Home » POLITIK » Seram juga ya
Jul
04

Seram juga ya

Notonogoro.com

Waktu kampanye sudah akan berakhir. Semangat masih tetap menggebu. Semua senjata tersisa siap ditembakan. Suasana semakin seru dan cenderung anarkis. Banyak pihak yang dengan sangat mudah terpancing emosinya. Tidak tanggung-tanggung, petinggi partaipun bisa salah sikap. Padahal sepertinya semua memang di setting demikian lihai oleh masing-masing pihak. Sengaja memang dibuat segala issue yang bisa membangkitkan amarah pihak lawan. Maksudnya adalah agar pihak lawan meledak emosinya, salah tindakan, ramai ditengah masyarakat dan akhirnya masyarakat benci kepada pihak anarkis tersebut. jadi posisinya benar-benar memaksa semua pihak untuk hati-hati dan berpikir cerdas dalam melakukan serangan. Serangan boleh seram dan menyakitkan pihak lawan tetapi harus diusahakan tidak melanggar peraturan yang bisa bermuara ke pidana. Secara teknis kedua kubu pasangan capres-cawapres ini mempunyai semua apapun yang dibutuhkan. Yang membedakannya hanyalah kemampuan mengandalikan emosi agar tidak terpancing dengan serangan lawan.

Kalau soal kampanye hitam  kedua phak bilang anti kampanye hitam. Kedua belah pihak selalu menyatakan tidak tahu menahu mengenai kampanye hitam yang menyerang kubu lawannya. Kedua belah pihak saling menyangkal namun serangan tetap ada dan semakin seru saja. sungguh sangat licik apa yang dilakukan oleh kedua kubu ini. kok bisa seperti itu? Bisa saja hal ini ada peran dari para pensiunan tentara yang ada pada kedua belah pihak. Bisa saja strategi semacam kontra intelejen, serangan gerilya, bagaimana menyergap lawan yang lengah mengikuti arahan dari yang sangat mengerti hal ini. sampai dengan saat ini sih kubu Prabowo masih tetap terjaga segala tindakannya. Tidak terpancing emosinya dan sangat cerdas dalam menyikapi serangan hitam lawannya.

Sementara kubu Jokowi jelas mudah sekali panik. Bisa jadi hal ini adalah akibat sikon dari anggota partisan mereka yang kita sudah sama-sama tahu. Mereka mudah sekali tersulut emosinya dan bisa langsung bertindak anarkis. Bagaimana mungkin ada petinggi partai yang dengan gamblangnya memerintahkan sesuatu yangn bernada serangan pisik kepada pengikutnya. Perintah inipun akhirnya dialakukan dengan baik dengan menyegel kantor salah satu TV swasta. Pada posisi ini jelas emosi telah lepas kendali. Mereka lupa bahwa mereka ada dalam suasan kampanye yang jika salah langkah bisa merugikan mereka. Akhirnya mereka sadar telah terjebak dan salah tindakan lalu langsung mengklarifikasi isi perintah tersebut. Cilakanya, kubu Prabowo dengan gesit justru memanfaatkan situasi ini dengan menyatakan tindakan seperti itu adalah cirri khas komunis. Nah kena deh luuuuuuuu… langusng 2-0 dalam kontek komunis ini. bisa dinilai hebat banget kubu Prabowo ini dan terkesan mereka tahu kelemahan kubu Jokowi. namun demikian adanya tindakan menuju anarkis ini jelas sangat mengkhawatirkan dan seram juga ya…

Eeee…kok mantan Wagub Jateng dari kubu Jokowi malah mendeklarasikan dukungannya kepada kubu Prabowo. Jelas ini serangan mematikan berikutnya yang dirancang dengan baik oleh kubu Prabowo. Mereka tahu kapan bertahan dan kapan melakukan serangan. Sangat tertata dan dikendalikan dengan baik. Kubu Jokowi sepertinya tidak menyangka dengan serangan  ini tetapi mengacu kepada issue komunis maka kubu Jokowi lebih bijak menyikapi pembelotan ini. tidak serta merta melakukan serangan balik. Diam dahulu, kumpul, bahas dan baru disampaikan jawabannya. Namun masalahnya adalah mendadak ada dua kelompok pendukung eks Wagub ini. sepertinya satu yang asli dan satunya yang pasu. Ini lah yang sangat dikhawatirkan jika ada scenario membenturkan kedua kelompok ini. hitungannya harus pas sekali. Tidak berani asal serang karena kedua kubu khawatir dengan serangan balik yang sudah disiapkan oleh kubu lawannya. Semoga tidak ada bentrokan kedua kelompok ini karena kasihan masyarakat yang dikorbankan.

Demikian juga dengan kata “sinting”. Masih ramai sampai saat ini tetapi kubu Prabowo terkesan sangat tidak terganggu dengan masalah ini. justru kubu Jokowi yang selalu menjual issue sinting ini dan menjadikannya sebagai issue menjelekan santri. Ada beberapa orang santri yang protes tetapi terkesan mereka bukanlah santri yang sebenarnya. Sangat jelas mereka hanya sekelompok orang yang digerakan. Jadi issue sinting ini tidak menggigit masyarakat walaupun terkesan kubu Jokowi terus menerus melakukan serangan dengan issue ini. jelas santri sangat sentral peranannnya dalam konteks ke Indonesiaan sekarang ini dalam suasan kampanye, tetapi kok tidak meledak juga ya issue ini. tentunya jangan sampai santri diadu domba oleh  kepentingan politik sesaat. Seram sekali jika santri bentrok ya. Bisa ramai tuh. Namun setidaknya suasana terkini terkait issue sinting ini menjelaskan bahwa kubu Jokowi tidak cerdas memainkannya kalau tidak mau dikatakan gagal memanfaatkan peluang emas ini menjadi gol…

Jadi banyak sekali serangan hitam dab sangat seram oleh kedua kubu. Semoga ini adalah sekedar ramai di kalangan atas saja dan tidak melibatkan emosi masyarakat. Jangan sampai terjadi keributan pisik dan tindakan anarkis apapun serangan hitam yang dilakukan. Yang pasti kedua kubu dijamin memiki senjata mematikan tersisa yang siap untuk ditembakan. Silahkan saja deh dipakai tetapi tolong jaga partisan masing-masing ya…

, , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.