Home » PENDIDIKAN, POLITIK, SOSIAL » Ajaran Alam via SBY
Oct
17

Notonogoro.com

Sungguh banyak sinyal positip untuk kebaikan bangsa dan Negara ini bertebaran akhir-akhir ini. sinyal positip atau pelajaran yang telah dipilih oleh Alam untuk disampaikan kepada masyarakat Indonesia agar masyarakat sadar apa yang sebenarnya dibutuhkan. Masyarakat atau kita tentunya harus memiliki kejernihan pikiran dan ketidak berpihakan untuk bisa merasakan ajaran Alam tersebut. Akan sulit bagi mereka yang sangat berpihak untuk bisa merasakan adanya ajaran ini. mereka hanya akan masuk secara emosi kedalam setiap kejadian yang ada. Mereka hanyalah menjadi pelaku atau wayang semata. Hal ini akan sangat berbeda dengan meraka yang dengan jernih pikiran dan netralitas sejati dalam melihat apa yang sedang terjadi sekarang ini. kadang kelompok ini sedih, kadang geleng-geleng kepala, kadang tersenyum dan bahkan terkadang terbahak karena lucunya ajaran Alam tersebut. Sebagian dari ajaran Alam tersebut akan disampaikan pada tajuk kali ini.

Ajaran Alam via SBY. Sebelumnya suda disampaikan bahwa Alam mengajarkan jangan menjadi pemimpin yang hanya sibuk menjaga citra pribadi saja apalagi dengan menabrak etika yang ada. Terkait dengan UU Pilkada dan Perppu kita sudah tahu semua yang dilakukan oleh SBY. Sedih, geleng kepala dan tersenyum menjadi satu. kita tidak menginginkan pempimpin kedepan dimanapun dan pada level apapun melakukan hal yang sama. Namun menariknya, SBY pada penghujung era nya justru dengan semangat dibimbing oleh Alam untuk menunjukan kekuatan utama dirinya, yaitu etika dan sopan santun. Kita tahu bagaimana SBY melakukan berbagai acara pamitan kepada banyak pihak. Acara pamitan ini belumlah pernah dilakukan oleh presiden sebelumnya. Jelas ini adalah kebutuhan bangsa ini, yaitu jika sudah selesai masa bhaktinya maka lakukanlah pamitan kepada rakyat nya dan meminta maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang masih ada. Tentu boleh juga meminta agar rakyat tetap memelihara semua keberhasilan yang ada untuk kesinambungan pembangunan. Bayangkan indahnya situasi ini jika semua pempimpin pusat maupun daerah, pemerintah maupun swasta menjadikan hal ini sebagai budaya baru.

SBY juga melakukan prosesi acara pengenalan, penerimaan lepas sambut untuk presiden baru sebagai penggantinya. Hal ini pun belum pernah ada yang melakukan sebelumnya. Sungguh sangat elok dan sangat menyejukan apa yang dilakukan oleh SBY ini. semua dikesankan dengan sangat lembut. Tidak ada masalah apapun antara pemerintah sebelumnya dengan pemerintah baru. Alam meminta SBY untuk mengajarkan kepada presiden baru agar tinggal di Istana Negara, suka atau tidak suka, karena Istana Negara adalah tempat tinggal Presiden sekaligus simbul pemimpin. Istana Negara tetaplah Istana Negara dengan segala aturannya. Istana Negara bukanlah tempat atau arena bermain siapapun. Jangan pernah menjadikan Istana Negara sebagai Istana rakyat yang siapapun boleh masuk kapan saja. ada saatnya Istana Negara dibuka untuk umum namun tidak setiap saat. Wibawa presiden ada di Istana Negara. Bayangkan jika Istana Negara dijadikan tempat bermain maka akan hilanglah kewibawaan presiden. SBY telah meluruskan dan mengingatkan kepada rakyat makna dan arti pentingnya istana Negara.

Jadi pada akhirnya, SBY mampu mengajarkan apa yang perlu dilakukan oleh setiap pemimpin dinegara ini. pemimpin tidak baik melakukan Hit and Run. Selesai masa jabatan, bongkar barang dan tinggalkan tempat begitu saja. pemimpin baru adalah penerus pemimpin sebelumnya. Pemimpin harus menerima dengan tangan terbuka pemimpin barunya. Tidak ada kalah dan menang. Setelah proses pemilihan selesai maka selesailah semuanya. DPR /D kembali ke istananya dan focus pada tugasnya. Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati dan sebagainya masuk ke Istana masing-masing, apapun bentuknya, focus melaksanakan semua program pembangunannya. Silahkan semua menjalankan tugas masing-masing dan jangan salih tabrak satu dengan yang lainnya.

Walaupun ada yang merasa tersindir dengan apa yang dilakukan oleh SBY ini, tetapi janganlah dipikirkan orang yang seperti itu karena orang yang seperti itu bukanlah jenis pemimpin yang dibutuhkan oleh Negara dan bangsa ini.

Sehebat apapun SBY tetap saja banyak bagian dirinya yang tidak pas dengan kebutuhan dan keinginan bangsa ini. kita semua tahu lah apa saja hal tersebut. Namun SBY harus dikenang sebagai pemimpin yang menjaga etika dan sopan santun serta memberikan ajaran untuk saling menghargai satu dengan yang lain…

Terima kasih SBY atas ajaran yang bapak berikan…

Semoga ajaran bapak dimengerti oleh segenap pemimpin yang ada dinegara ini dan mempraktekannya..

Mohon maaf lahir bathin atas segala kesalahan dan penilaian negative mengenai bapak…

Bapak adalah bapaknya etika berpolitik bangsa dan Negara ini….

Selamat menunaikan tugas baru….

, , , , , , , ,

Comments are closed.