Home » POLITIK » Butuh keduanya
Jun
11

Butuh keduanya

Notonogoro.com

Setelah lama belajar dan mengamati cara kerja alam semesta berikut isinya maka pada akhirnya sampai juga pada satu kesimpulan bahwa “alam semesta bekerja apa adanya”. Alam semesta tidak pernah menentukan dan memilih apa yang akan terjadi. Alam semesta hanya mengikuti apa yang sedang diciptakan oleh isi dari alam semesta itu sendiri. siapa yang memiliki dan mendapatkan “energy daya cipta” yang paling kuat maka dia lah yang akan mewujud. Salah satu yang dimaksud dengan isi alam semesta ini adalah manusia. Manusia yang telah ditunjuk oleh Tuhan sebagai khalifah dimuka bumi ini. masing-masing manusia mempunyai daya cipta sendiri-sendiri. daya cipta bisa disebut dengan kata lain sebagai keinginan. Setiap keinginan akan mendatangkan penciptaan. Setiap penciptaan adalah baik dan benar. Tidak ada penciptaan yang buruk didunia ini. baik atau buruk adalah penilaian dari manusia sementara alam semesta tidaklah mengenal baik dan buruk. Semua terjadi dan tercipta apa adanya.

Mungkin masih membingungkan untuk bisa dimengerti maksud dan makna dari paragraf pembuka diatas. Tetapi mari kita coba untuk diimplementasikan dalam proses Pilpres 2014 ini.  sekarang ada dua pasangan yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Dua pasangan memiliki dua kubu atau tim sukses. Masingn-masing kubu memiliki jutaan individu yang keinginannya sama satu dengan yang lainnya selama masih dalam kubu masing-masing. Kubu nomor 1 pasti mengiinginkan Prabowo_Hatta dan jadi presiden dan wapres nya. Demikian sebaliknya, kubu nomor 2 menginginkan Jokowi-JK yang menang dalam Pilpres 2014 ini. kedua kubu berjuang menciptakan keinginan masing-masing. Apapun dilakukan untuk menjadikan keinginannya tersebut mewujud dalan hasil cipta nya sebagai presiden dan wakil presiden. Apakah alam semesta ikut campur dalam daya cipta ini? ternyata tidak sama sekali. Alam semesta menyerahkan kepada masing-masing untuk menciptakan keinginannya tersebut.

Lalu siapa yang akan menang? Atau siapa yang akan mewujud ciptannya? Yang pasti yang akan menang adalah yang paling kuat energy daya ciptanya. Siapa pemilik energy tersebut? tidak lain dan tidak  bukan adalah para pemilih dalam Pilpres itu sendiri. yang paling banyak mendapatkan pemilih maka dia yang akan menang atau mewujud penciptannya. Semua juga tahu lah…. Gak usah ribet menjelaskan macam-macam segala….pasti seperti itu komentar sebagian kita akan konsep ini…

So what… ya memang seperti itulah cara kerja alam semesta. Ingat masih ada sati kelompok yang disebut dengan masa mengambang atau floating voter. Kelompok inilah yang harus ditarik masuk dalam kubu masing-masing. Semakin hebat setiap pasangan menjual konsepnya maka semakin laku dan dipilih oleh kelompok ini. jadi setiap energy yang dikeluarkan masing-masing kelompok akan menyebar luas dan adu kuat secara positif menuju kelompok mengambang ini. energy ini akan klop atau menemukan pasangannya jika ada kecocokan dengan keinginan atau daya cipta masing-masing individu massa mengambang ini. jika mereka mengharapkan presiden yang tegas dan lugas maka Prabowo lah yang akan dipilih. Jika mereka menginginkan presiden yang sederhana dan lugu maka Jokowi lah yang akan dipilihnya.

Pertempuran energy ini demikian kuat sekarang ini. sampai pada akhirnya timbul kesadaran baru pada segenap masyarakat. Apakah itu? Kita butuh pemimpin yang kuat, tegas, lugas, jujur , pekerja keras, bersih, cinta tanah akir dan dekat dengan rakyat. Dengan kata lain, secara sadar semua energy itu akhirnya menyatu dan membentuk energy baru. Semakin kuat masing-masing energy berputar ditengah masyarakat maka semakin kuat energy baru mewujud. Ujungnya akan semakin menguat kesadaran baru tersebut. segenap kita akan sadar bahwa kita butuh kedua-duanya. Negara dan bangsa ini butuh Prabowo dan butuh Jokowi. keduanya tidak dapat dipisahkan. Ini adalah hasil akhir dari “pertarungan daya cipta” segenap bangsa ini.  lalu kenapa tidak mereka saja yang berpasangan dalam pilpres ini? ternyata tidak bisa seperti itu karena masing-masing suda memiliki daya cipta sendiri-sendiri yang kebetulan sama yaitu menjadi presiden dinegara ini. artinya kita butuh keduanya tetapi bukan berarti mereka digabung dalam satu pasangan. Daya cipta masyarakat Indonesia sendiri yang tidak menginginkan hal itu terjadi sejak awalnya.

Sehingga dengan kesadaran baru ini janganlah kita menila apalagi menghakimi kedua pasangan tersebut. tugas kita adalah mensyukuri perjuangan keduanya dan menciptakan keinginan kita sendiri sebagai daya cipta masing-masing terkait kepada kedua pasangan ini. dalam bahasa yang mudah dicerna adalah mereka berdua adalah baik dan pemimpin kita maka hargai dan hormatilah mereka apa adanya. Sinergikan dengan keinginan kita yang paling luhur dan suci terkait pilpres ini maka akan terpilihlah presiden yang mewakili keduanya.

Presiden yang berwujud Prabowo dan berasa Jokowi atau Presiden yang berwujud Jokowi dengan rasa Prabowo. Siapapun wujud phisik akhirnya nya tidaklah penting karena yang penting presiden itu memiliki dua rasa sebagaimana keinginan daya cipta kita yang paling luhur….

Jangan hujat mereka…. Sayangi dan syukurilah perjuangan mereka….. karena mereka keduanya adalah antitesis SBY sebagaimana keinginan dan daya cipta yang kita inginkan terkait dengan gaya SBY selama ini….

, , , , , , , , ,

Comments are closed.