Home » HUKUM, POLITIK » Memalukan tetapi harus disyukuri
Aug
16

Notonogoro.com

Sejak Jokowi menjadi presiden maka langsung pasiflah tajuk Notonogoro ini. karena sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa siapapun yang menang Pilpres pada saat kemarin maka Indonesia akan masuk dalam dunia gonjang-ganjing. artinya, jika Prabowo yang jadi presidenpun masa gonjang-ganjing ini tetap akan terjadi. kenapa begitu? memang seperti itulah masa yang harus dilalui oleh bangsa dan negara ini sebagai bagian dari proses penyaringan pemimpin menuju Indonesia Jaya Gemah Ripah Loh Jinawi. tidak mudah namun juga tidak sulit-sulit amat. dibilang aneh tetapi itu adalah fakta yang terjadi. apalagi jika dibilang klenik. apanya yang klenik karena memang kenyataannya benar ada dan terjadi. memangnya  ada satu bulan saja tanpa gonjang-ganjing?  Apakah ada masa tenang? tidak ada kan? selalu saja ada yang terjadi dan ramai dibicarakan ditengah masyarakat. sebelum nya kan yang ramai dibicarakan adalah tentang Full Day School. ingat kan?… belum beres kasus ini eeeehh muncul lagi yang baru yang lebih hebat dan lebih memalukan. Apalagi yang terakhir ini, yang sudah pasti dapat disimpulkan telah menjadi bahan olok-olok dan tertawaan dunia. kok warga negara Asing bisa jadi mentri di Indonesia….

jika seluruh mantan presiden Indonesia dikumpulkan dan berkumpul pada satu tempat maka semuanya pasti menangis sedih sekaligus merasa malu luar biasa atas kejadian ini. aneh tetapi nyata. kok mengelola negara seperti mengelola warteg alias warung tegal. semaunya saja. asal ngomong. asal tunjuk. asal pilih. dimana pimpinan birokrasi negara ini. apa iya tidak ada satupun dipemerintahan ini yang  mengerti apa yang harus dilakukan untuk menentukan seseorang menjadi mentri. katanya orang pinter semua. katanya orang berpengalaman semua. ada berapa jendral di situ. ada berapa ahli disitu. kok bobol… Jelaslah semua mantan presiden akan menangis sedih karena mereka semua tahu pergaulan dunia internasional. Teman-teman internasional akan ngomong apa, bagaimana tertawanya dan sebagainya mereka tahu semua…. ya malu dong lah…

Ada yang bilang masalah pengecekan administrasi seperti ini adalah tanggung jawab Kemenkumham. tetapi sudah jelas disampaikan oleh Menkumham nya bahwa tidak ada masalah karena secara legal formal belum pernah dicabut kewarga negaraan Indonesia atas nama Arcandra tersebut. jadi masih sebagai WNI, begitu penjelasan entengnya. Namun semua ahli hukum tata negara menyatakan status kewarga negaraan Indonesianya langsung hilang demi hukum pada saat yang bersangkutan menerima pasport negara lain. Nah dengan dipecatnya dari jabatan mentri ESDM maka jelaslah bahwa Jokowi percaya kepada para ahli dan tidak percara kepada Menkumhamnya. jelas ini satu pukulan telak yang memalukan untuk Menkumham tersebut. wajib mundur atau dipecat. jadi seharusnya Jokowi memecat satu paket semua yang terlibat dalam kasus ini. Selain Menkumham mungkin juga kepada BIN, Mensesneg yang menyatakan tidak ada masalah juga atas kasus ini, mungkin juga Menkopolhukam. Tetapi apakah Jokowi berani melakukan ini. Tidak usah semuanya deh. Menkumhamnya saja lah agar memberi kesan kepada masyarakat siapa yang seharusnya bertanggung jawab.

jadi apa dong sikap kita atas semua kejadian aneh di era Jokowi ini. Ya tidak usah repot-repot. Terima saja, nikmati dan syukuri apapun yang terjadi. Tertawa atas semua gonjang-ganjing ini adalah salah satu cara yang paling tepat untuk mensyukurinya.  Kenapa kok harus tertawa? ya karena memang lucu. kalau lucu ya harus tertawa. Tertawa dalam konteks ini adalah bagian dari ungkapan rasa syukur yang positif. Jauh lebih baik dari mengumpat dimana-mana. Apalagi sampai melakukan demo yang anarkis karena saking merasa malunya. Kalau segenap masyarakat pada tertawa atas semua gonjang-ganjing yang terjadi maka itu jga merupakan bagian dari kelucuan itu sendiri. Pemerintahan lemah dan tidak profesional kok masih diterima dan diagung-agungkan. anehkan…. lucu kan… ya memang Indonesia sedang lucu-lucu nya sekarang ini. Kalau sempat tonton deh komentar Cak Nun atau MH Ainun Najib di Youtube… jadi lebih jelas apa yang sebenarnya sedang terjadi di negara ini dari sisi Cak Nun… benar atau tidaknya ya tidak tahu lah…

lalu pertanyaannya adalah apakah gonjang-ganjing nya Jokowi sebagai presiden dan gonjang-ganjingnya Prabowo sebagai presiden akan sama saja. Sama-sama lucu dan memalukan? Tentu tidak. Gonjang-ganjing itu terjadi dan disesuaikan dengan “isi” masing-masing presiden. Tingkat leadershipnya, integritasnya, jabatan sebelumnya, pengalamannya, wawasannya, penampilannya, kepandaiannya, pergaulannya dan sebagainya. Mudah nya gini saja deh. Kalau Jokowi maka gonjang-ganjing nya dari dalam negara sendiri akibat kelemahan dan kebodohan yang ada. Sedangkan kalau Prabowo maka gonjang-ganjingnya dari luar negeri akibat patriotismenya. Jadi tetap gonjang-ganjing tetapi berbeda lakon nya.

sampai kapan gonjag-ganjing ini akan terus terjadi?… sampai tidak menjabat lagi tentunya….

kapan?….. marilah kita berdoa agar Jokowi di cabut beban beratnya agar beliau bisa hidup dengan enteng dan tenang menjalankan hidupnya…

, , , , , , , , ,

Comments are closed.