Home » EKONOMI » 30 triliun per tahun hilang dari perikanan
Dec
29

Notonogoro.com

Ada orang dari luar negro bertanya seperti ini “heran deh dengan orang Indonesia, laut dan kekayaan lautnya sangat luar biasa tetapi nelayan tetap saja miskin dan tidak ada yang namanya industri perikanan di negara ini”. Memang benar sekali, mungkin dua atau tiga kali, orang tersebut. Kalau kita bicara ikan dilaut maka ada seabrek-abrek tuh ikan. Nggak bakalan habis dipanen setiap hari. Jangankan hanya setiap malam tuh nelayan melaut, sehari tiga kali ngelaut nangkep ikan juga akan bakal habis tuh ikan. Jadi ada apa dengan orang-orang “ikan” kita ya..

Kalau nelayan sudah jelaslah nasibnya, selalu dianak tirikan, nggak ada bedanya dengan nasib para petani di darat. Semua harus diusahakan sendiri. Hampir bisa dibilang tidak ada bantuan yang memadai dari pemerintah. Yang katanya ada solar khusus untuk nelayan tetap saja harganya awut-awutan karena nggak ada yang ngawasin dan yang butuh lebih banyak dan mendesak dari yang jual solar. Perahu buat sendiri. Jaring buat sendiri. Hasil tangkepan langsung lelang dan habis dimakan hari itu juga.

Boro-boro kita punya master plan industri perikanan laut Indonesia. Kementrian sih punya tetapi apa hasilnya. Mungkin saja punya master plan tetapi bagaimana implementasinya. Minus cing. Tetap saja semua pejabat masih sibuk memainkan tonase kapal penangkap ikan. Tonase dikecil-kecilkan dari yang sesunguhnya untuk mengurangi pembayaran apapun untuk negara ini dan dialihkan kekantung pejabat tersebut. Boro-boro mikirin dan buat konsep yang pasti bisa diimplementasikan untuk mensejahterakan para nelayan. Ngapain nyenangin orang usah. Susah ya susah aja lo pade. Andaikan ane bikin program untuk ente sebenarnyanya kan ane cuman numpang lewat pake nama ente para nelayan, ujung-ujungnya sih untuk ane sebagian dana prigram tersebut. Gilo le…nggak punya Iman tuh pejabat edan..namanya aja edan..

Katanya sih lebih dari 30 triliun rupiah uang negara hilang pertahun dari perikanan laut ini. Suatu  jumlah yang bisa membuat kaya raya setidaknya sejahtera hidupnya nelayan seluruh Indonesia. Dengan uang segede gitu mah sebentar daahhh!! bikin nelayan nyaman hidupnya. Anak SD juga bisa kok. Gampang banget kok. Artinya kan uang itu sesungguhnya sudah ada dan tersedia didepan mata. Memang bentuknya belum berupa uang keras tetapi masih berupa potensi ikan laut yang harus diolah lagi menjadi uang asli. Tetapi kan dengan data tersebut bisa segera dibuat analisanya. Pasti untung kalau pada bisa dan mau melakukannya.

Buat perencanaan dengan melibatkan perguruan tinggi. Mulai dari perencanaan pembenahan birokrasi, pemberantasan KKN sampai rencana pembuatan industri ikan laut yang besar dan banyak sesuai dengan wilayah potensi kelautan yang ada. Uang yang akan dikeluarkan untuk semua program tersebut memang berasal dari APBN tetapi kan jelas hasilnya jauh lebih besar dari APBN yang terpakai tersebut.

Buat kerja sama kemitraan dengan nelayan. Kasih nelayan perahu baru, jala baru, motor baru, solar pasti dijamin ada. Dengan semangat serba baru tersebut maka nelayan pasti akan bekerja keras dengan hati nyaman dan hasilnya pasti besar. Hasilnya dijual ke indusri dengan harga yang sudah disepakati sebelumnya. Potong sedikit untuk membayar cicilan investasi peralatan baru tersebut. Pajak masuk ke negara, lapangan kerja tercipta, kebutuhan ikan domestik terpenuhi, ekspor meningkat, dapat pajak lagi tuh negara. Jadi efek gandanya sangat luar biasa. Semua ini jauh lebih besar dari modal anggaran awal tersebut. Jadi uang 30 triliun gak bakalan hilang percuma. Pabrik ikan juga kan pakai uang bank bukan uang APBN jadi nggak gede-gede amat dana yang dibutuhkan untuk memajukan industri perikanan laut guna memasukan uang yang hilang triliunan rupiah per tahun tersebut ke sistim perekonomian bangsa  ini.

Tidak mungkin pabrik pengolahan ikan laut bangkrut. Nggak mungkin bro!!. Ikan dilaut kita banyak dicuri yang artinya banyak orang yang butuh ikan didunia ini. Pasar ekspor terbuka luas. Ada ikan ada uang, gitu aja kok repot.  Jangan juga berpikir pendek artinya program tersebut minimal 5 tahun baru  terasa hasilnya. Bangsa ini kan masih hanya bisa membuat rencana satu tahunan. Lebih dari satu tahun langsung pada bego. Nanti kalau pejabatnya diganti ya enak pejabat baru dong langsung metik hasilnya dan dapat nama baik, sori aja ya, gue ya gue, lo ya bikin aja sendiri. Mental yang seperti ini harus dibuang.

Artinya tidak susah kok membuat sejahtera rakyat negara ini. Syaratnya cuma atu doang, ya entu jadilah abdi rakyat bukan abdi harta dan kekuasaan.

, , , , , , ,

Add reply