Home » EKONOMI, HUKUM, PENDIDIKAN, POLITIK, SOSIAL » Masih banyak Arcandra lain
Aug
17

Notonogoro.com

Gelombang gonjang-ganjing tentang Arcandra masih ada namun semoga akan cepat berlalu. Suka tidak suka memang Arcandra harus diberhentikan jadi mentri ESDM atau dia mengundurkan diri demi hukum. Sehebat apapun dia, tetap saja hukum yang harus diutamakan. mungkin saja Arcandra tidak mengerti mengenai aturan hukum mengenai hal ini. Mungkin saja Arcandra merasa menjadi korban dari kelemahan dan kebodohan institusi lain di pemerintahan sekarang ini. Mungkin saja Arcandra menjadi korban dari mereka para mafia migas baru sebagai ganti dari mafia migas lama yang katanya sedang tiarap. Mungkin saja Arcandra dianggap sangat berbahaya bagi mesin ATM partai tertentu. Masih banyak kemungkinan lain yang bisa dikaitkan kepada kasus Arcandra ini. tetapi yang pasti memang ini adalah kasus yang menyedihkan, memalukan dan menjadi bahan tertawaan internasional. Apakah ada sesuatu dibalik kasus Arcandra ini? bagi mereka yang jernih berpikir jelas sangat mengerti makna lain dari kasus ini. makanya pada Tajuk kemarin di Notonogoro.com ini dihimbau untuk tetap disyukuri kejadian ini sepahit apapun.

Arcanda memang menjadi aktor dibalik sinyal positif kepada bangsa ini. Apa sinyal tersebut?… ternyata diluar Indonesia sana masih banyak Arcandra-Arcandra lain yang berkarya luar biasa dan diakui dunia internasional. Memang mereka bekerja, cari makan, mengabdi, mewujudkan cita-citanya dinegara lain. Situasi Indonesia masih belum bisa menghargai manusia-manusia Indonesia seperti Arcandra ini. Bisa dikatakan bahwa tidak ada habitat lingkungan yang cocok dan membuat nyaman para Arcandra tersebut. Jika mereka nekat kembali ke Indonesia maka mereka otomatis akan menjadi bukan siapa-siapa lagi. Ilmu, pengalaman, keahlian, integritas mereka tidak bisa tumbuh di Indonesia ini. Mereka akan layu dan mati dengan sendirinya. Jika ini terjadi maka ini adalah kerugian bagi para Arcandra tersebut sekaligus kerugian bagi negara Indonesia juga. Makanya Arcandra lah yang terpilih oleh alam untuk menjadi contoh sinyal dari belum siapnya Indonesia menerima para Arcandra tersebut.

Ambil contoh saja pak Habibie yang dipanggil Soeharto untuk ikut membangun Indonesia. Manusia Indonesia yang sangat pintar ini berhasil secara politik mencapai posisi sebagai Presiden Indonesia. Tetapi apakah kepintarannya tersebut berhasil membangun sesuatu yang seimbang dengan kepandaiannya? Ternyata jawabannya adalah tidak. Beliau tidak didukung penuh, apapun alasannya. Indonesia yang seharusnya menjadi negara hebat dalam pembuatan pesawat ternyata hanya segitu saja hasilnya. Hasil ini akan sangat berbeda jika pak Habibie didukung penuh tanpa batas untuk mewujudkan cita-cita dan perjuangannya untuk Indonesia. Ini jelas bukti memang sesungguhnya bangsa ini belum bisa menghargai bangsa sendiri dan jauh lebih menghargai bangsa asing.

Jadi janganlah melihat kasus Arcandra ini dari sisi sempit semata. Tetapi lihatlah dari sisi dan perspektif yang jauh lebih luas dan cerdas. Banggalah dengan sinyal ini yang telah memberi tahu bahwa ternyata Indonesia atau ibu Pertiwi ini telah memiliki banyak manusia Indonesia yang hebat-hebat dan luar biasa. Bahkan yang jauh lebih pintar dari pak Habibie pun sudah ada dan sedang berkarya di Belanda. Menurut informasi yang tersedia, mereka para Arcandra-Arcandra ini adalah para ahli komputer, ahli pesawat terbang, ahli kapal laut, ahli pertambangan, ahli ekonomi, ahli kesehatan, ahli pertanian dan sebagainya. para Arcandra-Arcandra ini menguasai banyak bidang keahlian yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini.

Hanya saja sang Ibu Pertiwi masih belum bersedia membawa pulang anak-anaknya yang hebat dan luar biasa ini ini ke rumahnya. Sang Ibu pertiwi masih menitipkan anak-anaknya tersebut dinegara sahabat. Kelak jika sudah tiba waktunya mereka akan dipanggil pulang untuk membangun Indonesia. Ibu Pertiwi sedang bekerja keras melakukan penyaringan manusia Indonesia, mengingatkan Indonesia dan menyiapkan habitat bagi para pemimpin dan para ahli Indonesia masa depan. Jadi terima dan syukuri saja apa yang terjadi di negara ini. Ini adalah satu proses yang harus dilalui.

Jangan sedih dan kecil hati pak Arcandra. Anda bukanlah korban atau dikorbankan. terima dan syukuri karena Anda adalah aktor utama baru akan hadirnya Arcandra-Arcandra lain yang masih ada di luar sana jika saatnya tiba. Memang belum siap… tetapi kami sudah mengerti bahwa negara ini memiliki segudang para ahli dan manusia-manusia hebat yang siap membangun Indonesia…..

Jangan terpeleset karena ego dan emosi sesaat ya pak…. Sabar dan syukuri saja… ini adalah proses… salam untuk semua para Arcandra diluar sana….

, , , , ,

Comments are closed.