak tidur dan tidak bisa dibohongi…

dan yang pasti Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang yang cinta kepada ciptaannya tanpa syarat.

, , , ,

Comments are closed.