Home » POLITIK » Lucu kan
Oct
02

Lucu kan

Notonogoro.com

Drama sinetron pemilihan paket ketua DPR telah selesai. Koalisi Merah Putih keluar sebagai pemenang. Pimpinan DPR telah dietapkan berasal dari Golkar, PAN, Demokrat, Gerindra dan PKS. PPP entah kenapa tidak diajak dan posisinya dig anti oleh PAN. Ya tentunya kita tahu lah keputusan tidak membawa serta PPP ini. baik atau salah, sehat atau sakit, buruk atau baik atau apapun nantinya kinerja pimpinan DPR ini kita lihat saja. yang pasti DPR sekarang dikuasai oleh KMP yang janjinya akan menjadi penyeimbang positif bagi pemerintahan baru. Kita yang berposisi netral dan merupakan rakyat Indonesia haruslah mensyukuri dan memberkati hasil ini. jangam terlibat secara langsung tetapi lihat dan ambil hikmahnya saja. jangan larut dan ikut dalam gonjang ganjing dinegara ini yang akan terus ada kedepannya.
Belum selesai dan belum closing masalah walkout Patai Demokrat dalam sidang Paripurna DPR, eeehh sekarang partai yang tidak suka dengan walkout DPR malah melakukan walkout di Paripurna DPR dinihari tadi. Dari sini kan sudah jelas sekali bahwa walkout adalah salah satu opsi syah bagi siapapun dalam pengambilan keputusan di manapun khususnya di lembaga Legislatif dinegara ini. jadi siapapun harus menghargai pilihan ini karena siapapun akan bisa melakukan hal yang sama. Kalau kemarin mencaci maki tindakan walkout oran lain lalu sekarang melakukan walkout sebagaimana yang kemarin dicaci maki itu, maka apa sebutannya kalau bukan “lucu”, Kalau bukan “Dagelan “, kalau bukan “memprihatinkan” dan sebagainya……

Dan ajaibnya, sekali lagi PDIP mempunyai masalah dengan PD. Setelah walkout PD maka kemarin adalah tidak diresponse nya keinginan Puan PDIP untuk bertemu dengan SBY. Tidak bisa bertemu ini kemudian kembali disebarkan ke public dan PD selalu diposisikan pada sudut yang salah. Hal ini kan jelas memperlihatkan kemampuan berpolitik PDIP itu sendiri. kenapa mereka tidak mengukur diri sendiri sebelum meminta waktu untuk ketemu SBY. Kan kita tahu sendiri SBY. Beliau kan ketum PD, beliau kan Presiden Indonesia, beliau kan kawakan dalam perpolitikan dinegara ini. lah kok ada anak kemarin sore yang maksa mau ketemau dia untuk negosiasi. Emangnya ketum PDIP kemana? OK deh kalau dengan Megawati bisa kita nilai setara, tetapi kalau dengan Puan ya jelas pelecehan bagi SBY. Sampai kapanpun tidak akan diresponse oleh SBY. Inilah yang terjadi jika ketum partai politik memiliki rasa dendam kesumat. Akhirnya makan diri sendiri. berpolitik kan jelas tidak ada kawan yang sejati? yang ada kan kepentingan yang sejati. lah kok malah dendam dan malah nyuruh anak ketemu orang nomor satu dinegara ini. emang lo siapa?…. kan pasti seperti itu yang ada dikepala SBY.

Jadi jelas sekali bahwa kubu PDIP dengan Koalisinya masih jauh dari kata canggih dalam berpolitik dinegara ini. jelas sekali mereka akan menghadapi suasan yang sangat tidak nyaman berhadapan dengan KMP. Jelas lah ini mah!. PDIP dengan koalisinya harus sadar posisi bahwa memegang kusri presiden tidak berarti bisa membeli siapapun dinegara ini. yang bisa memberli adalah loby dan negosiasi dengan cara yang cair dan kesetaraan. Bukan dengan sikap arogan “lu pasti butuh gue”, “gue kasih kursi mentri juga ikut luu”. Berpolitiklah dengan cara yang cerdas yang tidak merendahan lawan apalagi kawan politiknya. Coba deh berubah dan ikuti pakem politik maka besar kemungkinan hasil bagus akan diperoleh. Buang ego dan buang dendam anda. Tetapi jika masih seperti itu silahkan gigit jari saja…

Jelas apa yang terjadi dinihari tadi adalah satu preseden yang sangat tidak baik dan sangat kelewatan. Namun itulah yang terjadi dalam era gonjang ganjingn ini. akan terus banyak kejadian yang seperti ini. namun dengan pikiran positif dan syukur kita berhasil mendapatkan pelajaran baik untuk bangsa ini. pelajaran itu adalah berpolitiklah dengan etika politik yang benar. Berpolitiklah tanpa ego yang kuat yang dikeluarkan dengan liar. Berpolitiklah dengan dewasa dan jangan selalu menyalahkan orang lain. Berpolitiklah dengan tenang dan sabar dalam tatanan politik. Berpolitiklah dengan kesetaraan dengan menghargai siapapun kawan dan lawan yang ada. Itulah pelajaran dan kebutuhan kita sebagai bangsa dan Negara yang besar. kita tidak butuh cara berpolitik seperti yang terjadi dinihari tadi….

Lihat dan amati dengan syukur dan berkati apa yang terjadi….
Jangan terlibat dalam setiap gonjang ganjing yang ada…

, , , , , , , , ,

Comments are closed.