Home » POLITIK, SOSIAL » Era kegelapan
Sep
28

Era kegelapan

Notonogoro.com

Dalam lingkup kejadian yang besar di negara ini… sesungguhnya ibu Pertiwi pernah menangis sedih menyaksikan apa yang terjadi ditengah bangsa ini, yaitu pada saat proses pergantian pak Soeharto sebagai presiden Indonesia. sesungguhnya ibu Pertiwi sudah mempersiapkan penggantinya dan sudah siap untuk naik panggung sebagai presiden Indonesia. Sang pengganti ini sudah dipersiapkan puluhan tahun sebelumnya, bahkan sejak sang Pengganti ini masih bayi pun sudah ada dalam asuhan langsung ibu Pertiwi. Namun ternyata bangsa ini belum siap untuk terus maju dan melanjutkan apa yang telah dilakukan dan dicapai oleh pak Soeharto. Bangsa ini terjebak oleh emosi membenci pak Soeharto ketimbang mengakui apa yang telah dilakukan oleh pak Soeharto dengan Orde barunya. Jelas ada kekurangan disana sini namun bukan untuk dikhianati atau ditolak fakta yang sesungguhnya terjadi. Disinilah ibu Pertiwi menangis. Semua yang sudah dipersiapkannya menjadi tertunda hanya karena hawa nafsu sesaat bangsa ini.

Ibu Pertiwi sangat mengerti apa makna dari kejadian tersebut. Ibu Pertiwi sangat mengetahui apa yang akan terjadi setelah lengsernya pak Soeharto. Makanya dengan sangat menyesal dan penuh kesedihan,  ibu Pertiwi menerima situasi ini dan membawa bangsa ini untuk memasuki masa “Penyaringan” atau “pengayakan” untuk mengembalikan bangsa ini ke nilai luhurnya yang sejati agar bisa menuju cita-cita sejati bangsa ini.

Bangsa ini mendadak masuk kedalam pusaran hawa nafsu demokrasi dengan perahu Reformasi. Semua nilai luhur bangsa ini menjadi hilang dan tidak bermakna sama sekali. Entah dimana bangsa ini menempatkan Pancasila sejak Reformasi sampai dengan sekarang ini. Pancasila ada namun tiada. Pancasila menjadi sejarah. Pancasila telah dilupakan. Pancasila telah digantikan dengan semua nilai luar yang jelas sangat bertentangan dengan nilai luhur bangsa ini. Demikian bangganya bangsa ini dengan reformasi dan demokrasinya. Hal ini sama saja dengan memiliki kendaraan baru tetapi tidak tahu cara memakainya. Semua tergantung dengan apa kata pabriknya. Maka bangsa ini  masuk ke masa kegelapan kembali. Ada tetapi tidak Ada, Merdeka tetapi terjajah, kaya tetapi miskin, pintar tetapi bodoh, demokrasi tetapi otoriter, demi rakyat tetapi demi konglomerat… inilah era kegelapan kedua yang dimasuki oleh bangsa ini setelah yang pertama yaitu era penebusan selama 350 tahun berupa penjajahan.

Proses “Penyaringan” ini berjalan dengan sangat luar biasa. Semua dibuka satu per satu dan masih terus terjadi sampai saat ini. Muncul segala kejadian yang luar biasa yang diluar nalar manusia normal. Sempat ada harapan proses “Penyaringan” ini sudah selesai melalui munculnya SBY menjadi presiden “ke Tiga” Indonesia. Sepuluh tahun SBY memimpin negara ini. Namun ternyata SBY tidak sekuat “si Pengganti Soeharto sesungguhnya”. Kejadian aneh justru semakin liar bermunculan yang menggambarkan demikian banyaknya “ketidak siapan” bangsa ini menuju jalan Gemah Ripah Loh Jinawi nya. SBY kurang berhasil membawa bangsa ini menuju jalan yang benar dan lurus menuju cita-cita bangsa ini. Kemudian SBY turun dan diganti oleh yang sekarang dengan kesedihan luar biasa yang dirasa oleh ibu Pertiwi. Bangsa ini akan semakin masuk ke era kegelapan yang penuh dengan gonjang-ganjing dan kegaduhan. Suka tidak suka ibu Pertiwi harus menerima situasi ini agar bangsa ini sadar sesadarnya dan mau untuk kembali kejalan yang benar.

Yah.. bangsa ini memang belum siap sama sekali. Masih butuh waktu untuk mempersiapkan dan mengembalikan arah tujuan bangsa ini. Maka itu, proses “penyaringan” akan terus berlanjut dan bahkan semakin intens luar biasa saat ini. Bangsa ini menjadi semakin aneh dan lucu. Sedemikian lucu nya bangsa ini  maka Tuhan pun ikut tertawa menyaksikan apa yang terjadi sekarang ini. Ternyata memang hanya dengan menerima dan tertawa saja lah kita dapat terlepas dari energi negatif “kelucuan” yang terjadi saat ini.

Namun sadarlah… segala sesuatu pasti ada ujung nya. Hanya kita belum tahu kapan akhir dari proses “penyaringan” ini. Semoga era kegelapan ini tidak selama era kegelapan pertama yang 350 tahun itu……

, , , , , , , ,

Comments are closed.