Home » BUDAYA, EMBUN PENYEJUK IMAN, SOSIAL » Indonesia yang menang
May
10

Notonogoro.com

Semua mengetahui akhirnya Ahok divonis bersalah dengan hukuman 2 tahun dan langsung masuk rumah tahanan dan bukan masuk ke lembaga pemasyarakatan (LP) atau penjara. Harus dibedakan antara rumah tahanan dan LP. Selama belum menjadi keputusan yang berkekuatan hukum tetap maka status terdakwa masih sebagai tahanan maka dititipkannya di rumah tahanan. Karena di Negara ini tidak ada rumah tahanan maka penitipan tahanan dilakukan di LP. Kalau sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah maka status berubah menjadi terpidana dan masuk ke LP walaupun tempatnya bisa itu-itu juga karena tidak ada rumah tahanan. Kapan menjadi inkrah? tentu masih panjang proses nya dan harus melalui Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Yang pasti keputusan hakim sangat  berani, apapun latar belakangnya.

Bagi yang senang dengan keputusan ini maka akan mengatakan bahwa majelis hakim sangat profesional, lepas dari segala tekanan dan mengedepankan rasa keadilan. Bayangkan saja, Jaksa penuntut umum saja tidak bisa menuntut seperti itu  apapun alasan dan situasi yang dihadapi JPU,  tetapi majelis hakim bisa menemukan bukti kuat dan meyakinkan sehingga mengambil keputusan yang lebih tinggi dari JPU. Hal ini mungkin yang disebut bebas dari tekanan bagi kelompok yang senang dengan keputusan ini.

Bagaimana dengan yang tidak senang dengan keputusan ini? tentu saja mereka punya pendapat yang berbeda dan bertentangan. Mereka bisa saja menilai majelis hakim takut dengan tekanan dari pendemo sehingga mengambil keputusan yang tidak lazim, mengabaikan fakta persidangan dan  menciderai rasa keadilan. Keputusan hakim sangat berani dan beresiko. Wajar saja kedua kelompok memiliki rasa dan penilaian yang berbeda.

Lalu kalau begitu siapa yang menang dan siapa yang kalah dong? Sesungguhnya tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Sebagaimana yang sering dan selalu di ingatkan di tajuk Notonogoro ini, bahwa proses pengayakan atau penyaringan masih terus berlangsung dinegara ini. Proses ini akan terus memunculkan segala permasalahan yang ada sehingga segenap rakyat, khususnya yang eling, akan sadar dan mengerti apa masalah yang ada, apa yang dibutuhkan untuk memperbaikinya dan bagaimana menyelesaikan masalah yang ada pada saatnya nanti.  Setiap dimunculkannya masalah baru akan selalu diikuti oleh kegaduhan. Selalu dan akan selalu seperti itu. Selama proses penyaringan ini terjadi maka ada kelompok yang menjadi pemeran utama dari segala pemunculan masalah melalui kegaduhan dan ada kelompok yang hanya menjadi penonton atau hanya mengamati saja. Akan selalu seperti itu…

Lalu apa yang ditampilkan dari kasus kecil tetapi sangat menyita perhatian dan menghabiskan banyak dana dan tenaga ini? Sungguh sangat banyak. Diantaranya adalah mengingatkan tentang kekuatan Islam dinegara ini, fakta tentang keanehan budaya paternalistik dinegara ini, Pentingnya kembali ke akar budaya dan nilai luhur bangsa ini yang saling asih-asah dan asuh demi NKRI, Jangan sembarangan menggunakan kekuasan,  jangan hanya fokus pada pembangunan phisik semata dengan melupakan pembangunan manusia Indonesia yang sehat lahir dan bathin. Yang berkuasa harus mawas diri dan jangan lupa diri, Pemimpin harus tegas dan bebas dari korupsi, pemimpin harus sopan dan memiliki etika yang baik, pemimpin harus lugas dan dekat dengan yang dipimpinnya, pemimpin tidak boleh munafik. 

Jadi kalau dinilai dengan perasaan penuh cinta maka sangat Indah sekali apa yang sudah ditampilkan ini dan kalau semua ini disadari dan ditindak lanjuti maka indonesia akan tenang, damai dan sejahtera. Jadi sesungguhnya yang menang adalah Indonesia. Indonesia sangat berterima kasih kepada semua kekompok yang menjadi pemeran utama dalam sinetron penyaringan Indonesia dengan judul Penista agama ini. Selanjutnya bagi kelompok yang menjadi penonton dan pengamat maka cernalah hal ini dengan sebaik-baiknya dan bersiap untuk melakukan perbaikan kedepannya pada saatnya nanti. Indonesia butuh kedua kelompok ini.

Jangan mengumbar hawa nafsu…

Umbarlah cinta dan kasih sayang diantara kita masyarakat Indonesia…

Sebagai tambahan, sesungguhnya bangsa ini sangat pemaaf dan pelupa, tetapi untuk menyelesaikan masalah ini dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, dan bersama-sama move on dengan cinta dan kasih sayang demi NKRI yang jaya, damai dan sejahtera, diperlukan kekuatan setingkat Dewa. Jika punya kekuatan itu maka lakukanlah dengan kesadaran penuh dan penuh cinta dengan mengakui kekhilafan yang sudah terjadi, sadari tidak pentingnya siapa yang benar siapa yang salah, mohon maaf telah menyusahkan banyak pihak dan ajukan grasi atau amnesti atau apapun namanya kepada presiden ketimbang mengajukan banding. Presiden pasti akan langsung memberikan. Lalu lakukan pertemuan semua tokoh-tokoh dalam sinetron ini untuk saling memaafkan dalam rasa cinta yang kental….. Maka Masyarakat semuanya akan menerima dan segera melupakan apa yang telah terjadi..Dijamin akan banyak yang terharu dan bahagia dengan kekuatan saling memaafkan dalam cinta… Bersama semua akan berkarya lagi bersama dengan nilai luhur bangsa ini.. Jika ini terjadi maka Indonesia menang……

, , , , ,

Comments are closed.