Home » SOSIAL » Belajar dari pohon mangga
Mar
10

Belajar dari pohon mangga

Notonogoro.com

Saat sedang menulis artikel ini saya tepat berhadapan dengan pohon mangga yang sedang berbuah. Bagusnya pohon mangga ini tidak berhenti berbuah dalam setahun ini. Selalu berkembang dan berbuah. Saya pandang pohon mangga tersebut. Dia berdiri tegak dengan daun yang rimbun dan buah yang pada bergelantungan. Dia diam tetapi terasa ada senyum indah keluar dari setiap daun hijaunya. Terasa sekali pohon mangga ini demikian bahagia dalam hidupnya. Sepertinya pohon ini pun mengucapkan terima kasih karena selalu dirawat termasuk diberi infus pupuk cair organik yang membuat dia sehat dan selalu berbuah. Senyum, sehat dan buahnya adalah bentuk dari bahagia dan bersyukurnya dia. Ingat….!!  dalam setiap yang hidup pasti bernyawa, dalam setiap yang bernyawa pasti ada Ruh nya. Setiap Ruh pasti akan kembali kepada pemiliknya. Sesungguhnya pohon mangga adalah bagian dari diri kita juga. Karena pohon mangga juga adalah ciptaan Tuhan.

Dalam hidupnya, pohon mangga ini tidak pernah mengeluh sama sekali. Selalu diam dan ikhkas menjalani hidupnya. Pohon mangga selalu bekerja keras mencari makanan dan segala yang dibutuhkan dengan mengunakan akar dan daunnya. Focus dan istiqomah itulah yang selalu dilakukan oleh pohon mangga ini. Andaikan dia tidak mendapakan apa yang dibutuhkan maka dengan ikhlas dia menerima apapun yang akan terjadi pada dirinya atau bagian dari dirinya. Bisa saja daun-daun hijaunya mulai menguning yang akhirnya rontok. Bisa saja batang-batang nya mulai rapuh, mengering dan tumbang. Ini adalah konsekuensi hidup yang selalu dia terima tanpa berkeluh kesah.

pada saat dia mendapatkan apa yang dibutuhkan dalam hidupnya, apalagi secara berlebihan. maka dia akan melakukan yang terbaik sesuai kemampun yang dia miliki secara maksimal. Tidak tanggung-tanggung. Tidak hitung untung rugi. Mempunyai kemampuan besar untk berbunga dan berbuah maka dia lakukan dengan ikhlas tanpa pamrih. Muncul banyak bunga yang kemudian berubah menjadi buah mangga yang saling bergelantungan dengan bahagianya. Berapa banyakpun buah mangga yang ada tetap semuanya diasuhnya dengan baik tanpa membeda-bedakan satu buah dengan buah lainnya.

Pohon Mangga ini hanya mencipta dan mencipta sesuai kuasa cipta yang diberikan Tuhan kepadanya. Bisa mencipta buah setahun sekali sesuai musim. Bisa mencipta buah tanpa tergantung musim. Semua tergantung kepada apa yang ada pada dirinya. Tidak ada ceritanya pohon mangga tidak berbuah kalau dia memiliki semua syarat untuk berbuah. Pasti akan berbuah. Dia sadar hidup sistim yang demikian kompleks luar biasa yang disebut dengan kehidupan. Demikian kompleksnya kehidupan ini sehingga hanya Tuhan dan segelintir manusia saja yang dapat memahami kehidupan ini.

Oleh karena itu, untuk apa membuang waktu, pikiran dan tenaga untuk mempelajari kehidupan yang kompleks ini. Lakukan saja apa yang harus dilakukan sesuai dengan apa yang kita punya saat ini. itu saja kok tugas kita. Segera ciptakan kita mau jadi apa. Berjuang keras dan jangan berhenti sampai cipta itu mewujud. Itulah yang dilakukan oleh pohon mangga ini. Sadar sepenuhnya dengan kuasa penciptaan yang ada pada dirinya maka dengan segala keikhlasan dan semangat dia ciptakan sebanyak-banyak buah mangga tanpa banyak bertanya, tanpa rasa ragu dan tanpa pamrih. Dia hanya menerima apa adanya yang dia miliki sekarang dan mencipta sesuai dengan kemampuannya.  Tidak ada niat pohon mangga ini untuk melakukan sesuatu yang merusak dan melakukan sesuatu yang merugikan dirinya atau siapapun. Dia hanya melakukan yang terbaik dengan hasil terbaik.

Sungguh indah pagi ini mendapat ilmu dari pohon mangga. Sungguh menyenangkan dapat berkomunikasi dengan pohon mangga. Belajarlah dari pohon mangga yang menandakan syukur dan mengertinya kita betapa maha Luas  dan tanpa batasnya ilmu dan pengetahuan yang diciptakan Tuhan di alam semesta ini.

, , , ,

Comments are closed.