Home » BUDAYA, POLITIK, SOSIAL » Kehilangan tokoh nasional
Oct
03

Notonogoro.com

Bangsa ini memang masih terus melakukan proses “penyaringan” menuju Indonesia Jaya yang Gemah Ripah Loh Jinawi. Dalam proses ini akan terbuka segala sesuatu yang menyangkut kekurangan yang harus di perbaiki oleh bangsa ini. Informasi kekurangan ini bentuknya bisa berbagai macam kejadian. Mulai dari bencana alam, kegaduhan dan berbabagi demo. Apalagi periode sekarang ini yang proses penyaringannya akan penuh dengan Kegaduhan yang tidak pernah berhenti. Pokoknya ada saja kegaduhan yang terjadi yang membuat segenap mereka yang mengerti proses “penyaringan” ini tersenyum-senyum dan bahkan tertawa keras saking lucunya kegaduhan yang terjadi. Memang sih sangat disayangkan hal ini terus terjadi dan entah kapan akan berhenti. Waktu terus terbuang percuma dan Indonesia akan semakin “terkucilkan” dalam pergaulan internasional. Indonesia di anggap negara besar tetapi diperlakukan sebagai anak kecil yang dikasih permen saja sudah senang sekali.

Salah satu hal yang menyebabkan proses ini semakin panjang adalah lupa dirinya segenap orang yang seharusnya tampil menjadi tokoh nasional tetapi malah tampil menjadi tokoh kecil yang menurutnya justru sangat besar sekali. Sekarang kita semua bisa melihat betapa demikian banyaknya orang yang sebenarnya pantas disebut tokoh nasional tetapi justru malah pada “mengkerdil” kan dirinya sendiri. Pada proses “pengecilamn atau pengkerdilan” ini lah segenap tokoh tersebut merasa hebat dan merasa berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negaranya. bagaimana mungkin bisa berbuat “besar” jika dirinya sendiri “mengkerdil” kan dirinya sendiri.

Ibu Pertiwi sangat mengharapkan tampilnya para tokoh nasional dan menunjukan betapa hebat dan bermanfaatnya diri mereka bangsa bangsa ini. Ibu Pertiwi sangat mengharapkan mereka ini mengunjungi berbagai daerah dan pelosok dan mengajarkan tentang betapa hebatnya Indonesia, betapa pentingnya Indonesia, betapa Indahnya Indonesia. Semua itu hanya bisa dijadikan bermanfaat sebesar-besarnya jika segenap rakyat Indonesia sadar dan kembali kepada nilai luhur bangsa ini yaitu Pancasila. Para tokoh ini seharusnya menjelaskan dengan bebas tanpa terikat oleh organisasi dan kepentingan apapun bagaimana   menjalankan nilai luhur ini dalam keseharian. proses ini akan memberikan energi sangat besar sekali di negara ini. Memang berat di awalnya. Seperti tidak ada kerjaan lagi saja. Tetapi memang hanya dengan bangkit dan membesarnya energi cinta Indonesia ini lah maka gerak Indonesia menuju Gemah Ripah Loh Jinawi akan terbuka.

Jadi seharusnya mereka yang berkapasitas tokoh nasional ini (sebenarnya ibu Pertiwi yang ¬†memberikan kapasitas, kewenangan, kekuasaan dan kesempatan kepada mereka ini untuk menjadi tokoh nasional) harus “ada dimana-mana tanpa ada dimana-mana”. Maknanya adalah tokoh nasional yang dimaksud oleh ibu pertiwi ini adalah milik bangsa ini, milik semua masyarakat, milik semua suku. Mereka adalah milik negara ini sehingga mereka bebas ada dimana-mana. Mereka tidak boleh di ikat oleh organisasi apapun. Politik kek, sosial kek, agama kek dan sebagainya. Makanya mereka menjadi tanpa dimana-mana karena tidak ada yang bisa memiliki mereka kecuali bangsa ini saja. Hal ini lah yang diharapkan dijalankan oleh mereka yang telah diberi kesempatan oleh ibu pertiwi dalam proses “penyaringan” ini.

Namun sangat disayangkan dan membuat ibu Pertiwi bersedih mereka justru sibuk “mengkerdilkan” diri mereka mengatas namakan bangsa dan negara ini. Mereka pikir dengan menjadi ketum partai mereka dapat berbuat banyak. Mereka pikir dengan menjadi ketum partai mereka telah melahirkan kemajuan untuk bangsa ini. Demikian juga dengan tokoh non partai, sama saja mereka di ikat oleh satu atau beberapa organisasi. Mereka merasa dengan di ikat dalam organisasi mereka justru merasa hebat dan eksis. Oh Tuhan… mereka terjebak dengan hawa nafsu kekuasaan…

ah sudahlah… mungkin ibu Pertiwi sudah memutuskan keceewa kepada mereka semua dan membiarkan mereka bebas melakukan apa saja yang mereka mau. Ibu Pertiwi sedang menyiapkan tokoh nasional baru yang akan membawa pembaharuan bagai bangsa adn negara ini..

, , , ,

Comments are closed.